menceritakan tentang seorang gadis yang kecelakaan dan terbangun menjadi seorang Antagonis yang pasti mati dengan tragis.
Dengan segala cara supaya ia terhindar dari kematian ,Akhirnya memutuskan untuk kabur dari rumah dan memulai hidup baru.
lalu a...
Dipagi yang cerah terlihatlah Carisa yang sudah bersiap untuk lari pagi.
Carisa pun berlari kecil menuju salah satu taman yang tak jauh dari rumahnya.
"Take me to the sky.......ouuuuuuu Put your hands up to the sky Yeah, if you feelin' the vibe Uh, if you're ready to fly Yo J, let's do it"Carisa pun bernyanyi sambil meniknati pemandangan .Tentunya sambil berlari kecil.
Tak terasa Carisa kini sudah sampai di taman . Carisa pun duduk di salah satu kursi taman sambil meminum,minumannya yang tadi ia beli,saat dijalan.
"Kiw cogan"Ucap Carisa tak kalah melihat cogan yang sedang berjalan.
"Ganteng banget sih,mau nggak jadi pacar e neng?" Ucap Carisa kepada pemuda yang lewat di depannya sambil mengedipkan mata ,yang membuat sang pemuda bersemu merah.
"Emang ya, dunia novel tu kebanyakan cogan"Monolog Carisa dalam hati.
Setelah dirasah cukup beristirahat, Caris pun pulang kerumah.
"Copet"Teriak seorang wanita setengah baya
Caris yang reflek pun menyopot sepatunya dan melemparkannya ke pencopet.
Duk.......
"Mampus"Monolog Carisa.
Brak.....
Carisa yang melihat pun hanya meringis ngilu,karna gara-gara timpukan maut Carisa,kedua pencopet pun jatuh karna kehilangan keseimbangan.
"Weh,siapa tu yang berani-berani nimpuk gw pakek sepatu"Ucap salah satu preman.
Carisa pun menghampiri kedua preman dengan wanita yang diambil tasnya tadi.
"Gw, kenapa masalah?"Tanya Carisa menantang.
"Dasar bocah tengik"Ucap Preman 1
"Enak aja bocah tengik. Dasar tua bangkotan"Ucap Carisa ngegas.
"Dih kok ngegas"Ucap Preman 2 dengan gaya khas bencong.
"Lu preman apa bencong?"Tanya Carisa heran.
"Ya preman lah,lo nggak lihat gaya gue kayak preman "Ucap Preman 2 dengan mengganti gayanya menjadi khas preman pasar.
"Bisa gitu ya"Guman Carisa tak kala melihat perubahan dalam beberaa detik saja. Yang tadinya bencong jadi preman pasar.
"Dahla gk usah banyak bacot,mending langsung aja kita gelut"Tantang Preman 1 sambil memasang kuda-kuda.
"Dih yang ngajak ngibah siapa?orang bukan gw kok"Ucap Carisa sambil memasang kuda-kuda juga.
"Satu-satu,jangan dua,kalau dua takutnya kalaian dikira bencong"Ucap Carisa yang
"Kurang ajar"Preman 1 pun menyerang Carisa dengan brutal,tetapi carisa masih bisa menanganinya dengan gesit dan lincah.
"Jangan kebawah emosi ,nantik jatuh baru tau rasa"Ucap Carisa dengan tengah sambil terus berkelahi.
Bruk....
"Tuh kan apa gw bilang,jangan emosi kalau lagi kelahi. Jadi jatuh kan"Ucap Carisa dengan tatapan mengejek.
"Dasar jalang kecil"Ucap Preman 2 yang mulai menyerang Carisa.
"Bocah tengik"Ucap Preman 1 yang mau memukul Carisa menggunakan balok kayu.
Carisa yang reflek pun sontak menendang buyung puyuh preman 1.
Kedua preman pun berguling-guling di tanah sambil memegangi asetnya.
"Sakit ya om?"Tanya Carisa dengan watadosnya.
"Sakitlah ,pakek nanyak lagi"Ucap preman 1 .
"Ya maaf,om si mainnya pakek balok kayu. Kan gk like akunya"Ucap Carisa sambil bertingkah menyeh-menyeh yang membuat wanita setengah baya yang ia tolong terkekh geli.
"Sini tanganya ,gw bantu berdiri"Carisa pun membantu kedua preman untuk berdiri.
"Om mana tasnya?"Tanya Carisa.
Kedua preman pun kompak memberikan tasnya lalu pergi dari sana.