Hanya untuk melunasi hutang kedua orang tuanya, Freya rela menjadi simpanan dari Arion, dan berakhir dirinya menjadi istri kedua.
•••
"nak, kamu dapat uang sebanyak ini dari mana?"
"Ayah gak perlu tau, yang terpenting sekarang hutang ibu sama ayah...
Baru saja masuk, Freya sudah disambut begitu ramah oleh pemilik restoran, tapi tunggu... Bukanya pria pemilik restoran ini, pria yang memarahinya, saat Freya menyajikan kopi waktu pria ini berkunjung, di cafe tempat dia bekerja yaa... Freya ingat.. waktu itu dia tidak sengaja tersandung, dan berakhir kopi yang dia bawa tumpah, sehingga mengenai sepatu milik pria ini, saat itu Freya hampir di pecat.
"Selamat datang nyonya." Sapa pria itu.
"Ah,, iyaa." Canggung Freya.
"Anda tamu dari tuan Rion??" Tanya pria itu.
"Iya, saya emm.. saya tema-"
"Akhirnya kau datang juga." Ucapan Freya terpotong oleh seorang laki-laki yang memakai jas dengan celana bahan hitam itu.
"Permisi tuan." Pamit pria pemilik restoran itu undur diri.
"Ck.. lama sekali." Kesal laki-laki itu, dia Arion.
"Lama?? Lo ngajak ketemuan jam delapan, dan sekarang baru jam tujuh lima puluh." Gerutu Freya dalam hati.
"Ngapain diem? Ayo masuk." Sahut Rion meninggalkan Freya.
"Anj- astaghfirullah baru aja ketemu udah gini.." kesal Freya.
Melangkahkan kakinya mengikuti laki-laki itu, Freya berdecak kagum akan kemewahan restoran bintang ini.
"Sebelumnya, perkenalkan saya Arion Rafassya Atalaric, saya sedang mencari wanit-"
"Saya masih gadis." Potong Freya melarat ucapan Rion.
"Hha.. baiklah, saya sedang mencari perempuan, untuk menjadi kekasih saya." Ucap Rion menatap lurus pada Freya.
"Tenang saja, saya akan bayar berapapun yang kamu mau, asalkan kamu bisa membuat istri saya cemburu dan meminta cerai." Lanjut Rion santai.
"Berapapun?" Tanya Freya memastikan.
"Ya, berapapun."
"Saya mau, tapi setiap kita membuat istri Anda cemburu, saya ingin Anda membayar saya dua puluh juta." Ucap Freya.
"Cuma dua puluh juta??" Tanya Rion meremehkan.
"Iya, kenapa? Apa terlalu banyak?" Tanya Freya.
"Itu jumlah yang sangat kecil sayang." Ucap Rion.
"Lima puluh juta?"
"Baiklah, saya akan transfer ke kamu nanti, anggap saja itu sebagai tanda perkenalan kita."
"Ayo, kita pulang ke rumahku." Kata Rion dengan menggema tangan Freya.
"Apa?! Kau gila, bagaimana jika nanti ist-"
"Peraturan pertama, kau tidak boleh menolak ku." Sahut Rion.