1

6.3K 474 235
                                        

Hallo pencinta Takemichi.

Apa kabar sayang, udh lama ya aku ga nyapa kalian, biasa nya nyapa di saat aku up. Nah sesuai bio aku, si Novel Don't run plis ini bener-bener aku revisi/rombak.

Bukan cuma cara penyajiannya tapi alur cerita juga agak aku ubah, karena aku buat novel ini disaat aku masih belajar, jadi rada bertele-tele dan banyak typo.

Aku harap kalian dapat memahami kekurangan aku, yaitu penyampaian kalimat atau paragraf yang amburadul, belum 100% sempurna/mudah di pahami 🙏🏻

Untuk alur tadinya mau aku pecah jadi teka teki gitu, tapi ada beberapa yang dm aku pribadi minta udh dijelasin bagian yang tidak mereka ngerti. Aku paham emang agak susah buat ngerti alur nya. (itu tujuan aku bikin novel hehe)

Aku sengaja menyampaikan alur nya maju mundur, tapi kaya nya tidak bisa dinikmati sama kalian yang nge-dm I'm sorry... jadi langsung ku tata semua aja alur nya tanpa teka teki.

Publish : 5 September 2021
Durasi Revisi : 1 Januari - 3 September 2025 

Happy reading.

◍◍◍◍

Peringatan!

Mohon bijak dalam membaca, novel ini khusus untuk anak diatas 18 tahun.

Ada sedikit modification dari alur yang asli, karakter punya Ken wakui.

Kunci pintu, jendela, dan jangan lupa kunci juga hati ku pada mu. Cihuyyy...

◍◍◍◍

Mimpi yang buruk terus berdatangan disetiap tidur yang seharusnya dapat menenangkan pikiran dan tubuh, malah menjadi sesuatu yang sangat mengerikan, entah sudah berapa malam yang ia lewatkan, mimpi itu terus memunculkan trauma. Kapan mimpi ini berakhir, apakah harus menggunakan kekerasan seperti, mengakhiri hidup? bukan itu yang ingin ia pikirkan, hanya saja, saat ini hanya itu yang terbentang dipikirannya.

Mimpi itu... sama persis dimana ia duduk saling berhadapan, seorang pria berpakaian jas rapih dengan aura hitam dibelakangnya, namun anehnya wajah pria itu selalu terlihat memperhatikan dirinya dengan raut wajah yang tenang.

Untuk apa hidup seperti ini, kehidupan nya sama dengan matian, terasa hampa sehingga hati tidak dapat berkata-kata lagi, dan sampailah pada kalimat terakhir yang ia katakan, "Aku tak bisa lagi merasakan nikmatnya mengenang sesuatu. Rasa itu sudah diambil dariku, karena aku sudah tak punya seseorang lagi untuk dikenang." saat itu, hari kematian satu-satu nya orang yang tersisa dalam hidupnya setelah kematian kedua anggota keluarga lainnya satu tahun yang lalu, kini hanya tersisa satu, namun lagi-lagi gugur di hari dan tanggal yang sama.

Ulang tahun nya, 25 Desember.

Mengingat kembali kenangan itu membuat air mata meluncur begitu saja, sampailah dimana ia memikirkan bagaimana cara menghilangkan semua kesedihan dan keterpurukan ini, karena bukankah berdiam diri dan meratapi nasib tidak akan merubah apapu, meski sekarang ia dinobat sebagai anak yatim piatu bukan berarti akhir dari kehidupan, memang ada banyak kepahitan yang tersimpan didalam, namun tetap saja, apapun itu masalah nya tidak baik untuk meratapi seseorang yang sudah tiada.

Dalam waktu kurang lebih 2 minggu ia membersihkan kamar yang kini terlihat usang dengan sama menumpuk disetiap sudut tembok, mungkin kebebasan ini akan membantunya dalam menuju tangga kedewasaan. Bekerja paruh waktu, memang tidak semudah yang dibayangkan, hanya itu yang dapat membuatnya tetap bertahan hidup.

Maka dari itu ia memutuskan untuk memilih sekolah terpencil di Tokyo. Kegiatan dalam pertahanan hidup dimulai dengan membersihkan seluruh perkarangan rumah, lanjut dengan men-survey sekolah yang saat ini mencakup biaya didalam tabungan milik orang tua, awalnya ia sama sekali tidak tertarik, karena sekolah tersebut tampak sangat tua. Melewati papan informasi siswa baru yang kini sudah terisi penuh. Mata biru gelap itu berbinar-binar saat ke empat nama orang yang ia kenal terpampang jelas disana.

Don't run please (AllxTake)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang