❱ 𝗵𝘂𝘀𝗯𝘂 𝘅 𝗿𝗲𝗮𝗱𝗲𝗿𝘀 ⩩ 𝗮𝗻𝗴𝘀𝘁 𝘄𝗲𝗲𝗸 ──; ✰, air mata mengering. namun rasa sakitnya tenggelam semakin dalam.
.... oh,
jadi begini kah?
𝘆𝗼𝘂. ࿐'°
↷🖇 𝐰𝐚𝐫𝐧. ooc, non b...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
『 SICKNESS 』
❝Just because i am strong enough to handle pain doesn't mean i deverse it.❞ - Sarang.
•
Suara gemuruh petir menggelegar memekakkan telinga. Merambat, memecah sunyi di langit. Rintik hujan turun dengan begitu deras. Mengguyur permukaan tanah dengan air hingga menggenang ciptakan kubangan.
Sore yang seharusnya terlihat indah oleh rayuan si jingga, kini malah terlihat suram dengan gelapnya awan kelabu. Bahkan burung-burung pun enggan menampakkan diri, mereka lebih memilih menghindar ketimbang terbang namun hanya kedinginan yang di dapat.
Aku berdiri di samping jendela dengan tatapan yang jatuh ke arah luar. Menatap kelamnya dunia, menatap tangisan sang dewi peri yang turun dengan derasnya.
Aku menghela nafas panjang, lalu berjalan ke arah kasur di ranjang. Terdapat tubuh yang terbaring lemah di atas sana. Dengan beberapa selang infus yang bersemayam di atas punggung tangannya.
Aku menduduki kursi di samping brankar. Tatapanku pilu, mengusap wajah pucat pasi itu dengan hati yang luar biasa sesak.
"Sarang.. "
Lirihku pelan.
Tak ada sedikit pun senyum di bibirku. Hanya getaran kecil yang tampak nyata guna menahan tangis.
Sungguh, aku merindukan gadis ini.
Teman pertama dan satu-satunya orang yang mengakui keberadaanku di dunia ini.
"Bangun Sarang.. "
Karena kau sudah terlalu lama tertidur. Sudah satu bulan lebih kau terbaring di ranjang sempit ini. Aku merindukanmu, Sarang. Aku menunggumu. Kenapa kau tega sekali padaku. Padahal aku ingin makan tteokbokki lagi denganmu saat pulang sekolah. Aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu lagi bersamamu, Sarang. Aku sungguh merindukanmu.
"Eunjo, ayo makan tteokbokki! Aku ingin mengisi perutku dulu sebelum pulang."
"Tidak."
"Ehhh, kenapaa? Kau tidak suka pergi denganku, ya? Kau benci bersamaku, ya?"