4

0 0 0
                                    

"Apakah sudah aman?"

Pertanyaan tersebut seperti petir yang menyambar di siang hari. sang gadis berbalik dan langsung bersujud memohon ampun atas kelancangannya sebelumnya. Pria yang ternyata benar-benar seorang pangeran itu pun langsung ikut duduk karena tingkah gadis itu, merasa tidak nyaman lantaran Sang gadis bersujud menyembah dirinya.

"Tidak apa-apa, saya tidak akan menghukum nona, tapi dengan syarat biarkan saya menumpang di sini selama seminggu" Tawar Pangeran sambil tersenyum. Gadis tersebut merasa heran dan tidak percaya mengapa seorang Pangeran ingin tinggal di rumahnya, hari ini bukan hanya manusia biasa yang bertamu dan berkomunikasi langsung dengannya. Tapi seseorang yang sangat penting dan kedudukannya sangat-sangat tinggi di kerajaan.

"B-baiklah Yang Mulia bebas untuk tinggal di rumah ini asal keselamatan saya terjamin" ujar gadis tersebut dengan gugup akan apa yang akan terjadi pada dirinya.

"Tenang saja, kamu akan aman. Kalau boleh saya tahu, siapakah nama nona?"

"Ampun Yang Mulia, nama saya adalah Keliz"

"Keliz?" Ujar Sang Pangeran dengan alis yang terangkat sebelah

"Iya Yang Mulia, tanpa ada nama belakang maupun marga"

"Hmm.., menarik" gumam sang Pangeran

"Ya?"

"Kalau begitu nona Keliz, saya sangat ingin melihat rumah kaca nona, apakah saya boleh masuk ke sana?"

"Mohon ampun Yang Mulia, saya akan mengantar Yang Mulia dengan senang hati"

"Tapi sebelumnya, saya ingin kamu tidak menggunakan embel-embel Yang Mulia, karena saya tidak nyaman dengan hal itu, jadi silakan nona memanggil saya dengan tidak menggunakan embel-embel tersebut"

"Baik lah Yang..,eh Pangeran Harnez saya akan memanggil Pangeran dengan sebutan tersebut?"

"Boleh seperti itu saja" ujar Pangeran.

Mereka berdua lalu berjalan menuju rumah kaca. Ada banyak kebun bunga di sana juga beberapa spesies hewan seperti burung dan kupu-kupu yang sangat menambah suasana keindahan alam bak istana kecil di dalam hutan. Itulah yang ingin diwujudkan nona Keliz. Karena di hadapan manusia ia tidak bisa benafas dengan bebas dan harapannya dahulu yang tidak kunjung juga terwujud. Akhirnya ia memilih untuk mewujudkan harapannya dengan alternatif lain, walaupun bukan manusia tetapi hanya burung dan kupu-kupu setidaknya ada makhluk lain yang bisa menerima dia apa adanya, dan itu dapat membuatnya bernafas lega. Sang Pangeran terus mengamati rumah kaca tersebut dengan seksama. Ia juga sering kali bertanya mengenai tumbuhan-tumbuhan tertentu yang sulit untuk dirawat. Karena cukup berpengalaman, nona Keliz pum memberitahukan cara merawat tumbuhan tersebut.

Tidak terasa hari berlalu begitu cepat, selama tinggal beraama, sang Pangeran sering sekali ikut merawat kebun dan tumbuhan nona Keliz. Karena sebelumnya ia memang mengatakan bahwa ia sangat suka dengan tumbuh-tumbuhan, mereka juga beberapa kali ke pusat kota untuk menjual hasil kebun. Pangeran Harnez mengikuti gaya nona Keliz yaiyu menggunakan tudung dan jubah saat ke pusat kota. Orang-orang sampai mengatakan bahwa kini ada dua orang aneh di kota mereka.

The Shy GirlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang