Musuh abadi dari para Dewa dan Dewi adalah dunia bawah, salah satu tempat yang ditinggali oleh para sekumpulan iblis. Mereka itu sangat kejam, berbuat onar seenaknya, dan merusak tatanan dunia. Tetapi, ada satu yang harus di khawatirkan oleh Maura dan Kedua Saudarinya, itu adalah Kebangkitan Dewa dari dunia bawah, Hades. Dia adalah pemimpin dari sekumpulan iblis itu. Hades memiliki kekuatan yang tidak bisa di ketahui dan memiliki skill unik yang sangat mengancam tatanan dunia.
Kekuatannya yang tidak bisa di perkirakan, membuat Kakak nya semakin cemas.
"Tidak ada masalah, rapatnya sudah kuserahkan kepada Victoria."
Tetapi dia malah menyerahkan rapatnya kepada saudari keduanya, Victoria. Dengan kepribadian yang di milikinya, Victoria adalah orang yang sangat ceroboh dan sulit berkomunikasi baik dengan seseorang. Contohnya adalah Lelaki itu/Asgard. Jika saja dia mengatakan yang sebenarnya dan tidak melebih - lebihkan perkataannya, mungkin itu dapat membuat kak Asgard dapat untuk menerimanya. Tetapi dia malah sebaliknya. Itulah kepribadian yang tidak dapat dirubah oleh dirinya sendiri yang membuat kak Asgard semakin membencinya.
"Daripada itu, bagaimana dengan orang itu? apakah sudah kau ikatkan benang merah pernikahan kepadanya?"
Kakaknya sedang membicarakan orang yang Maura kurung di dalam sebuah kamar.
Mendengar perkataannya itu, Maura memang masih merasa bimbang antara kasihan dengan pria itu, tetapi dilain sisi, dia harus mengikuti perkataan dari kakaknya."Sudah kulakukan ~Oneesan, aku sudah mengikatkannya di pergelangan tangannya."
Dengan terpaksa dia menuruti keinginan kakaknya. Rasa cemas memikirkan lelaki itu terus terbayang di dalam pikirannya. Jika saja Maura berani mengatakan pendapatnya, apakah kakaknya akan memarahinya?
Sedangkan itu, Asura yang melihat raut wajah Maura yang dari tadi seperti mencemaskan akan sesuatu, Asura mulai menanyakan suatu hal kepada Maura.
"Apakah ada masalah Maura? Kelihatannya kamu sedang mengkhawatirkan sesuatu."
"Ah itu-- Tidak.... Anu...."
Sudah jelas kakaknya akan bertanya hal semacam itu, rasa khawatirnya tidak bisa di hilangkan dengan mudah oleh sendirinya.
"Katakan saja jika kamu membutuhkan sesuatu. Sebagai seorang kakak, sudah sewajarnya aku membantu adik kecilku."
Apakah kakaknya akan menerimanya jika Maura mengemukakan pendapatnya? Atau malah sebaliknya dia akan memarahinya jika itu suatu yang dapat membuat kakaknya tersinggung. Tetapi.... Jika ini terus dilanjutkan, jika kak Asgard sampai mengetahuinya, apakah dia akan membenci dirinya dan kedua saudari lainnya?
Keputusan ini harus segera dipilih oleh Maura dan cepat bertindak agar tidak mengakibatkan masalah yang fatal.Karena dulu kurangnya percaya diri, Maura mulai mengalami banyak masalah yang selalu timbul pada dirinya. Tetapi berkat bantuan kak Asgard, masalah itu cepat di selesaikan. Oleh karena itu Maura ingin membalas kebaikan kak Asgard melalui bantuan itu. Setelah berpikir terlalu lama untuk membuat keputusan. Akhirnya Maura memilih untuk mengemukakan pendapatnya.
Maura membulatkan tekadnya. Tidak seharusnya dirinya membuat keputusan yang tidak di sukainya. Sekarang ini, dengan mengumpulkan sebuah keberanian untuk mengatakan rasa gelisahnya kepada kakaknya. Maura mulai memberanikan diri untuk berbicara tentang pendapatnya kepada kakaknya.
