[Everything will seem unreal, but the reality is real]
🕟🕑🕑
Masih dihari yang sama saat kejadian dimana Shinichiro dan Taiju memergoki Mikey dan Draken dikamar Motel (rumah ayah angkat Draken), Shinichiro dan juga Taiju mengetahuinya karena seseorang memberi tau mereka kalau Mikey dan Draken mencoba untuk memperkosa Takemichi di Motel tempat Draken.
Siapa yang memberi tau Shinichiro? Tentu jawabannya Ayah angkat Draken, yang sempat mengantar mereka serta memberikan kamar, Shinichiro datang dengan terburu-buru, ia tidak ingin Takemichi dikotori oleh adiknya sendiri, yang ada dipikirannya hanya itu sehingga tanpa berpikir panjang ia mengajak Taiju untuk membantunya membawa Takemichi yang katanya sudah dipengaruhi obat.
Untungnya, pemerkosaan itu belum sempat terjadi. Sebenarnya ayah Draken memperbolehkan Draken untuk berbuat 'itu' jika sudah besar nanti, dan melakukannya dengan orang yang Draken cintai tentu saja. Bamun siapa sangka yang anak angkat ya sukai bukanlah wanita cantik, melainkan seorang anak laki-laki.
Diperjalanan Shinichiro terus membenarkan posisi Takemichi, pria mungil itu menggeliat tidak nyaman karena masih terpengaruh obat itu. Beberapa menit kemudian mereka sampai di bengkel, Shinichiro, Taiju memarkirkan motornya didepan toko lalu mengambil ahli Takemichi dari gendongan Shinichiro.
"Tempatkan Takemichi di kamar tengah, aku ingin membeli beberapa obat dan makanan" Taiju menurut lalu segera membawa Takemichi memasuki Bengkel.
Sebelum benar-benar berangkat seseorang berlari kearah Shinichiro lalu memanggil nya. "Kak Shin siapa yang baru saja kalian bawa?" Shinichiro reflek menatap anak yang ada didepannya itu dengan senyuman, tangan nya diarahkan ke kepala lalu mengusap kepala anak itu.
"Nanti ku jelaskan, apa tugas mu sudah selesai Inupi?" Tanya Shinichiro. Pria bernama Inupi itu menggelengkan kepalanya. "Belum, Koko memintaku memperbaiki sepeda motornya jadi tertunda"
"Deadline nya tetap minggu, jangan mengeluh" saat Inupi ingin protes Shinichiro langsung melajukan motornya, meninggalkan Inupi sendirian disana. Kalau diingat lagi Inupi jadi penasaran siapa pria kecil yang mereka bawa ke bengkel.
Shinchiro berencana untuk keluar untuk merokok namun tiba tiba Taiju masuk tanpa bersuara membuat Shinchiro terkejut, "Bajingan, kenapa langka mu tidak bersuara" Taiju tidak menggubris kekesalan Shinchiro, ia lebih mementingkan Takemichi yang memerlukan obat penenang agar tidur nya tidak terganggu.
Inupi ikut masuk kedalam toko, melewati motor-motor serta ruang negosiasi, lalu sampailah ia di ruang tengah, dimana disana tempat biasa nya para pegawai (Shinichiro, diri nya, Waka dan Takeomi) beristirahat.
Dikasur ada seorang pria yang tengah tertidur nyenyak dengan nyaman dengan Taiju yang berada disampingnya sedang mengelus pelan jidat hingga kepala Takemichi. Disamping kasur terdapat baju serta pakaian dalam seseorang dan piyama yang dikenakan pria itu milik Shinichiro, jujur dimata Inupi baju itu lebih besar dari tubuh Takemichi.
"Kak Taiju, Takemichi. Apa terjadi sesuatu?" Taiju berdiri dari duduk nya meletakan obat dan makanan yang ia beli didekat meja tempat tidur Takemichi.
"Inupi temani dia sebentar aku ada janji dengan Koko"
"Hmm aku tau, Koko menunggumu didekat stasiun" Tak lama Taiju meninggalkan Inupi bersama Takemichi, entah kenapa Inupi nyaman melihat Takemichi bahkan tangannya ingin sekali mengelus kepala Takemichi seperti yang Taiju lakukan.
Sosok yang ada didepannya ini tampak sedikit berantakan, leher nya mulai mengeluarkan keringat karena badannya masih panas. Saat itu Inupi langsung mencari tissue lalu mengelapnya dari bagian leher sampai ke dada, "Nghh..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't run please (AllxTake)
Roman d'amourSudah direvisi. Sifat Takemichi yang baik hati nan selalu peduli pada orang lain, membuat mereka tertarik. Karena rasa suka mereka pada Takemichi yang semakin hari semakin besar, sampai saat dimana mereka kesal melihat Takemichi bermesrahan dengan p...
