THE DEEPEST FEELING
The softest action
"Masih dengan Woozitalk di 84,6 FM how are you peeps—" suara radio silih berganti seiring tangan jungwon yang sibuk menggonta ganti channel radio dengan gusar. Ia khawatir.
Ia duduk diatas kursi kemudi mobil sejak 15 menit yang lalu. Menunggu jake, sahabatnya.
Jake pergi ke pesta yeonjun dan berjanji padanya ia akan pulang pukul 9. Sekarang jarum jam menunjukan pukul 10.15 dan batang hidung jake belum terlihat sama sekali.
Kini jungwon memberhentikan mobilnya didepan halaman rumah yeonjun yang dibludaki mobil mobil yang parkir.
Ia menekan tombol dial lagi dan lagi, berharap jake mengangkat telpon, namun nihil. Rasa cemas mulai menumpuk di dadanya. Karena ia bersumpah jake adalah manusia paling ceroboh ketika mabuk.
Bagaimana kalau ia tak sadarkan diri? Bagaimana kalau ia masuk rumah sakit karena terlalu banyak minum? Bagaimana kalau ia mabuk berat kemudian bercinta dengan mantan pacarnya yang brengsek—oh sial jungwon tidak tahan lagi.
"Tut... tut... tut... Nomor yang anda tuju tidak—"
Jungwon menghela nafas, suara penyiar radio menjadi satu satunya pemecah hening saat ini. Kesabarannya semakin menipis
"Cuaca kota Desmon malam ini diperkirakan akan hujan deras, pastikan and—" radio dimatikan secara tiba tiba oleh jungwon.
Ia meraih handphonenya dan melompat turun dari mobil truk yang ia pinjam dari Mark, seniornya di asrama.
•
•
•
Jungwon masuk kedalam rumah yeonjun yang dikerumuni puluhan siswa sma yang saling bertubrukan satu sama lain akibat space yang kecil. Berulang kali jungwon berjengit saat ia rasa lengannya bersentuhan dengan kulit kulit yang basah oleh keringat. Oh Tuhan ia harap ia bisa cepat keluar dari sini.
Disana ia melihat yeonjun, berdiri diatas sofa, melantunkan lagu Just A Lil Bit oleh 50 Cents yang diputar keras keras. Jungwon menyusuri lautan manusia yang mengelilingi yeonjun. Berusaha mencari celah.
Dan disana ia berdiri sejajar dengan lutut yeonjun, ia menarik ripped jeans seniornya itu dengan pelan. "Kak Yeonjunie"
Yeonjun mendongak kebawah, mendapati seorang laki laki dengan piyama menarik celananya seperti anak hilang.
"Oooooh babyyyy!"
Oh tidak, yeonjun mabuk.
"Kakak lihat jake tidak?" Jungwon berusaha melafal tiap kalimat sebesar mungkin di mulutnya, karena ia tahu yeonjun kesulitan mendengarnya ditengah bisingnya musik dan orang orang.
"Jake?" Tanya yeonjun memastikan.
Jungwon mengangguk.
"Kau mencari jake?" Suara dibelakangnya menyahut. Dan jungwon mengenal suara ini dengan baik.
Ia berbalik mendapati heeseung, Lee Heeseung. Ingat mantan pacar jake yang brengsek? Dia lah orangnya.
"Jake di lantai atas, dia tidur pulas setelah mabuk"
Jungwon menatap heeseung lama, lama sekali sampai heeseung harus berpura pura berbicara pada orang lain. Heeseung tahu jungwon kurang suka padanya.
Tak membuang waktu jungwon pergi ke lantai atas, tentu dengan tubuhnya yang berulang kali tergencet dalam kerumunan manusia.
Seperti bumi dan langit, lantai atas begitu sepi dan tenang. Hanya suara musik dari lantai 1 yang samar samar terdengar.
Lantai atas hanya diisi 4 kamar dan sebuah akuarium ikan dipojok ruangan. Tidak banyak furnitur yang dipajang.
3 pintu dibiarkan terbuka karena ruangannya yang kosong. Otomatis, jungwon pergi menuju pintu terakhir di ujung yang tertutup rapat. Aneh, kenapa hanya pintu ini yang dicat hitam? Sisanya berwarna cokelat kayu.
Jungwon mengetuk pintu 3 kali kemudian memutar kenop pintu.
"Loh?"
Bukan jake yang ditemukan, bukan juga sebuah ruangan, melainkan sebuah hutan yang diguyuri hujan deras.
"Jungwon!"
Itu suara jake!
Suaranya datang dari arah hutan, tanpa pikir panjang jungwon masuk kedalam pintu.
Namun ada 3 hal yang tidak disadari oleh jungwon.
3. Ia sedang berada di lantai 2.
2. Rumah yeonjun berada ditengah permukiman.
1. Dan jam sudah menunjukan pukul 11 malam.
TO BE CONTINUED
KAMU SEDANG MEMBACA
ORISON; JAYWON
Fanfiction'Jungwon selalu tertidur pukul 11 malam.' Warning! Adult scenes! c ruscusju