"Itu.... Apakah tidak masalah jika kita melakukannya dengan cara seperti ini?."
Ekspresi raut wajah Asura berubah. Yang tadi mula mulanya terlihat tersenyum, sekarang berubah menjadi cemberut dengan perkataan apa yang Maura ucapkan.
"Apa maksud dari perkataanmu, Maura?"
Maura terlihat ketakutan dengan perubahan raut wajah kakaknya, seperti orang yang berbeda.
Maura tau jika kakaknya marah kepadanya karena kata kata yang tadi diucapkannya. Tetapi jika Maura tidak mengucapkannya, dia pasti merasa bersalah kepada lelaki yang dikurung oleh kakaknya. Tetapi saat ini kata - kata Maura sudah terlanjur diucapkan dan tidak bisa ditarik kembali.
Dengan mengumpulkan tekad yang kuat dengan keberanian, Maura mencoba memberanikan diri sekali lagi mengemukakan pendapatnya kepada kakaknya.
"Emm.. Eto'o ne... Apakah nanti kak Asgard tidak marah jika kita melakukan itu dengan memaksanya?."
Ya, yang dimaksud dari perkataan Maura adalah benang merah yang dia ikatkan di salah satu pergelangan tangan lelaki itu.
Maura merasa melakukan hal seperti (Memaksa) seseorang, sangat tidak baik dan berbeda jauh dari sifat dan perilaku dirinya.
Sementara itu, Asura tersenyum kembali mendengar perkataan dari adiknya, dan menghembuskan nafasnya.
"Fwuhh...."
"Dengar ya Maura, sebenarnya Onee-chan tidak ingin melakukan cara yang seperti ini kepadanya, tetapi ini cara satu- satunya untuk menaklukan hatinya. Ini semua demi masa depan darah keluarga kita. Kita sebagai anggota keluarga yang tersisa harus menemukan pasangan yang cocok untuk meneruskan darah bangsawan keluarga kita"
"...Ingat baik-baik itu Maura!."
Ternyata itu tujuan dari kakaknya. Memang perkataan kakaknya tidaklah salah, tetapi mengambil kesempatan dari ketidak sadaran orang yang sedang pingsan dan menggunakan item yang bisa merubah tingkat kesukaan kepada kakak dan dirinya, tetap saja seperti memaksa seseorang untuk mencintai kakak dan dirinya. Perbuatannya itu sangatlah tidak baik.
Tetapi kakaknya terpaksa untuk melakukannya. Dengan kekuatan dari kak Asgard, sangat mungkin dia dapat membantunya untuk mencegah kebangkitan HADES.
Kekuatan Asgard tidak bisa di ukur oleh cermin sihir yang berada di ruangannya. Tidak menutupi kemungkin jika dia setara dengan HADES, tidak, mungkin melebihinya.
"B-baikk! Oneechan."
"Bagus Maura, sekarang kita pergi ketempat dimana orang itu berada"
"...Silahkan kau berjalan saja duluan di depan dan aku akan mengikutimu dari belakang."
Asura melebarkan tangannya, dan menyuruh adiknya berjalan untuk mendahuluinya di depannya.
Maura mengerti apa yang dimaksud kakaknya dan memulai melangkahkan kakinya kedepan menuju ke tempat dimana lelaki itu berada.
Asura berjalan mengikuti adiknya dari belakang dan membuat senyuman yang sangat mengerikan.
{kau seperti biasa Maura, Bocah yang sangat polos sekali. itulah yang aku suka dari dirimu.}

KAMU SEDANG MEMBACA
Invincible God Emperor
FantasyCerita dimulai ketika seorang pemuda yang sedang bermain sebuah game Magic God New World, sebuah game yang dibuatnya sendiri demi kepuasan dan kesenangan untuk dirinya sendiri. Tak disangka dirinya berpindah kesuatu dunia bersama dengan akun dan kar...