04.

2.2K 187 15
                                        

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Haechan terus memuntahkan kan isi perutnya dengan Giselle yang memijat tengkuk leher lelaki kecil itu dengan pelan.

"Lo salah makan ya Chan? Kenapa bisa gini sih?" Tanya Giselle dengan raut wajah paniknya.

Haechan menggeleng sambil mencuci mulutnya dengan air. "Gue gak salah makan kok.. buktinya Lo baik baik aja padahal makanan kita sama" ucap haechan dengan nafas yang terengah

Giselle menghembuskan nafasnya pelan "yakali Lo hamil, Lo kan laki laki" ucap Giselle asal membuat gerakan haechan terhenti dan menatap ke arah perutnya.

"Sel.." ucap haechan memanggil temannya itu "gue izin ya.. gue mau cek ke dokter" ucap haechan kemudian meninggalkan Giselle di kamar mandi.

"Aneh banget tu cowok" ucap Giselle memandang kepergian temannya itu.

Haechan kembali ke kelasnya hanya untuk mengambil tas nya kemudian langsung pergi dari sekolah itu.

Rumah sakit! Dia harus memeriksa ada apa dengan tubuhnya saat ini, jangan sampai apa yang dia pikirkan menjadi kenyataan.

Si mungil duduk dengan gelisah sambil meremat celananya menunggu nomor nya di panggil. Hingga tak lama nomor nya di panggil.

Haechan berjalan masuk ke dalam ruang dokter itu. Haechan menatap dokter itu ragu saat Dokter itu menanyakan tentang kondisinya, perlahan submisive itu menceritakan apa yang terjadi pada tubuhnya.

"Maaf sebelumnya apa anda pernah berhubungan badan?" Tanya dokter itu dengan lembut.

Haechan terdiam kemudian mengangguk pelan. Tak lama dokter itu menyuruh si mungil untuk berbaring dan membuka sedikit baju haechan hingga memperlihatkan perut mulusnya.

"Kita coba lihat ya.." ucap dokter itu mengarahkan sesuatu alat pada perutnya.

"Lihat ke arah monitor itu.." ucap sang dokter membuat haechan melihat ke arah yang di tujukan.

Mata haechan membola melihatnya, dia tak bodoh untuk mengetahui bahwa itu adalah janin. "Kamu tau apa artinya?" Tanya dokter itu melihat haechan.

Submisive itu mengangguk membuat dokter itu tersenyum. "Baiklah... Bicarakan ini dengan kekasih kamu ya.. saya berharap jika kamu akan mempertahankan bayi ini... Haechan" ucap dokter melirik name tag di seragam si manis.

Haechan tersenyum canggung, dirinya seakan tak percaya dengan apa yang dia dengan saat ini.

Tubuh mungil itu berjalan keluar dari rumah sakit sambil memegang amplop berwarna coklat. Dia tak tau harus bereaksi seperti apa saat ini, bahagia? Atau malah sebaliknya?

Hingga tak lama dia sampai di apartemen sederhana nya, submisive itu mengeluarkan ponselnya, dia ingin sekali memberi tahu Mark tentang semua ini namun tiba tiba dia teringat jika Mark tak memegang ponsel sama sekali disana.



Dan akhirnya submisive itu hanya mengirim pesan kepada sang dominant.





Mork Hyung❣️



Hyung.. setelah sampai di Korea segeralah mencariku.. ada yang ingin aku katakan padamu

14.25
_______




Pesan itu di tujukan untuk sang kekasih, haechan menatap pesan itu sekilas kemudian merebahkan dirinya di sofa menatap langit langit apartemen nya yang putih.


"Mama bingung harus bagaimana sekarang baby..." Lirihnya sambil mengelus perut datarnya.


"Kamu kuat didalam ya..." Ucapnya, "kak Mark... Aku merindukanmu..." Lirihnya kemudian memejamkan matanya secara perlahan.



Sementara di sisi lain, Mark dan team nya yang lain tengah bersiap untuk konsernya.

"Sedang memikirkan sesuatu?" Ucap sang leader neocity yaitu Lee taeyong.


"Hyung... Aku merindukan kekasihku" ucapnya dengan pelan. "Anak sekolah itu? Kenapa tiba tiba?" Respon taeyong.

Mark menggeleng "tidak tau hanya kepikiran saja.." balasnya dengan senyuman kecil.

"Ingin menelfonnya? Aku bisa pinjamkan ponsel manager Hyung" tawar taeyong pada nya. "Tidak usah Hyung.. nanti dia tau jika aku mempunyai kekasih" ucap Mark

Taeyong menghembuskan nafasnya perlahan "Mark.. jangan diam seperti ini terus... Kau tau perusahaan tidak akan diam jika kau ketahuan berpacaran dengan bukan.. bahkan itu sudah terjadi lama sebelum kau debut" ucap taeyong menasehati dominant kecil itu.


"Aku tau Hyung..  tapi aku benar benar tak bisa kehilangan dia.. kau tau Hyung.. haechan segalanya untukku" ucap Mark, taeyong tersenyum kecil mendengar ucapan Mark.

"Perjuangkan haechan.. jangan pantang menyerah..  aku tau kau sangat mencintainya" ucap taeyong sambil melirik seseorang yang tak jauh dari Mark.

Mark melirik arah pandangan taeyong, "Hyung.. kau masih menaruh hati pada jaehyun Hyung?" Tanya Mark.

"Huh.. Mark.. lupakan itu.. perusahaan menolak hubungan kami" ucap taeyong menepuk bahu Mark sekilas kemudian pergi dari sana menyusul yang lainnya.

Mark memandang kepergian taeyong kemudian melirik jaehyun yang masih sibuk dengan earphone nya. "Semoga tidak.." dia hanya tak mau di pisahkan dengan haechan, seperti jaehyun dan taeyong sekarang.















TBC

IDOLTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang