6

844 55 5
                                        

[Form of sympathy?]

Jauh sebelum insiden pembantaian keluarga Tachibana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jauh sebelum insiden pembantaian keluarga Tachibana.

Kakucho dengan entengnya mendorong meja, membuat barang diatas meja berserakan kemana-mana.

"Dia bukan tipe yang mudah menyerah". Samsak yang ada disamping Kakucho hancur hanya dengan sekali tinju, "dan bukan tipe mudah menyerahkan dirinya begitu saja". Tangan nya tidak berhenti meninju samsak lainnya.

"Kau tau pasti seluas apa kelompok di wilayah yang dibangun Mikey? Dia pasti masih ada disekitar sini", Sanzu menghentikan tinjuannya, menatap Kakucho dengan wajah penasaran.

"Hahh..., biar ku perjelas, pagi kemarin Michi bersama Mitsuya, lalu selanjutnya dengan Draken, tapi saat Draken meninggalkan Michi di teras untuk mengangkat telepon, Takemichi sudah tidak ada, kau pun juga ada disana waktu kejadian, apa tidak merasa janggal? Michi belum bisa jalan", Sanzu mendengar Kakucho dengan baik, ia memilih duduk didepan Kakucho, raut wajahnya seakan mengatakan untuk meneruskan perkataan yang membuat Kakucho sangat yakin kalau Takemichi belum meninggalkan wilayah mereka (Mansion B - Shibuya).

Sebelum Kakucho dan Sanzu meributkan tentang keberadaan Takemichi, Mitsuya dan Draken menemani Takemichi diruangan tempat mereka 'anggota' biasanya berkumpul, saat itu jadwal Mitsuya dan Draken, namun tampaknya mereka sengaja membiarkan Takemichi beristirahat melakukan hal 'itu'.

Melihat tubuh Takemichi yang lemah, membuat mereka tidak terlalu memperhatikan tempat yang terbuka seperti jendela, atau pintu semuanya tidak terkunci, Takemichi tidak akan berusaha untuk kabur.

Tapi mereka salah, pemuda itu tidak pernah menyerah, tekadnya begitu kuat, jika dibandingkan dengan tentara yang menghadapi beberapa tembakan, tidak sebanding dengannya yang beberapa kali mengalami luka fisik, walaupun sudah dipukul dan dibuat pingsan beberapa kali, ia tetap tidak menyerah untuk keluar dari Neraka.

"Dia tidak mengetahui sama sekali jalan keluar dari sini, aku pikir dia bersembunyi disuatu tempat yang jarang kita tempati", Kakucho berjalan kearah ruang penyimpanan samsak, ia berdiri cukup lama disana, tentu Sanzu merasa digantung dengan ucapan Kakucho, jelas Sanzu tidak bisa mengingat ruangan mana yang tidak sering dikunjungi anggota lain,

"Kakucho kau tau siapa penghianat yang membiarkan Takemichi kabur waktu dia terjebak diantara teras?"

Jelas Kakucho tau, itu mudah di tebak, seseorang yang selalu menemani Takemichi setiap saat, tidak ingin Takemichi ikut bertarung karna takut ia terluka, tentu saja Kakucho tau.

"Demi tuhan Kakucho kutuk saja aku agar kau bisa menjelaskan dengan benar", saat itu juga Kakucho membuka pintu tempat penyimpanan samsak dan disitulah ia melihat Takemichi tertidur dengan kaki yang di rapat, menutupi tubuh yang gemetar tak karuan, serta rambut yang berantakan.

"Bajingan kecil ini, hah! dia bersembunyi disini", saat Sanzu hendak menghampiri Michi, Kakucho mendorongnya menjauh, bukankah tindakan Sanzu akan memperburuk keadaan?, pria malang itu, bersembunyi diruangan yang sempit, dengan kedua tangan memeluk tubuh kecil nya dengan erat, melihat keadaan Takemichi seperti terperangkap didalam kandang hewan karnivora.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 02, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Don't run please (AllxTake)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang