Alarm Keanna kembali berbunyi, terhitung sudah ke tiga kalinya benda pipih itu berdering.
Seakan tidak mau terusik, gadis itu segera mematikannya lalu kembali meringkuk di bawah selimut kesayangannya. Tidak lama setelah itu, ponselnya kembali berbunyi dengan ringtone yang berbeda.
Krik...
Krik...
Krik...
Jangan bilang dia kesiangan!
Keanna mengambil ponselnya, dengan mata setengah terpejam dirinya mengangkat panggilan tersebut.
"Pagi Na," sapa Keanu.
"Pagi," balas Keanna sembari mengubah posisi tidur dengan harapan agar nyawanya segera berkumpul.
"Bangun Na, udah pagi." Keanu kembali bersuara.
"Iya Iya Ah.... " Bukannya bangun tangannya justru semakin mengeratkan pelukan pada bantal.
"Kamu hari ini kerja?" Tanya Keanu
"Iya," balas Keanna
"Shift siang kan?" Tebak Keanu
"Iya, siang." Balas Keanna.
" Yaudah sekarang kamu bangun jangan tidur lagi. Aku mau siap-siap buat jogging dulu."
Keanna tidak menjawab, dia hanya mematikan ponselnya lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Matanya tidak lupa melirik ke arah jarum jam yang ternyata baru menunjukkan pukul lima pagi. Well, itulah mengapa Keanna menjuluki Keanu dengan sebutan "si paling fajar" bukan si paling senja karena Keanu nyaris tidak pandai merangkai kata layaknya si anak senja. Berbeda jauh dengan Keanna yang sudah menjadi korban "kasur yang posesif." Belum lagi, penyakit akut yang membuatnya selalu tertidur pulas yaitu pelor.
Selain itu, Keanu juga menerapkan pola hidup sehat dan senang berolahraga. Ada banyak olahraga yang digemari Keanu salah satunya basket. Itulah mengapa laki - laki tersebut tumbuh dengan baik layaknya seorang atlet.
Meskipun begitu, Keanu tidak pernah memaksa Keanna agar rajin berolahraga karena dirinya tahu gadis itu tidak terlalu menyukai aktivitas yang banyak bergerak dan mengeluarkan keringat. Tidak heran jika dulu Keanna sering gagal di mata pelajaran olahraga. Pernah suatu ketika Keanna meminta ikut Car Free Day bersama Keanu, namun mengingat kebiasaan buruknya membuat laki - laki itu sedikit ragu. Benar saja, Keanna lupa menyetel alarm dan ponselnya tidak bisa dihubungi.
Setelah hampir dua jam menunggu, Keanna datang dengan wajah tanpa berdosa.
"Maaf ya Nu, udah nunggu lama ya?" Membuat Keanu hanya bisa menghela nafas kasar.
Bukannya membujuk Keanu, dirinya justru langsung berlari kecil. Belum sampai putaran pertama dirinya sudah berbelok arah menuju gerobak ketoprak.
Karena alasan Keanna sebenernya bukanlah Car Free Day melainkan Cari Food Day.
~~
Di sini lah Keanna sekarang, dapur. Terlihat sudah ada Nurin-Ibunya yang sedang berperang dengan peralatan dapur. Pemandangan ini sudah menjadi hal yang biasa Keanna lihat sejak dia kecil. Sang Ibu yang harus berangkat kerja di pagi hari membuat beliau harus menyiapkan sarapan lebih awal, tepatnya pukul lima pagi.
Bukankah ini membuktikan bawa Keanna adalah anak yang rajin. Perlu digaris bawahi "rajin!"
Tak jarang Keanna terbangun karena kaget mendengar suara tutup panci yang terjatuh akibat ulah Ibunya. Mau tidak mau Keanna harus segera bangkit dari tempat tidur kalau tidak ingin dianggap anak durhaka karena berpura-pura tidak mendengar apapun.
Karena Keanna juga mudah sekali kaget dengan hal-hal kecil. Seperti getar ponselnya sendiri bisa membuat dia kaget. Itulah sebabnya Keanna lebih suka menerapkan mode hening pada ponselnya.
"Masak apa, Bu?" Tanya Keanna sembari menghampiri Ibunya.
