08

7 3 0
                                    




☉☉☉

Langkah pertama

"Saddam Atharazka Abizar"

Saddam Yang kini tengah mengantuk refleks terjaga karena namanya dipanggil Oleh Bu Risma

"Iya Bu?"

"Ini Hasil Ulangan kamu kemarin" Ucap Bu Risma menyodorkan lembaran ulangan harian dengan nama dirinya

"Gilakk" Saddam tercengang tak percaya dengan hasil nilainya

Usaha yang tidak menghianati hasil, usahanya tidak sia sia ternyata, hasil maksain otak nya yang tumpul berhasil juga, Saddam menyangka nilai ulangannya Tidak diberi nilai alias dikasih Telor oleh Bu Risma taunya

"65 anjir, gua pikir Lo dapet 100" Ucap Nadir tidak minat dengan hasil Ulangan Saddam, dia pikir Saddam dapat nilai 100 karna raut wajahnya terlihat bahagia

"65 Tinggi anj , gue kira bakal dikasih ndok ceplok" jawab Saddam masih tidak menyangka

"Jangan seneng dulu, masih dibawah KKM itu kamu" Sahut Bu Risma Yang jenuh melihat keributan 2 anak ini

"Permisi, Bu Risma maaf mengganggu waktunya sebentar"

"Oh Silahkan Pak Tian"

"Maaf Bu Bisa kita bicara diluar?"

"Oh Baik Pak. Anak anak jangan berisik ibu keluar sebentar"

Tidak lama Bu Risma Kembali dengan Diikuti Oleh Murid Asing, yang mungkin tidak asing bagi saddam

Saddam tenganga tidak percaya dengan apa yang ada di depannya, Vallery? Yap dia tidak buta didepan berdiri anggun tepat didepannya, Vallery Zaurora Gadis yang dia tolong sewaktu hujan alias Gadis yang mungkin akan dijodohkan olehnya

Skenario apalagi yang dibuat oleh kedua orangtuanya?

"Silahkan Perkenalkan diri" Ucap Bu Risma mempersilahkan Vallery memperkenalkan diri

Vallery mengangguk Paham dan tersenyum manis Kepada Semua Murid yang ada di kelas  , dan terakhir matanya tertuju kepada Saddam
"Hay semua salam kenal saya Vallery Zaurora kalian bisa panggil saya Valle"

"Salam kenal juga Valle" Jawab mereka kompak

"Oke Valle, kamu bisa duduk di samping Agni" Ucap Bu Risma menunjukkan salah satu bangku kosong

Agni yang merasa dipanggil sontak berdiri dan melambaikan tangan dengan ramah kearah Valle

"Hay, salken Agni" sapanya ramah

"Valle" Jawab Vallery Yang tidak kalah ramah

***

"Welcome tu ruang makannya Anak SMAN WISMAGAMA" Ucap Agni memamerkan betapa megahnya kantin sekolah ini, Kantin yang sebesar Aula Ini Bisa menampung seluruh siswa siswi SMAN WISMAGAMA atau mungkin lebih

"Kerenn" decak kagum valleri

"Tapi sayangnya disini kita cuma boleh makan sekali" Ucap Agni sedih membayangkan betapa lezatnya menu makanan disini tapi dia cuma bisa makan sekali

"Tapi tenang, Kalo kita masih laper, Disebelah sana disediakan desert box" Sambung Agni Menunjuk Deretan Desert Yang menggugah selera, Tak jauh beda dengan dessert yang ada di hotel 5 penataan dan jenisnya pun sama

Setelah mengambil dessert untuk cemilan istirahat nya, Agni mengajak Valle untuk duduk sambil mengobrol tentang asal muasal Vallery.

"KAK SADDAM!"  Suasana yang lumayan hening dipecah oleh suara menggema, Agatha Christie yang kegirangan dirinya di samperin saddam

Saddam (REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang