Pagi telah tiba matahari memunculkan diri menggantikan bulan, sudah saatnya makhluk hidup beraktivitas.
Sekarang sudah pukul 06.40 sudah waktunya keluarga tuan Jean Gevandra Acleo sarapan, sebenarnya mereka sarapan jam setengah 7 tetapi karena Jendra mereka harus menunggu.
Sudah ada Jean beserta anak ke 2 dan anak bungsunya mereka masih menunggu Jendra.
Tap
Tap
Tap
Bunyi suara tangga mengalihkan ayah beserta anak yang sedang sibuk dengan handphone.
Jendra duduk di dekat Rendra mereka memulai sarapan.
Di sela sela mereka sarapan Jean berucap membuat Nathan, Jendra dan Rendra melihat ke arah sang ayah "Jean disini kalo sarapan jam setengah 7 ayah tidak tau jika di keluarga sarapan jam berapa tetapi sekarang jangan sampai terlambat dan juga kau harus mematuhi aturan yang berada di rumah ini sekarang kau tinggal di rumah ini jadi harus mematuhi" ucap Jean dan di angguki oleh Jendra.
"Yah Nathan pergi dulu" setelah mengucapkan Nathan mengambil tas nya yang ia taruh di ruang keluarga ia kembali ke meja makan untuk Salim.
"Nathan pergi dulu" Nathan pun pergi ke garasi untuk mengambil motornya.
"Cepet kalian makan nanti terlambat" Rendra dan Jendra hanya mengangguk.
Jendra telah sampai di sekolah sudah banyak siswa maupun siswi yang sudah datang jangan lupakan teriakan teriakan dari siswi siswi karena ketampanan Jendra.
Makin ganteng aja sih Jen
Jen mau jadi pacarku ngga
Jen kapan pulang anak anak kita nungguin kamu
Ngimpi
Bodo amat
Amat ngga bodo
Kak Jen minta no telp nya dong kak
Makin tampan aja kak
Begitulah siswi siswi memuji ketampanan Jendra dan hanya di sambut oleh muka datar Jendra hari ini ia sangat tidak mood.
Jendra melangkah menuju kelasnya baru saja Jendra masuk tiba tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang.
Jendra membalikkan badannya ia melihat Clarenci.
"Jen aku kangen sama kamu, kok kamu ngga kasih tau aku sih kalo ibu kamu mau menikah aku jadi ngga Dateng ke pernikahan ibu kamu" ucap Clarenci dengan nada imut.
Jendra terkekeh ia mengusak rambut Clarenci yang membuat pipi Cla menjadi seperti kepiting rebus.
"Hahaha lucu banget sih kamu" Jendra menguyel nguyel pipi Cla.
"Ish Jendra sakit jawab dulu pertanyaan aku" Cla cemberut membuat Jendra semakin gemas.
"Maaf ya aku lupa ak-"
"Kalo mau romantis jangan disini" tiba tiba Haksa datang.
"Kenapa Lo iri ya" ejek Cla.
"Idih ngapain gue iri"
"Ya-"
"Udah udah jangan bertengkar terus sebentar lagi bell Dateng" Jendra berusaha meleraikan Haksa dan Cla.
Cla pun duduk di bangku dan juga Haksa dan Jendra yang sudah duduk di bangkunya.
Jendra tak mendapatkan Nathan tetapi ia tak peduli.
Bell telah berbunyi dan guru pun sudah berada di kelas tetapi Nathan belum datang ke kelas.
'nathan kemana kan dia tadi datang duluan kok dia belum masuk' batin Jendra bertanya tanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I am sorry [HIATUS]
Fiction généraleJudul di ubah "Nathan, ayah. Jendra salah apa sama kalian sampai sampai kalian begitu membenci Jendra apa karena Jendra yang telah membuat ayah sama bunda pisah" Jendra "Jendra lo itu cuman benalu tau nggak, seharusnya lo itu nggak lahir. lo itu ngg...