"Opor ayam aja ya, tadinya Ibu mau beli jamur juga tapi malah sudah habis."
"Iya" Balas Keanna sembari menganggukkan kepalanya.
Menu apapun yang dimasak Ibunya pasti akan Keanna makan. Selain tidak pemilih makanan, Keanna juga enggan berdebat dengan Ibunya perihal menu yang pada akhirnya tetap ditentukan oleh Ibunya.
Walaupun setiap Ibunya pergi berbelanja pasti akan bertanya padanya ingin makan apa. Tapi percuma jika berakhir dengan pilihan ibunya. Keanna ingat benar saat itu dia ingin makan soto ayam tapi yang dihidangkan adalah soup, ketika dia ingin cumi-cumi yang didapat adalah udang. Begitu seterusnya dan yang paling parah adalah semur daging kesukaannya diganti dengan semur jengkol.
Atau jika tidak begitu, disaat Ibunya tahu Keanna menyukai salah satu menu baru yang dibuat Ibunya. Maka Ibunya akan memasak itu hampir setiap hari hingga membuat Keanna benar-benar bosan.
"Nanti malam Ibu buatkan nasi goreng ya?!" Tanya Ibunya yang mana terkesan memberitahunya.
Mendengar hal itu membuat Keanna menghentikan sebentar aktivitas memotong bawangnya. Sempat berpikir sejenak sebelum akhirnya dia hanya menganggukkan kepala.
Ada sedikit perubahan dari ibunya yang cukup Keanna rasakan semenjak ibunya menikah lagi. Walaupun Keanna dan ibunya bukanlah "teman" layaknya Ibu dan anak tapi Keanna tetap bisa merasakannya.
Sebelum keadaan menyadarkan Keanna, apakah keputusan mengijinkan Ibunya menikah lagi itu benar?
~~
Pagi tadi ramalan cuaca menunjukkan akan ada hujan petir. Tadinya Keanna yakin ramalan itu salah karena cuacanya sangat cerah. Tapi siang ini langit tiba-tiba mendung yang membuat Keanna segera mengendarai vespanya menuju salah satu mall tempat dia bekerja.
Sesampainya di sana Keanna melangkahkan kakinya menuju kantin. Terlihat sudah ada beberapa temannya sedang mengobrol yang dia yakini sedang membicarakan laki-laki departemen sebelah.
"Anna coba deh tebak parfum siapa yang gue pakai?" Ucap Gendis sembari memberi kode pada Keanna bolehkah dia lebih mendekatkan diri. Setelah diangguki Keanna barulah Gendis mendekatkan bahunya pada hidung Keanna.
"Baunya strong banget." Keanna sedikit memundurkan badannya membuat Gendis dan Ningning menghela nafas.
"Pantesan lo jomblo orang nyium parfum laki aja udah begitu." Sahut Gendis yang membuat Keanna memutar bola matanya malas. Temannya yang satu ini mulutnya memang susah di filter.
"Gimana ceritanya tuh cowok bisa ngasih lu parfum?" Tanya Ningning seakan sebelum ada keributan yang terjadi.
"Gak gitu, lebih tepatnya gue gak sengaja lewat di belakang dia yang baru parfuman." Jawab Gendis yang membuat Ningning menonyor kepalanya.
"Cowok yang mana sih?" Sahut Keanna.
"Ya Ampun Anna, lo gak tau? padahal kalian tetanggaan departemennya. Makanya kalau jalan itu sambil noleh kanan kiri." Tandas Gendis.
"Males." Balas Keanna seadanya.
Mengingat Keanna yang introvert membuat dirinya tidak punya banyak teman. Keanna bisa mengenal Gendis dan Ningning itupun karena dulunya mereka menerima tawaran kerja di hari yang sama. Meskipun tidak di satu departemen, mereka tetap berteman karena sudah merasa nyambung satu sama lain.
Hari ini double update yeyyy
Jangan lupa vote dan komen ya teman ^^
Thank youu
byna

KAMU SEDANG MEMBACA
The Day That I Met You
AcakWe all have two lives, the second begins when we realise we only have one. *** Seharusnya Keanna bisa menolak ketika sang psikolog memintanya untuk bertemu Keanu. Dengan begitu, dirinya tidak perlu menciptakan permainan gila demi menjebak Keanu. Lan...