02.

2.7K 188 21
                                        

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Haechan berjalan menuju apartemen Mark, tangan nya membawa bingkisan yang berisi buah kesukaan kekasihnya itu.

Haechan berdiri di depan apartemen kekasihnya Dan langsung menekan pin kunci pintunya.

Pintu itu terbuka, haechan tak melihat kekasihnya di dalam, dia meletakkan buah itu di atas meja.

"Kak Mark..." Panggilnya. Tak terdengar jawaban.

Haechan pun memutuskan untuk mendekat ke kamar kekasihnya. "Kak Ma.. oh my God!" Seketika submisive itu terkejut kala seseorang memeluk nya arah belakang.

"Kak Mark....!!" Rengeknya.

"Aku merindukanmu baby..." Ucap Mark membalikkan badan kekasihnya supaya menghadapnya kemudian menenggelamkan wajahnya di celuk leher kekasihnya.

"Aku merindukanmu haechan..." Ucapnya lagi. Haechan terkekeh kemudian membalas pelukan dominannya.

"Haechan juga.." ucapnya. Mengusak wajah manisnya pada dada bidang dominannya.

"Kakak diberi cuti berapa hari?" Tanya nya mendongak menatap Mark.

"Hanya dua hari.. tidak apa apa.. asalkan aku bertemu dengan mu sayang..." Ucapnya semakin mengeratkan pelukannya bahkan kaki haechan tidak menyentuh lantai lagi.

"Aku lapar.." Adu Mark pada submisive nya.

"Kakak ingin makan apa? Biar haechan buatkan" ucap si manis.

Mark menjauhkan wajahnya menatap wajah manis yang sedang menatapnya itu. "Aku ingin dirimu" jawab Mark yang membuat haechan terdiam menatapnya.

"Tidak bisa.. Kita makan yang lain saja yaa, biar haechan buatkan.."

Si dominant menggeleng "kita sudah lama tidak melakukannya sayang.. aku ingin baby.." ucap Mark memelas.

Haechan terdiam menatap kekasihnya "takut kak..." Cicitnya dengan pelan.

"Apa yang kau takuti baby? Kita sudah sering melakukan nya" ucap Mark mengendus leher sang submisive.

"Kita akan jarang bertemu haechan.. setidaknya biarkan aku menyentuhmu" ucap dominant itu lagi.

Haechan diam memandang wajah tampan kekasihnya. "Diam berarti iya"

Tak banyak basa basi Mark langsung menggendong kekasihnya dan membawanya ke kamarnya.

Mark menidurkan haechan secara perlahan dan menindih nya. Mark memberi ciuman yang begitu ganas dan terburu buru membuat submisive itu terengah.

"Mpuahh..."

Suara itu terdengar saat Mark melepaskan ciuman haechan. Mark bangkit, dominant itu melepaskan bajunya membuat haechan mengelus saliva nya.

"Buka bajumu baby" suara berat Mark seolah menghipnotis haechan.

Tangan submisive itu terulur membuka kemeja yang di kenakan nya hingga terdengar siulan mesum dari sang dominant saat melihat dada haechan yang mencuat.

"Aku merindukan ini"

Tepat setelah mengatakan itu Mark langsung mencium dada kekasihnya tanpa aba aba membuat haechan terkejut dan dengan refleks langsung meremat rambut blonde kekasihnya.

"Euh.... Ahh..!" Desah submisive itu keluar saat Mark mengigit puting kekasihnya.

"Aku sudah tidak sabar baby.." ucap Mark kembali mencium bibir haechan melumatnya, tangan dominant itu tidak tinggal diam.

Tangan Mark membuka dan melepaskan celana kain yang di pakai kekasihnya, haechan membantu Mark dengan mengangkat pinggulnya agar celana itu terlepas dari kaki mulusnya.

Tangan Mark dengan dengan sengaja menyentuh penis mungil submisive nya yang sedang tertidur dan mengocoknya dengan pelan.

"K-kak eunghm...." Desah haechan di sela sela ciuman kekasihnya.

"Kau menikmatinya baby hmmm..."

Mark semakin mempercepat kocokan itu hingga akhirnya haechan mengeluarkan seluruh muatannya di tangan dominant nya.

Nafas submisive itu terengah, wajah haechan terlihat luar biasa sexy di mata Mark.

Mark bangkit dan menyodorkan dua jarinya pada haechan "kulum sayang.." ucap Mark dengan suara beratnya.

Tanpa berfikir panjang haechan langsung mengulum dua jari Mark dan memainkan lidahnya pada jari panjang dominant itu.

"Cukup!"

Seperti mendengar perintah submisive itu langsung melepaskan jari kekasihnya, dan dia dapat melihat jelas Saliva nya di jari kekasihnya.

Mark mengarahkan kedua jari nya pada lubang haechan dan memasukkannya

"A-aghh kak... !" Desah nya terkejut.

"Tidak apa apa.. rileks sayang.. aku hanya melonggarkan nya saja" ucap Mark dengan telaten memainkan jarinya pada lubang kekasihnya.

Hingga menurutnya sudah cukup, dominant itu langsung melepaskan celana jeans yang dia gunakan.

Mata haechan sedikit melebar saat melihat kejantanan Mark yang sudah menantangnya dengan mengacung tegak.

"Kenapa terkejut sayang.. kau sudah sering melihat ini.." ucap Mark kembali menindih kekasihnya.

"K-kak... Pelan pelan." Ucap haechan menahan Mark dengan memegang dada sang dominant.

Cup

"Aku janji" ucap Mark setelah mencium kening sang submisive.

Mark mengarahkan penisnya agar pas dengan lubang kekasihnya.

"Eunghhh...." Desah haechan menetralkan nafasnya.

JLEBB!

"Akhhh....!!/Agrhhh.!!" Desah keduanya secara serentak saat penis sang submisive sudah masuk seluruhnya.

"Aku akan bergerak" ucap Mark menggerakkan tubuhnya secara perlahan.

"Ahhhh...!! Kak Mark...!!  Iyaa.. enak..!! Ahhh...!!"

Mark tersenyum miring saat mendengar desahan nikmat sang kekasih "aku menyukai desahan mu sayang.. ahh!"

Dan siang itu, Mark menghabiskan waktu bersama kekasihnya dengan mengisi desahan yang nikmat. Dan dia yakin haechan juga menikmati nya.



TBC

Spam koment!
(No absen!)

IDOLTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang