Siang itu di dalam sebuah cafe yang terbilang cukup ramai,terlihat dua orang sedang duduk berhadapan tanpa ada seorang pun yang berbicara. keduanya tengah di sibukkan oleh fikiran masing-masing. Sampai-sampai kopi panas yang mereka pesan sedari tadi mulai dingin.
Riena yang tampak gusar mencoba untuk memulai pembicaraan. Dari tadi dia sibuk menggigit ujung jarinya dan menggerakkan kaki kanannya. Kebiasaan nya saat tengah cemas atau panik.
"Sebenarnya ren, Gue ketemu orang yang mirip alfa tadi pagi di sekolah, ternyata dia pindahan murid baru kelas 12A di sekolah kita sejak sebulan yang lalu, dan lo harus tau!! pas jam pulang sekolah tadi dia panggil nama gue, dan ajak gue kenalan, tambah penasaran kan gue, mengenai identitas dia? Menurut lo gimana"Aren cewek berkulit sawo matang yang duduk di hadapan Riena, kini mencurahkan perhatiannya kepada sahabat karib nya itu.
"Serius lo, Gila tuh cowo, tau nama lo dari mana dia, apa jangan-jangan benar dugaan lo,kalau dia ada sangkut pautnya sama Alfa.""Iyakan, lo juga sekarang pasti berfikiran sama kya gue, Lo ada solusi gak mengenai hal ini?" Ujar Riena yang sedari tadi menatap sahabatnya, dan berharap mendapatkan sebuah solusi
Mencoba untuk fokus dan berfikir sejenak akan informasi yang dia dapat dari sahabat tersebut membuat Aren seketika mempunyai ide cemerlang yang terlintas begitu saja di benaknya.
" Gimana kalau lo ikutin aja dulu alurnya, dia ngajak kenalan Lo kan Rie, gue yakin abis itu dia pasti akan datengin lo lagi, dan setelah itu baru lo cari tau tentang dia."Riena menghela nafas panjang. Mendengar solusi dari sahabatnya itu, walaupun dalam lubuk hatinya, ia berniat untuk tidak terlalu dekat dengan jaksen, Tetapi karena ada satu pertanyaan di benaknya, yang ingin dia tanyakan kepada jaksen.
" Oke. "" Yaudah gue pulang duluan, udah janji sama bokap gak pulang telat hari ini, Bye Rie."
Aren meraih tas ransel nya yang di letakkan di bawah lantai cafe." Oke hati-hati Ren, Thanks ya maaf gue gak bisa anter lo, salam ya buat bokap."
Ujar Riena sambil melambaikan tangannya kepada Aren yang perlahan berjalan pergi meninggalkannya.***
Sesampainya di sekolah, Jaksen tak langsung menuju ke kelasnya. Dia berjalan ke taman belakang sekolah untuk sekedar bersantai disana, sebelum bel masuk sekolah berbunyi. Sebuah rutinitas untuk memulai pagi bersama teman² karib nya.
Memiliki suara yang indah,mudah bergaul, dan tentu saja tampan. banyak teman-teman di sekolahnya yang mengagumi nya. Namun dengan cuek seperti biasa, Jaksen membentengi dirinya.
Dan menghiraukan pandangan para siswi yang terus tertuju kepadanya." Oy Jaksen" Seseorang meneriakkan nama Jaksen saat pria itu sudah perlahan duduk pada sebuah bangku taman.
" Eh lo lex, gimana liburan lo?" Ujar Jaksen yang sekarang sudah duduk tepat di sebelah Alex, sahabat karib nya.
"Biasalah liburan semester cuman 2minggu, gue habisin buat main game di rumah."
" Wih, gak jalan² kemana gitu lo, emang anak mageran lo. Haha" Ujar Jaksen menanggapi pernyataan dari sahabatnya tersebut.
"Tumben lo hari ini berangkat pagi, pengen ketemu Riena lo?" Tanya Alex di sela-sela memainkan game pada ponselnya.
"Sok tau lo lex."
"Hidup lo kan tentang dia aja bro, lo cari tau tentang dia dari awal masuk sekolah buat apa? Emang segitu penting nya ya, kalau lo suka langsung deketin aja kali bro, terus ajak pacaran, gak usah bertele² kek intel aja lo. Haha" Ujar Alex dengan nada meledek Jaksen.
"Lo yang hidupnya game mulu mending fokus aja tuh sama cewe game lo, gak usah ngurusin gue Anjay."
Jaksen bangkit dari tempat duduknya dan meraih tas ransel hitamnya dan pergi meninggalkan alex yang masih sibuk dengan game pada ponselnya yang sepertinya sudah bosan duduk di samping sahabat nya tersebut.
"Lo Mau Kemana sen?" Tanya Alex pada sahabat karibnya tersebut, Yang sudah beranjak jauh meninggalkan nya sendiri di taman.
"Mau Ketemu Riena, kan kata lo gue berangkat pagi buat ngeliat dia" Seru Jaksen kepada Alex
" Si Anjay, Udah Gue bilang pasti ada maunya lo berangkat pagi, ngeles mulu hidup lo, Husshh sana liat bidadari lo" Jawab Alex Meledek.
Semakin menjauh langkah kaki Jaksen, dengan melambaikan kedua tangannya kepada Alex..

KAMU SEDANG MEMBACA
Passage Of Time [ON GOING]
Teen Fiction"Ketika Masa Lalumu Adalah Takdir Hidupmu" Itulah kata-kata yang selalu ada di benak Riena,seorang gadis SMA yang sekarang kembali menemukan cinta masa lalunya. --- "Jangan takut akan kematian Rie,Tuhan tau mana yang terbaik untuk kita..."Kata Alfa...