Pada uatu malam, hujan turun dengan deras disertai dengan petir. Rumah kediaman nona Keliz pun gelap gulita. Hanya ada sedikit penerangan dari sisa lilin yang ia punya satu-satunya. Akhirnya nona Keliz dan sang Pangeran berdiam di satu ruang yaitu ruang perapian. Dengan keberanian diri akhirnya nona Keliz melontarkan pertanyaan yang selama ini ingin ia tanyakan kepada Pangeran.
"Pangeran Harnez, sebelumnya saya ingin menanyakan terkait pangeran yang bersembunyi di kediaman saya? Apakah ada sesuatu hal yang membahayakan?"
"Tidak, hanya saja saya bosan di dalam istana" jawab Pangeran dengan santai
Nona Keliz yang mendengar itu langsung melongo dan spontan mengatakan "kok bisa tinggal di istana aja bosan" sedetik kemudian nona Keliz menutup mulutnya dengan kedua tangannya menyadari bahwa ia kecoplosan mengatakan hal itu. "Maaf kan kelancangan saya" sambungnya dengan wajah menunduk merah karena malu.
"Hahaha.., nona Keliz lucu sekali. Tidak apa-apa nona saya sebenarnya memang bosan, tapi lebih tepatnya saya cape di dalam istana. Banyak hal yang saya tidak sukai di sana dan akhir-akhir ini semakin bertambah parah. Di dalam sana tidak seindah katanya saja. Akhir-akhir ini sering sekali terjadi kesenjangan sosial dimana para bangsawan semakin tidak terkendali bahkan di dalam istana sendiri. Saya sangat tidak menyukai hal tersebut. Walaupun saya sudah berusaha keras untuk merubah hal tersebut, para bangsawan itu akan selalu punya alibi hingga saya tidak bisa melakukan apa-apa."
Gadis tersebut terkesima mendengar penuturan sang pangeran yang sangat tidak biasa. Sejujurnya ia mengira bahwa tidak ada yang akan membahas hal ini karena mungkin orang-orang tidak begitu peduli dengan keadaan seperti itu, tidak disangka perkataan itu justru keluar dari mulut sang pangeran. Memang sebelumnya sejarah mengatakan bahwa ibu dari pangeran atau ratu sebelumnya berasal dari kalangan rakyat biasa. Rumor juga pernah mengatakan bahwa ratu sebelumnya meninggal dunia dengan cara yang tidak biasa, ratu tersebut bunuh diri karena mendengar bahwa sang raja berkencan dengan seorang wanita dari kalangan bangsawan. Rumor tersebut mengatakan bahwa ratu melakukan hal tersebut sebagai protesnya, karena ia membenci bangsawan dan tidak ingin posisinya diambil ratu dikatakan bahwa ratu yang sangat serakah karena ratu dari kalangan rakyat biasa dan sangat rendah, jadi saat diangkat posisinya sebagai ratu ia menjadi sangat berambisi. Setelah ratu meninggal dunia raja tidak pernanah berniat menikah lagi dikarenakan apa yang terjadi dengan sang ratu. Raja di rumorkan menjadi trauma selama beberapa tahun dan mulai bangkit kembali setelah pangeran mulai tumbuh besar. Pangeran adalah penerus raja satu-satunya, dan saat pamgeran berumur 12 tahun iapun ditinggal oleh sang raja selamanya. Cerita tersebut hampir semua orang mengetahuinya dan sudah menjadi rahasia umum.
"Mengapa nona diam? sudah ingin tidur?".
"Tidak, saya hanya kepikiran saja akhir-akhir ini sedang populer mengenai orang-orang yang suka memanipulasi kehidupan orang lain pun kehidupan sendiri. yang terlihat tersenyum tidak tau hatinya apakah juga ikut tersenyum atau sebaliknya begitu juga orang yang selalu merasa tersakiti, apakah ia benar merasa sakit atau hanya ingin diperhatikan orang lain. Namanya hidup memang tidak akan mudah bagi setiap orang. Dengan begitu harusnya sesama manusia saling mengerti dan mendukung bukan hanya berkomentar dan acuh tak acuh, karena memang hati setiap manusia tidak ada yang tahu sebenarnya apa yang sedang dirasakan dan dialami, " ujar gadis tersebut sambi menatap ke luar jendela yang terus saja memancarkan kilatan putih "sejujurnya saya sebelumnya sempat berpikir bahwa Pangeran sama saja dengan manusia lainnya yang tidak peka terhadap kesenjangan sosial tersebut, akan tetapi semenjak Pangeran mengatakan hal tadi dan dengan keberadaan Pangeraan sekarang yang ada disini membuat saya yakin bahwa Pangeran adalah orang yang berbeda," sambung gadis tersebut sambil tersenyum tulus ke arah Pangeran.
Mendengar penuturan jujur dan tulus dari Nona Keliz, Pangeran tersenyum dan juga ikut mengatakan bahwa ia berpikir hal yang sama.
"Nona Keliz adalah manusia yang lebih baik dari manusia lain sejauh saya hidup dan bertemu banyak orang, tapi mengapa nona Keliz memilih untuk menyembunyikan diri di balik hutan ini dan menyembunyikan wajah nona Keliz ketika berjalan dan bertemu manusia lainnya? Apa yang membuat nona tidak percaya diri?" tanya Pangeran dengan wajah yang mengernyit berusah mencari tahu.
"Bagi Pangeran mungkin bertemu orang-orang adalah hal yang menyenangkan, tapi bagi saya adalah sebaliknya. Pangeran sendiri tahu bukan bagaimana orang yang tidak punya apa-apa seperti ini akan diperlakukan bagaimana oleh para manusia itu. Berbeda dengan mereka, Pangeran yang pangkat tertinggi seperti ini yang justru berada disini sekarang. Padahal sebelumnya, orang-orang tidak akan peduli terhadap saya dan bahkan menginginkan saya tidak muncul dalam peredaran mereka." ujar nona Keliz. Dan malam itupun mereka habiskan dengan bercerita mengenai kehidupan masing-masing.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Shy Girl
Historia CortaSeorang perempuan yang selalu mengurung dirinya dan tidak ingin kelihatan, ia tidak mempunyai penyakit akan tetapi semasa kecilnya ia selalu dibully dan semenjak itu ia merasa insecure dan tidak percaya akan dirinya sendiri selalu merasa kurang ia...