Selepas SMP, saya melanjutkan SMA. Saya lagi-lagi tertarik dengan laki-laki pintar, jenaka dan banyak kawan ini. Saya memulai perasaan ini saat ia kampanye ketua Osis, ia menawarkan program “Tidur siang”. Program yang begitu disampaikan disambut tawa segar seluruh hadirin kampanye ketua osis di tengah lapangan sekolah itu. Saya ikut tertawa, tapi, tertawa dengan kejeniusannya di tengah kandidat lain yang mengampanyekan hal-hal serius, tapi, bagi saya, program tidur siang itu bukan lelucon, memang itu penting dan banyak manfaatnya.
Kami kemudian tidak berkabar dengan intens, hanya sekali-kali jika ada urusan terkait alumni, maka kami berkontak kembali.
Bagaimana kabarnya sekarang? Sekarang dia telah menikah dengan teman baik saya dan dikaruniai putra yang lucu. Alhamdulillah.
