2

388 52 2
                                        

Las Vegas

Siapa yang tak mengenal Las Vegas? Kota yang dipenuhi dengan kemewahan, surga bagi para pendosa. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kota ini menjadi salah satu kota 'terliar'. Kota yang dijuluki sebagai ibukota hiburan dunia, yang terkenal karena sujumlah tempat perbelanjaan, resor kasino, serta tempat hiburan sejenisnya. Tak sedikit pula orang yang melakukan transaksi ilegal, pertemuan antar mafia, bahkan sampai pasar gelap.

Seperti bangunan yang satu ini, jika dilihat dari luar, bangunan ini terlihat seperti kasino pada umumnya. Namun, jika kalian memiliki akses khusus, maka para pelayan akan memandu kalian ke tempat rahasia. Tempat yang digunakan beberapa kali dalam setahun, tempat orang-orang 'khusus' melakukan pelelangan. Apapun akan dilelang di tempat ini, dari mulai permata, perhiasan, barang antik, barang asli bersejarah, hingga manusia.

Kursi-kursi undangan mulai di isi oleh si pemilik nama. Ruangan mulai dipenuhi oleh manusia manusia dari berbagai golongan. Acara sebentar lagi akan segera dimulai.

Di lain tempat, seseorang baru saja masuk ke dalam kasino yang sama. Pria tinggi dengan postur tubuh proporsional, memiliki air wajah yang tegas dengan bibir tipis, hidung mancung, alis lurus serta mata elang berwarna abu. Wajahnya sangat tampan seperti titisan dewa yunani, memiliki kulit putih pucat layaknya giok. Namun dibalik parasnya yang terlihat seperti dewa, pria itu memiliki sifat layaknya seorang iblis atau orang-orang lebih suka menyebutnya Hades.

Oh Sehun— pemimpin Black Typhon, mafia asal Perancis yang menguasai perdagangan Eropa Barat. Bergerak di bidang persenjataan dan barang-barang bersejarah, ia juga memiliki kasino di beberapa negara. Walaupun Sehun  menguasai perdagangan di Eropa, bukan berarti ia memiliki banyak sekutu. Karena ia keturunan Asia-Eropa, membuat banyak orang tak menyukainya. Keturunan yang bukan sepenuhnya eropa, dianggap tak pantas memimpin orang-orang eropa. Sudah berapa banyak musuh yang mencoba menggulingkan bahkan  membunuhnya, tapi sudah berapa banyak juga Sehun lolos dari serangan tersebut.

Bruk

"Lo siento! (I'm sorry!)"

Sehun menatap ke belakang, melihat seseorang yang baru saja menabraknya. Orang itu meminta maaf tanpa berhenti atau membalikkan tubuhnya sedikitpun. Pria tan berambut coklat gelap, dengan tinggi yang menyamai pelipisnya, memakai kemeja putih kebesaran, celana hitam ketat yang mengintip dari balik kemeja transparan, serta memakai sepatu boots panjang, membuat kaki pria itu terlihat semakin jenjang.

"Lord?"

Sehun mengalihkan pandangannya, menatap tangan kanannya, lalu mengangguk pelan. Memberi perintah kepada tangan kanannya untuk kembali melanjutkan langkah mereka. Namun, saat ia akan melangkah, Sehun merasakan sesuatu di telapak tangannya.

Help me!

Alisnya menukik melihat tulisan di dalam secarik kertas tersebut. Menatap beberapa saat, sebelum akhirnya memasukkan kertas tersebut ke dalam saku jasnya dan melangkah masuk menyusul yang lainnya. Saat memasuki ruangan, acara pelelangan telah dimulai. Pria tampan itu langsung mengambil posisinya duduk di kursi kosong yang telah disiapkan untuknya.

"You're late."

"But it's not too late for good stuff, right?" Sehun melirik ke samping, saling melayangkan tatapan dengan pria di sampingnya.

"Barang selanjutnya yang kita miliki benar-benar sangat menarik dan sayang untuk dilewatkan." Suara dari atas panggung berhasil membuat kedua pria itu saling memutuskan kontak mata satu sama lain.

"Namun, sebelum kita melihat dengan jelas barang tersebut. Ada baiknya kita melihat penampilan yang satu ini."

Sehun mengangkat satu alisnya. Pertunjukan? Selama seumur hidupnya ia mengikuti acara pelelangan, baru kali ini ada pertunjukan di tengah acara. Bahkan tak hanya Sehun, kebanyakan orang yang ada di sana terlihat bingung saat mendengar adanya pertunjukan.

Dark HorseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang