Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

7. Weird Situation

62 7 0
                                        

Tau gak kegoblokan apa yang Renjun alami hari ini? Gak tau? Yaudah! Renjun sama Author sendiri yang bakalan kasih tau!

Kalian inget kan kalau hari ini tuh Renjun sama Mark itu pergi ke Caffe temannya Mark, karena opening caffe temannya? Mereka berdua jalan dengan hikmat tanpa adanya kegangguan atau hal goblok lainnya. Mereka berdua tuh sampai dengan selamat, sampai Mark ini markirin motornya ditempat parkiran yang persis didepan cafe.

Nah, pas masuk ke dalam cafe, dimana Renjun ada dibelakangnya Mark, dan saat itu posisinya dia tuh lagi megangin ponselnya, guna melihat chat dari kekasihnya. Apakah kekasihnya ini udah balas chat yang dia berikan, atau bahkan membacanya. Tapi ternyata tidak ada yang berubah! Tidak ada balasan yang diberikan kekasihnya, dan bahkan pesan yang dikirimkan olehnya masih ceklis 1.

Keadaannya normal aja tuh. Renjun duduk dengan tenang disamping temannya, dengan tatapan yang terus menatap sekitaran cafe ini. Suasana serta designya yang sangat memanjakan matanya. Membuat orang yang melihatnya langsung berasa nyaman ditempat ini.

Nah, puncaknya tuh ketika dia gak sengaja denger suara yang sangat dia kenali. Suara yang udah sangat dia hapal, dan mungkin sudah hatam. Siapa lagi kalau bukan suara milik kekasihnya?! Langsung saja dia memfokuskan pandangannya yang awalnya itu natap sekitar, jadi natap ke sumber suara yang ternyata baru aja balik dari toilet.

"Oy! Udah pada rame aja nih!" Seruan yang keluar dari mulut kekasihnya, yang masih gak menyadari keberadaanya dia, karena emang dia tuh pakai topi, masker, dan hoddie kebesaran. Membuat tubuhnya tuh bener-bener kelelep.

Nah, Renjun kira kan Haechan ini datengnya sendirian. Ternyata dia salah gengs! Ternyata, kekasihnya itu datang sama seorang wanita. Dan ya! Ia juga baru tau, ketika Haechan duduk disamping wanita yang ia tau namanya itu Giselle, karena kekasihnya sendiri yang nyebut namanya.

"Sorry ya Selle nunggu lama. Soalnya mules banget tadi." Ucapan yang mengalir begitu saja dari mulut Haechan, yang masih tidak menyadari keberadaan kekasihnya.

Dan ya! Perempuan bernama Giselle ini membalas ucapannya Haechan. "Iya Chan, gapapa." Balasnya. "Btw, jadinya aku yang pesen makanan kamu. Aku samain sama punyaku, gapapa kan? Makananya juga udah dateng. Kalo emang kamu gak suka, pesen lagi aja." Sambungnya.

Dan lagi-lagi Haechan menjawab. Tapi bukan sekedar jawaban saja! Tapi disertai dengan elusan yang ia lakukan dikepala wanita yang ada disampingnya ini. "Gak usah, gue ini pemakan segalanya, Selle." Balas Haechan.

Renjun sih acuh ya ngeliat kekasihnya kayak gitu. Ia tau gimana tabiat, watak, atau sikap cowok gemini ini. Lagipula, kekasihnya ini gak sepenuhnya salah. Toh dia juga jalan sama pria lain, walaupun kekasihnya ini belum sadar akan keberadaannya. Mana sedaritadi dia ngomong berdua sama Mark, teman barunya ini.

Sampai akhirnya makanan yang dipesan Mark pun datang. Serta Mark yang langsung mempersilahkan dirinya buat makan makanannya. "Ayo Njun, di makan. Kalo emang lo gak suka? Bilang ya? Nanti gue pesenin yang lain." Ujar pria ini.

Sementara Renjun yang posisinya sudah lapar, dan emang dia tuh gak bisa menolak yang namanya makanan. Alhasil dia langsung membuka maskernya, dan menyantap makanannya dengan sangat hikmat. Tanpa memperdulikan kekasihnya yang tengah berbincang dengan wanita bernama Giselle itu.

"Gimana, Njun? Enak gak? Kalo gak enak, kasih tau ya? Biar nanti gue bisa kasih tau temen gue apa yang kurang, buat evaluasi dia ke depannya." Pertanyaan yang Mark berikan, sukses membuat wanita cantik nan mungil yang ada disebelahnya ini langsung menoleh, dan menatapnya dengan senyuman manisnya.

"Jadi harus jujur nih?" Tanya Renjun yang sedimit ragu untuk mengeluarkan pendapatnya, mengenai bahan atau bahkan rasa yang kurang dari makanan yang tengah ia makan. Pasalnya, lidah dan selera orang itu beda-beda. Jadi, ia takut kalau misalkan apa yang dirasanya kurang, malah pas di lidah orang banyak.

"Ya iya dong, Renjun." Jawab Mark, yang turut juga tersenyum, begitu melihat senyuman manis yang bertengger diwajah mungil nan cantik milik wanita yang ada disampingnya.

Renjun langsung menganggukkan kepalanya mengerti, dan bersiap untuk mengeluarkan semua pendapatnya, yang menurutnya ada yang kurang. Namun, baru saja ia ingin membuka mulutnya, seseorang sudah lebih dulu mengintrupsi dirinya. "Renjun?" Panggilan yang dilayangkan seseorang, sukses membuat dia menoleh, menatap orang yang memanggil dirinya, yang tak lain adalah kekasihnya sendiri.

"Ya?" Jawab Renjun yang langsung beralih pandangannya. Pandangannya yang semula menatap pria bernama lengkap Mark Lee ini, menjadi menatap kekasihnya yang baru saja memanggil dirinya. Ada perasaan lega yang ia rasakan, ketika kekasihnya ini menyadari kehadirannya.

Sementara Haechan sendiri tidak bisa untuk menahan rasa keterkejutannya, begitu orang yang ia panggil menjawab, dan langsung menatap dirinya dengan tatapan bingung. Sangking kagetnya, ia langsung berdiri dan menghampiri perempuan yang ada dihadapannya, dan langsung mencubit kedua pipinya.

"Ih, anjir! Ternyata beneran cok!" Seru Haechan yang masih gak nyangka, ketika dia berhasil mencubit wanita yang ada dihadapannya ini, yang notabennya kekasihnya. Bukan gak nyangka sih, tapi lebih ke kaget sama bingung aja.

"Ih, anjir! Ternyata beneran cok! Lo pikir gue apaaan?! Lelembutnya bang Taeil?!" Protesan yang keluar dari mulutnya Renjun, begitu mendengar respon yang diberikan kekasihnya, setelah memastikan bahwa dia tuh emang beneran ada disini.

"Ya... gak gitu juga, cok! Maksud gue tuh, kenapa lo bisa ada disini? Lo tau tempat ini dari siapa? Lo kesini sama siapa? Terbang? Kuyang kali ah, terbang. Naik buroq? Lo gak se sholehah itu buat naik kendaraannya Nabi. Masa terbang ke bawa angin, sih?" Keheranan yang masih gak nyangka kalau kekasihnya ini ada disini.

"Ya naik motor lah kesininya! Lagipula gue kesini tuh gak sendirian, tapi bareng Mark, temennya gue." Ujar Renjun, yang menjawab pertanyaan yang diberikan kekasihnya, seraya menunjuk Mark yang ada disampingnya.

"Lah, Mark Lee anak Fakultas Hukum kan?" Ujar Haechan, yang sudah mengalihkan tatapannya menjadi menatap pria yang marganya ini kebetulan sama dengan dia, tapi gak ada hubungan apapun.

"Iya, lo Haechan anak teknik, kan?" Tanya balik Mark, membenarkan ucapan pria yang ada dihadapannya ini, seraya bertanya balik hanya untuk sekedar basa-basi. "Btw, kalian berdua saling kenal?" Tanyanya lagi.

Baik Haechan maupun Renjun pun sama-sama menganggukkan kepala mereka. "Iya, kenal. Orang dia pacar gue." Jawab mereka secara bersamaan, yang membuat 2 manusia yang menjadi partnernya pun langsung membelalak gak percaya.

"Hah?! Pacaran?!" Seruan yang dilontarkan Mark dan juga Giselle secara bersamaan, begitu mendengar ucapan yang dilontarkan Renjun dan juga Haechan.

"Lah, iya. Emangnya kenapa?" Pertanyaan yang dikeluarkan Haechan, yang merasa bingung akan respon yang diberikan mereka. Sama halnya dengan kekasihnya yang juga bingung sama seperti dirinya.

"Tapi kok lo gak bilang kalo misalkan lo udah punya pacar?" Bukan Mark, melainkan Giselle yang bertanya, karena udah gak bisa membendung rasa penasarannya. Walaupun rasa kaget sama gak nyangkanya ini masig berasa.

"Lah, lo-Nya gak nanya. Gimana gue mau bilang?! Lagipula kan gue gak ada maksud apa-apa selain berteman sama lo." Balas Haechan, yang merasa aneh, kenapa dia harus bilang?

Sedangkan Giselle malah tergugu begitu mendengar ucapan yang diberikan pria berkulit manis ini. "Ya kan tapi..." ucapan Giselle mengantung, karena gak tau harus berkata apa lagi.

"Gue udah nanya sama lo, Njun. Tapi kenapa lo malah bilang gak ada?" Sekarang gantian Mark yang bertanya. Pasalnya, dia mendekati perempuan mungil ini emang ada maksud dan tujuannya.

"Lah, kapan? Lo cuma nanya ke gue tuh, gue ada anjing yang bakalan ngomelin atau bahkan ngelarang lo gak? Gitu doang. Terus gue jawab, gue gak ada. Ya emang gue gak ada anjing dirumah. Gue Islam, Njir! Gak dibolehin pelihara Anjing!" Jawab Renjun, yang masih mengingat perkataan Mark tadi. Bahkan ia masih ada chattan mereka berdua.

"Tapi kalo misalkan Anjingnya berbentuk manusia? Gue ada. Nih orangnya!" Sambungnya, seraya menunjuk kekasihnya yang saat ini ada dihadapannya, yang langsung mendapatkan toyoran dari kekasihnya.

UNUSUAL PAIR - HYUCKRENCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang