"Sial"
Umpatan itu terus saja keluar dari mulu doyoung, ia sangat sangat kesal karena haruto dan jeongwoo seharian ini terus-terusan menanyakan junghwan, junghwan dan junghwan. Seperti tidak ada topik lain saja yang memang bagus untuk dibahas.
Seperti liburan akhir tahun contohnya.
Ah tapi itu sama saja, mana pernah dirinya berlibur bersama. Kalian tahu kan alasannya? Junghwan tidak bisa kelelahan dan pergi sangat jauh.
Ah sudahlah, mood doyoung makin turun saja mengingat ini.
Tukkk....
Suara nyaring yang berasal dari belakang doyoung membuat dirinya langsung mengalihkan pandangan kearah belakang. Itu adiknya? Serius itu adiknya?
"Ka..."
Doyoung memasamkan wajahnya dan berdehem pelan "apa?"
"Ingin bermain bersama?" Ajak junghwan, junghwan sangat bosan hari ini dan tidak ada salahnya kan mengajak kakaknya bermain? Lagipula ujian sudah tidak ada.
"Aku sibuk"
"Tapi kulihat kakak hanya di-"
"Berisik, masuk sana ke kamarmu"
Tatapan doyoung mengandung amarah sekarang, jadi dengan cepat dirinya membalikkan badan dengan niat hati ingin meninggalkan adiknya itu. Tapi belum juga genap 7 langkah, junghwan kembali berbicara.
"Salahku apa kak?"
Langkah doyoung terhenti, ia membalikkan badan sambil terkekeh sarkas. Masih bertanya salahnya dimana? Setelah semua ini, adiknya masih berlagak bodoh? Naif sekali.
"Salahmu? Terlahir menjadi adikku"
Iya, itu kalimat terakhir yang junghwan dengar sebelum kegelapan merenggut kesadarannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Alone?
FanfictionKisah doyoung yang merasa ayah dan papanya lebih mementingkan adiknya daripada dirinya sendiri. Kenapa harus bersedih? aku kan selalu sendiri? - Park Doyoung Warning! bxb