5 : lily selalu tersenyum

87 12 11
                                        

mahardika, hafiz, jaka dan reihan masuk ke dalam rumah kost itu dengan pandangan takjub

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


mahardika, hafiz, jaka dan reihan masuk ke dalam rumah kost itu dengan pandangan takjub. lily dan joshua hanya memperhatikan mereka yang berkeliling mengitari rumah itu.

"yang kayak gini empat ratus ribu perbulan?? bro??" mahardika sampai menutup mulutnya krn takjub.

joshua menghuni kamar nomor 1, jaka menghuni kamar nomor 2, dan mahardika menghuni kamar nomor 4 bersama hafiz. sementara reihan, akan menghuni kamar nomor 3 dengan temannya, jayden.

"ini pc bisa buat main valo gak?" tanya hafiz di atas sana. lelaki itu takjub melihat sudut lantai 2.

"apa itu valo?" tanya lily.

"game gituuu." sahut naila.

lily mengangguk dengan mulutnya yang membentuk huruf o. sukses membuat jaka terkekeh kala melihatnya.

"gak ngerti game ya?" tanya jaka.

lily tersenyum hingga menampilkan deretan gigi manisnya, "hehe, enggak."

"kamar gua yang mana?" tanya mahardika pada joshua.

joshua melempar kunci pada lelaki itu. "nomor 4." begitupun dengan yang lainnya, joshua membagikan kunci kamar pada tiap penghuni.

jaka, mahardika dan reihan menyusul hafiz yang masih melihat lihat bagian sudut.

joshua menoleh pada naila yang tanpa disuruh sudah selonjoran di sofa.

"lo mau sekamar sama jaka?"

"SEMBARANGAN!" sahut naila nyaring. sukses membuat beberapa orang —termasuk yang di lantai 2— menutup telinganya.

"mulut lo." cicit joshua. "terus ngapain kesini?"

naila membenarkan posisi duduknya sembari menatap joshua sengit. "mau main aja sih, emang gak boleh? pelit!"

"ya lo liat gak ini kost cowok?"

naila menunjuk lily, "ada cewek. kalo gak ada gue, dia cewek sendirian. nanti diapa-apain sama lo lo pada."

joshua menghela napasnya, "cih, gak minat." lalu beranjak naik ke lantai 2.

"lily sini duduk." lily menurut, gadis itu duduk di samping naila. "biarin aja, dia mah emang songong bocahnye. mentang mentang kating. huh, dasar tua."

"gua denger ya, nai." sahut joshua dari atas sana.

naila bersikap acuh pada lelaki itu. lalu beralih mengajak lily mengobrol.

"rumah aku di blok sebelah. kamu kalo mau main, datang aja yah." ujar naila ramah.

lily tersenyum lebar hingga menampilkan giginya. naila sempat terdiam karena melihat betapa manisnya lily dari jarak dekat.

"rumahmu nomor berapa?" tanya lily.

"masih di blok A, tapi A23." jawab naila ringan.

lily semakin tersenyum. gadis itu mengangguk ribut sembari berujar girang, "iya, nanti aku datang."

naila menunjuk lesung pipi lily, "lucu ya kamu ada lesung pipi gitu."

"ini?"

lily tertawa, "tapi aku gak secantik naila

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

lily tertawa, "tapi aku gak secantik naila."

naila terkekeh, "bisa aje berbi lokal." naila melirik tas yang dibawa lily, "by the way, kamu bawa apa sebenernya?"

lily tersenyum miring, "ohhh ini.." sambil membuka dan menunjukkan isi tasnya pada naila,




















































yang kemudian membuat senyum naila luntur.

[1] Noxious : sharehomeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang