7. pil merah ⚠️

836 54 9
                                    

"Kak bangun kak.."

Minho membuka mata perlahan, mencoba sadar sepenuhnya

"Ughh.." rintih minho. kepalanya terasa pening

"G-gue masih di uks?"

Yang di tanya menggagguk "untung gue kesini ngecek ruangan, kalo gak mungkin kakak bakal ketiduran disekolah sampe besok"

Minho melihat tanda hijau pada lengan lawan bicaranya, yang menandakan anak kelas 1 yang merupakan adik kelasnya.

Merasa diperhatikan minho, sang lawan bicara menggaruk tengkuknya dengan canggung .

"Gue jeongin kak, anak palang merah"

"Oh . gue minho"

Yang diajak bicara hanya mengangguk .

"Oh iya lo, liat jisung ga?"

"Jisung siapa?.. kak jisung? Yang sering masuk uks itu?"

"Iya" balas minho.

"engga, pas gue kesini tinggal kakak aja yang ada diruangan" jawabnya

Minho ditinggal sendirian. Sial

Minho berdri "yaudah makasih ya, gue balik du- ah!"

Minho menggenggam erat besi kasur untuk menjaga keseimbangan tubuhnya, entah berapa banyak jisung mengisap darahnya. Tubuhnya terasa sangat lemas

"Kakak gapapa? butuh obat? Muka kakak pucet banget soalnya" Tawar jeongin.

"Gapapa.. gue cabut ya"




...💊




Minho ingin bersekolah untuk menemui jisung. Menanyakan perihal mereka tetapi menggerakan kaki saja dirinya tak mampu

Saat kemarin sore minho pulang, tubuhnya memang terasa remuk juga lemas. Beristirahat mungkin adalah obatnya

Tetapi saat bangun tubuhnya demam tinggi hingga membuat sang ibu khawatir dan mondar mandir untuk mengganti kompers anak semata wayangnya tersebut

"Minho obatnya jangan lupa diminum, mama sama papa tetap harus kerja. Malam nanti panaskan aja makanan yang sudah mama sediakan kulkas. kami sepertinya akan pulang larut"

"Oke ma"

Setelah mengelus pucuk kepala sang anak, wanita cantik itupun keluar dari kamar.

Setelah sang ibu pergi minho kembali menutup matanya dan tertidur.




"Minho~

"Minho!"

Sebuah suara asing semakin jelas memasuki indra pendengaran minho. Betapa terkejutnya minho saat membuka mata yang dilihatnya adalah seseorang yang selama ini dipikirkanya.

"Ji-jisung?! Gimana bis-

"Gue masuk lewat sana.. maaf~" ucap jisung menunjuk jendela kamar minho yang pecah.

Pantes aja kamar minho terasa dingin, seingatnya dirinya tidak ada menyalakan pendingin ruangan.

"Lo-nya gapapa?"

red eye | MINSUNG Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang