rahasia tetap diam tak terucap, meski hati bergemuruh berisik meminta untuk menyelami diri sang pemilik hati.
- rennala dan pernak pernik masa muda.
lavendherr, 2023.
cover from pinterest.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dua hari berlalu semenjak kepulangan Nala dari puncak, sehari setelah pulang Ia menghabiskan satu harinya itu untuk beristirahat dan tidak melakukan apapun. Nakula yang mengerti kondisi Nala pun tidak mengganggu dan hanya mengingatkan adiknya untuk makan.
Akhirnya, tiba juga di saat Nala harus bangkit dari ranjangnya yang nyaman untuk membersihkan segala kekacauan yang ada di kamar. Ia bersihkan seluruh pojok kamarnya, di temani dengan suara musik agak besar.
"Adek." Nakula memunculkan kepalanya di pintu, mengetahui adeknya yang sudah bangun.
Nala menoleh sekilas. "Kenapa?"
"Kamu mau di siapin apa buat ke-Villa?" tanya Nakula.
Nala balik badan. Dahi mengernyit bingung, "Aku belum kasih tau abang deh kayanya?"
"Eja yang ngasih tau." Nakula menyandarkan dirinya diujung pintu. "Ayo, mau di siapin apa? Abang mau di tugasin keluar soalnya."
Alih-alih menjawab, Nala justru kaget dengan ucapan abangnya ini. Setelah orangtuanya keluar kota, lalu kakak tengah yang entah di laut mana, setelah itu Nakula juga harus keluar dari kota ini?
Nala tidak ingin sendiri.
"Abang."
"Kenapa?"
Nala diam beberapa saat. Mulutnya ragu untuk mengutarakan perasaannya bahwa Ia tidak ingin Nakula pergi. Namun rakut tak di dengarkan, padahal jelas Nakula ada di hadapannya.
Nala menggeleng, "Ngga. Aku nggak butuh apa-apa, kok."
"Beneran?"
"Iya, Abang." tutur Nala pelan, lalu kembali melanjutkan bersih-bersihnya.
Nakula belum pindah dari tempatnya. Ia justru menatap lurus adeknya dan diam sesaat. "Abang cuman sampai tanggal satu. Sebelum kamu pulang, Abang udah di rumah. Kalo kamu butuh sesuatu langsung chat Abang ya."
"Pulang, ya?"
"Iya, dek."
Akhirnya, Nakula pergi setelah berpamitan ingin kekantor. Barulah Nala bisa bernafas legah dan cepat-cepat melakukan pekerjaannya hingga selesai lalu bersantai.
Nala mengistirahatkan dirinya di sofa depan kamarnya. Ia membuka handphonenya untuk melihat pesan yang terus menerus masuk sejak tadi.
barudak semprul
Aksa ingfo ingfo
Angga apaan
Bian ingfo apa tuh bg messi
Aksa gue nanya lo bedua malah nanya balik
Andra ketikan lo irit irit gitu udah tau pada tolil semua