❱ 𝗵𝘂𝘀𝗯𝘂 𝘅 𝗿𝗲𝗮𝗱𝗲𝗿𝘀 ⩩ 𝗮𝗻𝗴𝘀𝘁 𝘄𝗲𝗲𝗸 ──; ✰, air mata mengering. namun rasa sakitnya tenggelam semakin dalam.
.... oh,
jadi begini kah?
𝘆𝗼𝘂. ࿐'°
↷🖇 𝐰𝐚𝐫𝐧. ooc, non b...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
『 SOLITARY 』
❝I am better off without you.❞ - Akiyama (Name).
•
Di dunia ini, tak ada satu pun orang yang begitu mencintaiku selain dirinya. Pria pemilik surai brunette dengan senyum bak mentari itu, telah mengajarkanku apa arti kasih sayang sesungguhnya. Dia yang selalu ada tatkala aku terjatuh, dan tersenyum saat aku bahagia. Dia selalu ada disisiku, menemaniku, memanjakanku, bahkan mengutamakan diriku lebih dari apapun itu.
Dia segalanya bagiku.
Perlakuan lembut dan sentuhan hangatnya, disetiap menit dan detiknya selalu terbayang dalam ingatan. Senyuman manis itu begitu mengusik kalbu, ciptakan rindu yang menggebu, terlebih lagi jika waktu temu tersita oleh kesibukan dunia.
Dazai Osamu, dialah orangnya.
Sang pria pencuri hati, yang selalu mengusik diri ini dengan bayangan akan wajahnya.
Dia tak membiarkanku hidup dengan tenang. Tak membiarkan barang semenit pun untuk tidak memikirkannya. Memikirkan senyuman manis itu, memikirkan sentuhan hangat itu, memikirkan segala sesuatu tentangnya.
Lalu, tepat beranjaknya umurku yang ke-25 tahun, kami menikah.
Aku yang selama ini selalu hidup sendiri tanpa adanya orangtua, kini dapat membangun sebuah keluarga kecil yang penuh akan rasa cinta dan kasih sayang. Kami berdua hidup bahagia. Saling berdampingan, dan saling mendukung dalam situasi apapun.
Sungguh, aku sangat bersyukur bisa mengenal dirinya. Mengenal Dazai Osamu.
Rutinitas setiap pagi, menyiapkan sarapan untuknya pergi ke kantor, memakaikan dasi dan mengantarnya sampai ke pintu depan. Mengecup punggung tangannya, mengucapkan selamat bekerja dan hati-hati di jalan. Semuanya kami lakukan bersama. Dan aku menikmatinya.
Diriku yang dulu adalah sosok pemurung dan juga kesepian. Haus akan kasih sayang namun susah menaruh percaya pada orang lain, sosok yang selalu dijauhi lantaran dianggap pembawa sial, sosok hidup namun berasa mati, sosok sampah yang sama sekali tak dianggap ada, bertemu dengan Osamu yang penuh akan warna. Hingga kini dapat berubah menjadi sosok yang lebih hidup. Sosok yang sedikit demi sedikit diakui dan dianggap ada oleh dunia itu sendiri.
Osamu memberiku segalanya. Semuanya yang dia punya. Mengajariku berbagai banyak hal, hingga tanpa disadari aku mulai, bahkan selalu bergantung pada sosok sempurna itu.