TIGA PULUH TIGA

677 47 2
                                        

Halloooo🐭

Apa kabar kaliannnnn??

📵PART MENEGANGKAN. HARAP SANTAI📵

💌SALAM DARI AUTHOR YANG PALING COMEL👻

_____________

"Misi dimulai" dengan seringai yang penuh dendam dan amarah, Nora melangkahkan kakinya menuju kamar rawat Spily dengan pisau di genggaman tangannya.

Gadis itu berjalan mendekati Spily sembari tersenyum manis dan dibalas pula dengan manis oleh Spily "hai Ily" sapa Nora lalu memeluk Spily.

Nora melepaskan pelukannya lalu menatap Spily dengan dendam di dalam hatinya "gue mau ngomong sesuatu sama lo" ucap Nora sembari tersenyum.

Spily menggerutkan keningnya lalu mengangguk "yaudah, ngomong aja santai kalo sama gue mah" sahut Spily sembari tertawa ringan.

Nora mengeluarkan pisau kecil namun cukup tajam dari balik bajunya bersiap menusuk Spily dari samping.

"Ly"

Nora terpaksa memasukkan ulang pisaunya saat suara milik Andreas terdengar di telinganya. Sungguh Andreas menggagalkan rencana yang telah ia buat dengan matang "gue duluan ya Ly" pamit Nora langsung berlari kecil menuju pintu keluar.

"Tap-i" Spily ingin sekali memintanya untuk berhenti namun Nora sudah tampak sangat jauh.

Matanya kini tertuju pada Andreas yang memandang kepergian Nora dengan mata yang tajam dan tawa yang sinis seolah olah sudah tahu apa yang akan gadis itu lakukan pada Spily "kenapa?" Tanya Spily.

Andreas berbalik lalu mengusap surai Spily "lo jangan suka ngobrol sama Nora, perasaan gue gak pernah enak tiap kali lo deket sama cewek ular itu" ucap Andreas panjang lebar.

Spily berdecak kesal "pikiran lo jangan negatif Mulu sama Nora. Siapa tau aja dia udah tobat" timpal Spily.

"Lo bener bener ya kalo di bilangin! Sekali penjahat tetap penjahat!" Ngegas Andreas, kesal. Spily begitu sangat membela Nora padahal Nora yang membuatnya seperti ini.

"Bacot! Lo pulang aja deh" usir Spily jengah dengan bacotan Andreas.

"Gak gak! Kalo gue balik, si Nora Nora itu pasti balik ke sini. Gue gak mau! Entar aja gue baliknya" tolak Andreas.

Spily mendorong tubuh Andreas pelan "gak! Lo bau! Lagian gue nanti udah boleh pulang kok, entar gue di jemput mama" kata Spily.

Andreas menghembuskan nafasnya oh pasrah "yaudah deh" ucapnya.

Spily tersenyum, akhirnya Andreas bisa pulang juga. Sedari dirinya di rawat, Andreas tak pernah pulang ke rumahnya. Lelaki itu bahkan tak pernah mandi karena harus menjaganya.

Bukannya pergi, Andreas malah mengambil kursi dan duduk di samping Spily yang menatapnya binggung sekaligus cengo "gue tungguin aja mama di sini, nanti kalo mama udah dateng, baru deh gue balik" final Andreas dengan watadosnya.

"Sialan" gumam Spily kesal.

Andreas tertawa "udah, lo tidur aja"

Aruka -TERBITCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang