.
.
.
"Argh!!" Yeonjun membanting kanvas di hadapannya. Sudah hampir seharian ia berusaha menyelesaikan tugasnya tapi tangan dan otaknya sulit sekali diajak untuk bekerja sama.
"Mau mencobanya bersamaku?"
Kata-kata Soobin beberapa hari yang lalu terus saja terngiang-ngiang di telinganya, 'Anak itu gila, bagaimana bisa dia berkata seperti itu padaku?' ia berteriak dalam hati. Adik macam apa yang berani mengajak kakaknya sendiri untuk berhubungan intim? Dan lagi, dia ini pria juga?! Oke ini menjijikkan.
"Hyung.. aku cinta padamu!" kaki kecil Soobin menghampiri kakaknya dengan tergopoh-gopoh dan dengan tidak sabar mengucapkan kata-kata yang baru saja ia dengar.
"Soobin, bibirmu banyak coklat. Sini hyung bersihkan pakai tissue basah eomma" Soobin mengecap-ngecapkan bibirnya dan menjilatinya dengan wajah polos.
"Hyung, aaaku.. cinta padamu!" ulangnya lagi.
"Aku juga cinta padamu Soobin-ah, Yeonjun hyung sayang Soobin"
Mata Yeonjun terpejam, ia mengingat kembali kejadian saat Soobin masih duduk di taman kanak-kanak. Dan semenjak itu Soobin seringkali bicara seperti itu terhadap Yeonjun, sampai akhirnya Yeonjun merasa bahwa Soobin sepertinya memiliki perspektif lain terhadap kata-kata aku cinta padamu. Soobin seperti tidak bisa membedakan makna kata-kata itu terhadap teman, keluarga atau kekasih. Karena itulah Yeonjun dengan tegas melarang Soobin untuk mengatakannya sebelum dia bisa benar-benar membedakan maksud dari tiga kata itu. Dan beberapa hari yang lalu Soobin mengatakan kata-kata yang justru jauh lebih berbahaya, dan lebih parahnya adalah Soobin pasti tahu apa maksud perkataannya.
Sudah sejak seminggu lalu Soobin menantangnya dengan kata-kata yang membuat Yeonjun bergidik dan hingga saat ini Yeonjun sama sekali tidak dapat menyingkirkan itu dari otaknya. Namun jika boleh jujur sebenarnya ada perasaan berdebar saat Soobin mengatakannya, bukan berdebar karena takut tapi berdebar karena excited. Tunggu, Yeonjun bilang excited? Tidak-tidak lupakan itu. Yeonjun tidak gila, ia bahkan tidak pernah mengindahkan hubungan inses, sesama jenis pula, apalagi mempraktekkannya dalam kehidupan pribadinya. Ini gila.
Dan sudah hampir seminggu ini Yeonjun berhasil menghindari terlalu banyak kontak dengan Soobin. Sebenarnya bukan Yeonjun sih yang menghindari Soobin, tapi Soobin yang memang sedang sibuk dengan tugas kuliahnya karena akhir bulan nanti dia akan menempuh ujian akhir semester. Jadi mau tidak mau Soobin tidak bisa lagi sering-sering menjemputnya.
Ketika Soobin juga Yeonjun di rumah, Yeonjun akan melakukan apa saja untuk membuat Soobin menjauh darinya seperti mengajak Beomgyu dan Minjeong ke rumah untuk mengerjakan tugas, memanggil guru privat dengan alasan memperdalam kemampuan softwarenya, tidur karena kelelahan atau melakukan hal-hal bermanfaat seperti beres-beres rumah hanya untuk terlihat sibuk. Entah sampai kapan ia harus melakukannya.
.
.
.
.
Detak jarum jam terdengar menggema di tiap sudut ruang kediaman keluarga Choi. Entah mengapa malam terasa begitu hening, bahkan suara jangkrik yang biasanya terdengar pun tidak lagi mengalun. Yeonjun menangkupkan selimutnya hingga menutupi pipinya yang beku karena udara yang dingin, padahal AC kamarnya sudah ia matikan sejak sejam yang lalu. Mungkin karena hujan lebat sejak tadi siang yang membuat udara terasa begitu dingin.
Sayup-sayup ia mendengar suara langkah kaki. Ada seseorang masuk ke kamarnya, tapi perasaan nyaman yang hinggap di hatinya memberi sinyal bahwa yang masuk ke kamarnya adalah Soobin. Matanya terlalu letih untuk membuka dan memastikan bahwa yang datang memang adiknya. Jadi Yeonjun memutuskan untuk tetap memejamkan matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ares & Aphrodite [Soobjun]
RomanceAres dan Aphrodite dalam mitologi Yunani adalah dewa dan dewi yang lahir dari buih ombak yang sama, beberapa orang mengenal mereka dengan sebutan Demos dan Venus. Mereka kakak beradik yang terlahir rupawan, tinggal di taman firdaus dan menjadi kesay...
![Ares & Aphrodite [Soobjun]](https://img.wattpad.com/cover/324353128-64-k817629.jpg)