🍁Chapter Fôųř🍁

734 66 3
                                        

Aku Hanya Memilikimu

Pembubaran harem adalah hal yang jarang terjadi. Tapi itu adalah hal yang menunjukkan seberapa cintanya sang kaisar kepada permaisuri.

Para selir di harem sudah seperti cacing kepanasan. Api cemburu membanjiri halaman harem. Setelah tersebarnya berita, kaisar lalu menyuruh para selir berkemas dan meninggalkan harem.

"Aku ingin bertemu yang mulia, lepaskan aku... lepaskan aku..." suara jeritan terdengar dari gerbang.

"Siapa itu" tanya Qian Yibo kepada pelayan yang menuangkan teh untuknya.

"Selir Liu Zhou, ingin bertemu yang mulia"

"Aku atau yang mulia kaisar"

"Hamba tidak tau yang mulia"

"Kalau begitu biarkan dia masuk" sambil melambaikan lengan bajunya.

Entah sejak kapan dirinya menjadi seorang yang lelah, pilih-pilih makanan, cemburuan dan manja. Qian Yibo bingung.

Zhan Sean juga mendengar berita tentang mengakuinya Liu Zhou di depan gerbang istana milik istrinya.

Mata Zhan Sean lalu dingin. Liu Zhou adalah gadis dari Xinjiang selatan. Dia yang telah memberikan Zhan Sean racun Zero. Tapi salah satu racunnya pula yang membuat Qian Yibo memiliki rahim dan bisa hamil. Namun itu bisa di anggap sebagai kompensasi.

Liu Zhou lalu masuk dengan tergesa-gesa. Ia melihat Qian Yibo yang duduk dengan malas di kursi.

"Qian Yibo sihir apa yang kau gunakan untuk membuat yang mulia membubarkan harem" Liu Zhou sudah melepaskan moralitasnya di depan Qian Yibo.

"Luar biasa, sepertinya aku tidak sia-sia membubarkan harem" suara tepuk tangan terdengar di luar. Sosok Zhan Sean pun terlihat. "Apakah pangkat seorang selir lebih tinggi dari permaisuri yang merupakan seorang penguasa kedua setelah kaisar"

Suara ejekan milik Zhan Sean, membuat punggung Liu Zhou berkeringat dingin.

"Yang mulia" Liu Zhou membungkuk memberi hormat.

Tapi tiba-tiba tubuh Liu Zhou terbang. Zhan Sean menendangnya tanpa ampun.

"Untuk apa formalitas jika kau tak melakukannya pada permaisuri" tatapan sinis milik Zhan Sean membuat Liu Zhou tak bisa berteriak.

Tiba-tiba Liu Zhou memeluk kaki kaisar dan mengatakan: "Yang mulia aku hamil, aku tidak berbohong yang mulia"

Amarah Zhan Sean memuncak. "BAWA SELIR LIU ZHOU KE RUANG BAWAH TANAH. EKSEKUSI DIA SECEPATNYA. KATAKAN PADA MEREKA BAHWA DIA MATI KARENA TIDAK MENGHORMATI PERMAISURI" raungan suara kaisar membuat kasim dan pelayan berlutut.

Selir Liu Zhou membelalak. Ia lekat-lekat melihat wajah Zhan Sean yang memerah. Tapi lamunannya berhenti ketika ia tak lagi melihat wajah kaisar. Dan dirinya ternyata sudah di seret keluar istana giok.

"Lepaskan aku... Lepaskan aku.. Le..." suara selir Liu Zhou berhenti dengan suara tercekik.

Zhan Sean merasa ada yang salah. Benar saja ternyata Qian Yibo tertidur. Pantas saja tak ada reaksi apa pun ketika dirinya sedang marah besar. Astaga.

Apakah permaisurinya beneran itu.

Pelayan dan kasim masih berlutut dengan gemetar.

"Keluar" satu kalimat dari Zhan Sean merupakan kata-kata penyelamat bagi mereka.

Zhan Sean lalu menghampiri wajah Qian Yibo yang tertidur lelap. Zhan Sean membawa Qian Yibo ke kamar. Keduanya lalu tidur siang dengan damai.

Sambil mengusap surai rambut Qian Yibo. Zhan Sean bergumam sendiri.

"Yibo, aku hanya memilikimu sorang. Tak ada yang lain, yah meski sebentar lagi kita akan memiliki seseorang sebagai pelengkap. Di kehidupan ku ini aku akan berjanji memperbaiki semuanya"

Air mata Zhan Sean mengalir ketika menerawang ke masa lalu.

Kelopak mata Nan cantik terbuka perlahan. Mata secerah musim semi terlihat jelas. Qian Yibo melihat wajah Zhan Sean dan beralih ke sudut mata orang itu. Ada jejak air mata yang tertampung di sudut.

Tangan sehalus giok milik Zhan Sean terulur dan menghapus air mata yang tersisa. "Apa yang kau tangisi yang mulia"

Zhan Sean bingung harus menjawab apa. "Apa kau merasa aneh akhir-akhir ini" Zhan Sean sengaja mengalihkan topik pembicaraan.

Qian Yibo merenung sejenak. Ia melihat ke bawah dan mengusap perutnya yang terlihat buncit. "Aku merasa hal yang aneh, terutama ketika perutku mulai buncit. Aku berpikir, aku terlihat seperti orang hamil"

Mulut Zhan Sean berkedut mendengar kata 'hamil' dari Qian Yibo.

"Kalau kau benar-benar hamil bagaimana"

"Kalau itu benar, aku akan melindunginya. Aku adalah orang yang mengadunginya maka diriku adalah sosok ibu. Intinya apa pun yang terjadi aku akan melindungi anakku meski itu melanggar dao surga"

Mendengar ucapan Qian Yibo, terasa satu ton beban yang menimpa hati Zhan Sean terangkat. "Kalau begitu jaga dia untuk ku sayang" sambil mengecup pucuk kepala Qian Yibo.

Mata Qian Yibo membelalak. "Yang mulia, apa kau serius?"

Zhan Sean tersenyum, "Aku serius, oleh sebab itu jaga dia untukku"

Perasaan senang melonjak tinggi. Dia memeluk dan meremas tubuh Zhan Sean. Ini adalah anugrah dari surga.

"Baiklah, saatnya tidur siang"

"Um"

The Evil Emperor Fall In Love || ZhanYiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang