05.

2.2K 208 19
                                        

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻



Berbulan bulan berlalu, Mark tak pernah mengabari kekasihnya yang masih di Korea, dia hanya sibuk dengan tournya di Eropa sana.

Jujur saja, jika ditanya apa dia rindu dengan haechan jawabannya adalah iya, dia sangat merindukan kekasih mungil nya itu.


Seperti hari ini, dominant itu dengan tidak sabar nya berjalan dengan cepat saat keluar dari bandara.

"Hyung.. aku akan langsung ke apartemen ku, bisa tolong bawakan barang ku?" Ucapnya pada taeyong sang leader dari grupnya.

Taeyong mengangguk dengan senyum yang merekah di bibirnya, dia tau maknae di grupnya itu pasti ingin menemui kekasihnya.

"Aku akan memberitahu maneger-nim jangan khawatir makeu!" Teriak taeyong melambaikan tangannya pada Mark yang berlari menjauhi mereka.

"Dia mau kemana?" Tanya Johnny yang dari tadi berdiri di samping taeyong.

"Ke apartemen nya, sudah ayo.." ucap taeyong kemudian berjalan mendahului anggota nya.

Jaehyun menghembuskan nafasnya pelan saat melihat kepergian taeyong, semenjak hubungan mereka berakhir taeyong seakan menghindar dan tak mau lagi bertegur sapa dengannya di luar masalah perkerjaan.

"Tidak apa apa.. dia hanya membutuhkan waktu" ucap yuta menepuk bahu belakang jaehyun.


Di dalam mobil kaki Mark terus bergerak seakan tidak sabar untuk bertemu dengan kekasih nya.

Mobil taxi itu terhenti di depan sekolah haechan, Mark dengan Hoodie berwarna hitam itu turun dengan kacamata dan masker yang menempel.

Langkah pemuda itu terhenti di depan bohon besar sekolah itu, yang mungkin setengah jam lagi bel pulang sekolah akan berbunyi.

Dan benar saja tak butuh waktu lama bel berbunyi, para siswa dan siswi berhamburan keluar dari sekolah.

Bibir dominant itu tersenyum saat melihat haechan melangkah keluar sekolah dengan wajah masamnya.

Mark berjalan mendekatinya dan langsung mengandeng nya, haechan yang merasakan seseorang memegangnya lantas terkejut.

"Hei.. ini aku" bisiknya dengan pelan menatap submisive itu.

Mata haechan membola saat melihat Mark dari balik masker itu. "Omo...!" Pekiknya terkejut.

"Makeuu....!!!" Teriaknya dengan histeris submisive itu bahkan sampai melompat ke dalam pelukan dominantnya

"Echan rindu kakakk..!!" Teriaknya bahkan dia sampai memberi beberapa ciuman di wajah kekasihnya mengabaikan orang orang yang melihatnya aneh.

"Hei..." Ucap Mark terkekeh saat mendapatkan respon yang berlebihan dari haechan.

"Kak..! Ayo pulang.. echan ada kejutan untuk kakak!" Ucapnya dengan semangat setelah turun dari gendongan Mark.

"Ayo kak...!!" Pinta submisive itu menarik tangan Mark dengan kuat.

Hingga mereka sampai rumah biasa milik seorang Lee haechan, "sini.. sini.. kakak duduk dulu..." Ucapnya mendudukkan Mark di sofa nya.

Mark tersenyum melihat tingkah kekasihnya dan memilih untuk menurut pada submisive nya.

Haechan langsung duduk di atas paha sang kekasih dan mengalungkan tangannya di leher Mark. "kak.. ingat tidak apa yang terakhir kali kita lakukan?" Tanya haechan dengan senyuman malu malunya menatap mark


"Berhubung sex? Memangnya apa lagi?" Balas Mark sambil mengelus pinggang ramping kekasihnya.


"Benar...! Dan kakak tau..." Ucapnya menggantung kemudian membawa tangan Mark ke atas perutnya yang sudah mulai membesar



"Tada...!!! Ada baby disini..." Ucap haechan dengan senyuman menatap Mark sesekali melirik tangan Mark yang berada di perutnya.


Mark terdiam seketika saat mendengar ucapan dari haechan dengan tangannya yang terus meraba perut submisive nya.


"I-ini..?" Ucapnya tertatih seakan tak percaya dengan apa yang dia dengan dan dia pegang sekarang.


"Bagaiman bisa?" Tanya Mark menatap haechan, haechan yang di tanya begitu lantas menatap mark dengan tatapan sendunya, Mark tak menyukai berita kehamilan nya.


Haechan bangkit dari pangkuan Mark dan berdiri menatap kekasihnya. "Chan..."


"Kalo kakak tidak suka tidak apa apa.." lirihnya "kita bisa mengakhiri hubungan kita, sekarang kakak boleh pulang" ucapnya sembari menghapus air matanya yang perlahan turun.


Dahi Mark menyingit saat mendengar ucapan itu dari haechan. "Apa maksudnya bear?" Tanya Mark

"Tidak usah.. kakak pulang saja.. haechan bisa membesarkan bayi ini sendirian kok" ucapnya lagi.


Mark tersenyum kecil menatap kelakuan kekasih kecilnya itu, dia bahkan belum mengatakan apapun mengenai bayinya kan?


"Kenapa bisa berfikir aku tak menerima adek Bayi?" Tanya Mark pada haechan yang mulai sesegukan.


"Ka-karna haechan pernah lihat di drama.. persis seperti kakak hiks.. tidak apa apa kak.. hiks... Jangan menyuruh haechan untuk mengugurkan adik bayi hiks..." Isaknya.


Mark memijit keningnya pelan, ternyata ini. Kekasihnya itu terlalu banyak menonton drama.


Mark menarik kembali haechan untuk duduk di pangkuannya dengan tangan Mark yang menghapus sisa air mata haechan.

"Aku belum mengatakan apapun sayang.. aku hanya bertanya bagaimana bisa kan.." ucapnya dengan lembut pada kekasihnya itu.


"Aku tidak bodoh menyuruh mu untuk mengugurkan bayi kita.. dia anakku haechan" lanjutnya lagi menatap haechan.


"Tapi kenapa wajah kakak seperti itu hiks... Tidak mau hiks.. Hua....." Tangisnya semakin kuat saat dia menatap mata Mark yang tajam.


"Oke oke sayang... Baiklah.. baiklah.. aku minta maaf.. jangan menangis lagi hmm.., baby akan sedih melihat ibunya seperti ini oke sayang" ucapnya membujuk haechan

"Eum.. tapi belikan lumba lumba hidup, taruh di akuarium itu" ucap haechan dengan isakan kecilnya menunjuk akuarium kecil yang terletak di sudut ruangan itu.



Ahh dia tau sekarang, dia bukan berhadapan dengan haechan saat ini tapi dengan anaknya.












TBC

IDOLTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang