Putra segera memanggil anak PMR untuk menangani Mawar, mereka sudah biasa menangani anak-anak yang pingsan. Mereka memberikan minyak angin ke hidung Mawar, Mawar pun membuka matanya perlahan.
"Udah baikan?" tanya salah satu anak PMR.
"Eh?" Mawar sedikit kaget. Kok bisa dia ada disini? Mana badannya lemes banget lagi.
"Saya pingsan kak tadi?" tanya Mawar pada anak PMR yang disampingnya.
"Hm. Belum sarapan ya?"
"Aahh iyaa, lupa. Gara-gara nggak mau telat malah jadi ngerepotin orang. Maaf banget ya kak." ucap Mawar tak enak hati.
"Sans. Mau nitip makanan nggak? Gue mau ke kantin ini gerah banget." tawar anak PMR itu.
"Boleh kak." sembari menyodorkan sejumlah uang padanya.
Anak PMR itu menerimanya dan pergi meninggalkan UKS. Langkahnya terhenti lantaran Mawar memanggilnya.
"Tunggu kak."
"Namanya siapa??"
"Adrian"
🤍🍭🤍🍭🤍🍭
"Tu anak gimana?"
"Siapa?"
"Yang pingsan."
"Aman."
"Cewe lo?"
"Enak aja kalo ngomong."
"Haha"
Adrian kemudian segera membeli es teh karena cuacanya cukup panas dan ia tugas saat upacara.
"Lauknya ada apa aja bu?" tanya Adrian.
"Nasi kuning, Ayam geprek, Seblak, Sop, sama Tempe orek. Mau apa?" jawab Bu Santi.
"Sayur sop 1 dipisah sama nasi nya." Tidak tau gadis itu menyukai sayur atau tidak tetapi sayur bagus untuk mencukupi nutrisi gadis itu yang masih lemas.
Sembari menunggu Adrian pun memilih tempat duduk.
"Sini bro." panggil Putra.
Adrian menghampiri Putra tanpa sepatah kata pun.
"Tumben beli nasi."
"Bukan buat gue."
"Waduh, buat siapa tuh?" Gavin menyela obrolan Putra dan Adrian.
"Bacot Gav."
"Dih, nanya juga." kesal pada Adrian.
"Cewe yang lo gendong belom sarapan."
"Ohh."
"Putus sama Chila nih?" Gavin mengkompori Adrian.
"Kaga. Dia nitip bukan gua yang beliin."
"Oalah."
"Mas, sopnya sudah tak bungkus."
Adrian menyodorkan sejumlah uang pada Bu Santi. Ia meninggalkan Putra dan para geng nya untuk kembali ke UKS.
"Btw Aksa, lo keterlaluan sih." ucap Gavin memulai pembicaraan.
"Iya anjir, gue aja kaget lo sebegitunya? Lo yang telat kenapa adek kelas yang dihukum. Mana ada adek kelas yang berani numpahin air ember ke Diana. Parah sih, bakal ribut ntar." ucap Putra.
"Gue nggak bermaksud mau numpahin air ke dia beneran sih awalnya." jawab Aksa.
Putra dan Gavin saling melirik, "Diana?" tanya Putra.
"Nggak tau."
"Bakal ribut sih gue yakin."
🤍🍭🤍🍭🤍🍭
