"Kurasa kalian berdua butuh waktu untuk bicara." Matteo menyeringai tengil, menahan tawa, menatap Noah yang sedang duduk sambil menatap wajah Airin. Saat ini, mereka bertiga sedang berada di teras mess milik Noah.
Setelah keributan yang mengagetkan semua orang, sekaligus membongkar penyamaran Airin, Eliana dibawa oleh Naura dan Eve ke ruang marketing untuk mendapat penanganan. Wajahnya sempat terkenal cakaran dan kondisi rambutnya sangat berantakan.
Sedangkan Airin saat ini sudah tidak menggunakan wig dan kacamata antiknya kini patah dua karena ulah Eliana.
"Maaf atas kejadian tadi." Noah mendongak, menatap Matteo yang sedang berdiri. "Kuharap kejadian tadi tidak akan memberi penilaian buruk pada resort kami."
"It's okay, Noah. Kevin pun tidak akan menyalahkanmu. Dia pasti memahami kondisimu dan juga sikap absurd sepupunya." Matteo menyeringai, melirik Airin yang sedang menunduk. "Jika Kevin menyalahkanmu, hubungi aku." Matteo mengeluarkan dompetnya, meraih kartu namanya dan menyodorkannya pada Noah. "Aku akan membelamu."
"Thanks." Noah menerima kartu nama yang diulurkan oleh Matteo.
"Jaga baik baik sepupu kesayanganku. Kalau kau menyakitinya, biasanya Ramiro gank akan bertindak dengan cepat." Matteo terkekeh kecil namun suaranya terdapat nada ancaman "Sial, seharusnya saudara saudaraku melihat keributan tadi."
Noah menaikkan alisnya, menatap tidak percaya pada Matteo yang kembali tertawa kecil.
"Oke, I gotta go now. Take care Airin." Matteo kembali tertawa kecil, menepuk pundak Noah dan berjalan santai meninggalkan Airin dan Noah.
Keheningan menyelimuti area teras mess, sebelum terdengar helaan nafas dari Airin.
"Sorry." Airin mencicit lirih.
"Are you okay?" Noah mengangkat dagu Airin, memutar wajah Airin dan menghela nafas panjang saat melihat bekas memar samar di rahang kiri Airin.
Noah membuka kotak kecil berisi perlengkapan P3K, mengeluarkan tube kecil berwarna hijau. Dengan lembut, Noah mengoleskan gel aloe vera ke area memar di rahang Airin.
"Bekasnya mungkin akan terlihat hingga seminggu ke depan. Aku akan membelikanmu salep khusus untuk lebam." Noah menghela nafas, merapikan rambut Airin dengan jemarinya.
Noah tidak menampik, Airin memang sangat cantik walau dalam keadaan berantakan. Rambut coklat lurusnya yang lembut, matanya yang biasa ditutupi kacamata besar kini tampak jelas dan memancarkan daya tarik luar biasa.
"Why, Airin?" Noah menghela nafas panjang "Airin Maxwell..... Kenapa harus menutupi identitasmu?"
"Sorry...."
"Aku butuh penjelasan, Airin. Pantas, dari awal, kau tampak sangat percaya diri, cerdas, tidak mudah terintimidasi, ternyata karena kamu adalah Airin, Airin Maxwell yang sepak terjangnya sangat terkenal."
"Sepak terjang dalam hal apa?" Airin menatap Noah.
"Cantik, pintar, punya posisi penting dalam bisnis Maxwell dan punya sederet mantan." Noah menghela nafas panjang.
"Punya sederet mantan itu bukan prestasi." Airin meringis.
"Lalu?" Noah menatap wajah Airin yang lagi lagi mampu membuat jantungnya berdebar kencang.
"Kutukan."
"Kutukan?" Noah menaikkan alisnya, menahan senyum. Airin selalu punya sisi mengejutkan yang sayangnya memang sangat menggemaskan.
"Mereka menjalin hubungan dengan diriku, karena ada maunya. Entah itu mencari kemudahan berbisnis, menumpang nama besar Maxwell, dan sederet alasan yang mengesalkan. Mereka tidak benar benar tulus padaku." Airin menghela nafas panjang, wajahnya tampak muram.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Love Journey
RomanceBerwajah manis dengan tubuh mungil, membuat Airin mudah dikagumi dan dicintai oleh banyak orang sekaligus menjadikan Airin sangat dimanja dan dilindungi oleh sepupu sepupunya yang mayoritas adalah pria, termasuk Matteo. Namun hidup terkadang tidak...
