EKSTRA PART 2 (rvs)

3.9K 34 0
                                        


"Dion, sini mam dulu sayang." Ucap seorang wanita yang sudah memasuki usia 26 tahun itu.



"sebentar mama." Sahut anak berusia 7 tahun itu, DION PUTRA RAFASSYA ATALARIC



"Dion." Panggil seorang pria dengan menekan nada bicaranya.


"iya iyaaaa..." Kesal anak itu lalu menghampiri ibunya, dengan bibir yang mengerucut seperti bebek.


"apa hm? mama kan udah bilang, mam dulu baru main."

Dion sama sekali tidak menghiraukan ucapan ibunya, dia hanya memeluk ibunya lalu terisak pelan.

"jangan nangis dong, masa anak cwo nangis." ucap Rion menghampiri ibu dan anak itu.

"papa diem deh, jarang ada di rumah sekalinya di rumah suka gitu sama Dion." perkataan Dion sontak membuat Rion terdiam.

Memang benar, jika akhir-akhir ini dia jarang ada di rumah. baru kemarin dia kembali dari luar kota, karena urusan mendadak. bukan hanya itu, belakangan ini dia juga sering keluar kota, setiap kali Freya menanyakan keperluan apa, Rion selalu menjawabnya dengan ketus.

"Dion ga boleh gitu, mama ga pernah loh ajarin kek gitu. minta maaf sama papa." Sahut Freya dengan lembut, namun tidak di pungkiri dia membenarkan perkataan anaknya.

"maaf papa." ucap Dion dengan tertunduk.

"sini." panggil Rion dengan menepuk pahanya.

Dion pun menghampiri papa nya itu, lalu duduk di paha besar papa nya.


"maafin papa juga ya? papa jarang pulang, jarang ada waktu buat kalian. tapi papa usahain ada waktu buat kalian okay??" ucap Rion.

"janji??" kata Dion menatap papanya.

"janji."

"besok anterin Dion sekolah ya pa? temen-temen Dion pada di anterin sama papanya, Dion kadang iri sama mereka karena di anter papanya, Dion juga mau di anterin papa ke sekola." Damn!! Freya mengalihkan pandangannya saat Rion menatapnya. setiap malam saat tidur berdua dengan Dion, anak itu selalu membujuknya untuk menyuruh papa nya pulang, namun saat Freya menghubungi suaminya untuk pulang, Rion selalu menolak dengan alasan jika masih ada kerjaan.

"yaudah, besok papa anterin ke sekolah. sekarang Dion mam dulu, terus bobo siang okay?" ucap Rion tapi mendapat gelengan dari anaknya.


"Dion ngantuk, mau bobo aja. mam nya nanti ya papa, mama." Freya pun mengangguk lalu mengambil alih anaknya dan membawanya ke kamar.

beberapa menit setelah Dion tertidur pulas, Freya keluar dari kamar galaxy itu.

"sayang, mas mau bicara." ucap Rion, Freya hanya mengangguk dan mengikuti Rion ke kamar mereka.


"sini duduk."  Freya pun mendudukkan bokongnya di kasur bersebelahan dengan Rion.

"maksudnya duduk di sini." ucap Rion dengan mengangkat tubuh istrinya, dan mendudukkannya di pangkuannya.

"eh? gimana nanti kalo Dion bangun?" panik Freya.


"stttt... maafin mas yaa??? mas ada masalah kerjaan, makanya sering keluar kota. maafin mas karena sering ketus sama kamu, mas bukannya ga mau cerita sayang, mas takut kamu kepikiran. maafin mas.." ucap Rion dengan menenggelamkan wajahnya di leher istrinya itu.


"tapi dengan kamu kaya gitu aku jadi kepikiran, harusnya kamu bilang dong sama aku." sahut Freya mengelus Surai hitam suaminya.


"aku maafin kamu, asal kamu jangan gini lagi ya?? aku khawatir, tiba-tiba kamu jarang ada di rumah terus ketus, kalo sama aku gapapa, asal jangan sama Dion aja." lanjut Freya.

"iya sayang, mas janji ga bakal gitu lagi." ucap Rion lalu mengecup bibir Freya.

kecupan ringan pun berakhir dengan kecupan panas, dan membuat keduanya tenggelam akan kenikmatan itu.

"heh, masih siang." kata Freya saat Rion akan membuka baju nya.

"sebentar." Rion pun mendudukkan Freya di kasur, lalu berjalan keluar setelah itu kembali dan mengunci pintu kamar. lalu berjalan ke arah jendela untuk menutup gorden, dan menghampiri Freya di tengah cahaya remang² itu.

"kalo Dion bangun udah ada bibi, sekarang ayo." ucap Rion dengan melanjutkan kembali aksinya.

"ihhh.. masa mau siang-siang sih?" kata Freya dengan menahan suaminya.

"lagian makin hari makin bohay aja, mana bisa tahan mas tu hihi.." sahut Rion dengan menunjukan gigi rapihnya.

"tapi sebentar ya?? takutnya Dion nyariin."

"berisik ah."

"ahhhhh.... sakit ihhhh." teriak Freya saat Rion menggigit putingnya.

"sayang ko makin gede sih." kata Rion dengan meremas-remas payudara istrinya yang kenyal itu.

"ko wajahnya merah?? masih malu ya?? haha..." sialan, Freya menutup wajahnya yang merah itu dengan tersenyum-senyum.


"apasiii ahhhh...." desah Freya saat tangan suaminya meraba area intimnya.


"mas ga tahan sayang, masukin ya." dengan cepat Rion memposisikan miliknya di depan milik istrinya.

"shhhh.... emmmmhhhh... mashhh...."

"ahhhhh... makin enak aja sayang."

"main cepet atau-"

"cepet aja." potong Freya.

"yaudah nih."

"ahhh... ahhhh... ahhh... mashhh..."


bunyi penyatuan yang khas dan desahan pun memenuhi ruangan itu, 2 suara yang menciptakan suasana nikmat itu berlangsung selama 3 jam. selama itu, keduanya merasakan kenikmatan itu kembali setelah 5 bulan lamanya mereka jarang memiliki waktu.


"sayang, tetap sama mas ya? jangan pernah tinggalin mas eungghhhh..."


"ahhh... iyaahhhh... love you."

"love you more baby."











TAMAT.


•••••






HALLO, APA KABAR???



1 TAHUN LEBIH BARU COMEBACK LAGI EAAAA...



AKHIRNYA CERITA INI SELESAI JUGA HIHI..
MAKASIH 3K VOTE NYA, AKU GA NYANGKA SAMPE BANYA YANG BACA/VOTE  GINI..



MAKASIH JUGA UNTUK YANG NUNGGU CERITA INI!!!


TAPI... ADAKAH YANG NUNGGU??? ATAU UDA LUPA NII😅


YANG NUNGGU →→



YANG LUPA →→


JANGAN LUPA VOTE, DAN KOMEN OKAY.

(tandai yang typo plis)

SEE YOU DI CERITA BARU AKU NANTI👋🏻👋🏻👋🏻

Istri Kedua (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang