❱ 𝗵𝘂𝘀𝗯𝘂 𝘅 𝗿𝗲𝗮𝗱𝗲𝗿𝘀 ⩩ 𝗮𝗻𝗴𝘀𝘁 𝘄𝗲𝗲𝗸 ──; ✰, air mata mengering. namun rasa sakitnya tenggelam semakin dalam.
.... oh,
jadi begini kah?
𝘆𝗼𝘂. ࿐'°
↷🖇 𝐰𝐚𝐫𝐧. ooc, non b...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
『 FAKE LOVE 』
❝I give up trying for you, Dazai.❞ — Akiyama (Name)
•
Selama hidup, aku tidak pernah merasakan apa itu arti dicintai seseorang. Hingga membuatku bertanya-tanya, bagaimana rasanya disayang dan dimanja layaknya anak kecil? Diusap kepalanya selayak kucing yang haus kasih sayang? Dipeluk dan dicium keningnya lantaran merasa gemas?
Sungguh, aku sangat iri dan sangat sangat sangat ingin diperlakukan demikian.
Hingga akhirnya saat kenaikan kelas 10 tiba, aku bertemu dengan orang itu.
Dazai Osamu.
Lelaki brunette yang tampak sempurna dengan jas almameter sekolah. Berjalan kearahku lalu menyodorkan sebuah jepit rambut bewarna biru.
"Kau menjatuhkan ini."
Adalah kalimatnya sembari terus menatapku dengan tatapan manis.
Semenjak saat itu, pandanganku tak pernah lepas dari sosok tersebut. Ditambah lagi ternyata kita adalah teman sekelas, membuatku gencar untuk mendekatinya dan mengetahui lebih banyak hal tentang dirinya.
Dia yang selalu ramah ke setiap orang, dia yang selalu mendapat nilai A+ disetiap mata pelajaran, dia yang selalu sempurna disetiap bidang olahraga, dan dia yang kemana-mana selalu dengan lelaki sinoper yang juga teman sekelasku.
Aku cukup mengetahui semuanya. Dan seiring waktu berjalan, hubungan kami juga semakin dekat.
Lalu, di pertengahan semester kelas 10, kami dinyatakan berpacaran.
Tentu saja aku sangat senang karena pada akhirnya ada seseorang yang mencintaiku.
Awalnya, aku pikir hubungan ini akan baik-baik saja. Tapi ternyata dugaanku salah. Selama menjalin hubungan dengan Dazai, entah kenapa sikap pria itu padaku jadi berubah 100%.
Sikap ramah dan manis yang selalu ia tunjukkan padaku dulu, kini sudah tak ada lagi. Hanya perlakuan seenaknya. Bahkan ia jadi sering mengabaikan ajakanku untuk berkencan.
"Dazai, udah istirahat. Ayo ke kantin bareng!"
"Ah, aku udah janji mau main basket sama temen. Kau makanlah sendirian dulu. Besok aja aku temani."