Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-happy reading-
"Gue gak akan ngizinin lo kemanapun sekarang. Lo tau betapa bahayanya diluar?"
"Apa hak lo ngatur hidup gue?"
"Cih, jadi maksud lo gue bukan siapa-siapa lo dan gue gak berhak ngatur lo?"
Kamu membuang nafas kasar, menatapnya jengah.
Ya, kamu baru saja terkena masalah.
Sore tadi kamu berniat hanya pergi berjalan-jalan mencari angin, tak sengaja juga kamu bertemu dengan seseorang.
Dia adalah teman lamamu. Kalian mampir ke beberapa tempat, sekedar berbincang dan menikmati secangkir kopi.
Sepulang dari sana, kamu tersadar kalau jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.
Tentu, orang tuamu khawatir. Siapa lagi kalau bukan pacarmu yang mereka telepon? Mereka menelepon pacarmu, Francollis.
Fran sendiri yang tak tau keberadaanmu berakhir panik, mencarimu kemanapun.
Dia menemukanmu dalam keadaan tengah dicekal oleh segerombolan pria di tengah jalan.
Sekarang, kamu dan Fran sedang berada dirumahmu. Orang tuamu bahkan memasang raut wajah kecewa melihatmu.
Sudah ditolong, bukannya mengatakan terimakasih malah mengatai Fran.
Tangan Fran meraih jari jemarimu, lalu menggenggamnya kuat.
"Maaf... Lain kali kasih tau gue dulu kalau mau pergi. Untung lo gak kenapa-napa"
Kamu tepiskan tangannya kasar. Berjalan menuju kamarmu dengan lesu.
"Tante juga udah capek Fran ngeliat dia. Makasih ya udah nolongin anak tante"
"Udah tugas saya tan. Saya pamit ya tante, om. Udah malem"
Fran mencium tangan kedua orang tuamu. Dengan langkah sopan dia meninggalkan pekarangan rumahmu.
✴
"Nak, cepat! Fran udah nunggu di depan gerbang"
Demi apa pun, kamu begitu malas. Hari ini Fran yang akan menghantarkanmu ke kantor.
KAMU SEDANG MEMBACA
TYPES✔
Teen Fictionchoose your type of boyfriend now. ꒷︶꒷꒥꒷‧₊˚꒷︶꒷꒥꒷‧₊˚꒷︶꒷꒥꒷‧₊˚꒷︶꒷꒥꒷‧₊˚꒷︶꒷꒥꒷‧₊˚꒷︶ ✒𝐎𝐧𝐞-𝐬𝐡𝐨𝐨𝐭 ꒷꒷︶꒷꒥꒷‧₊˚꒷︶꒷꒥꒷‧₊˚꒷︶꒷꒥꒷‧₊˚꒷︶꒷꒥꒷‧₊˚꒷︶꒷꒥꒷‧₊˚꒷ Highest ranking: 🏅#3 - Passionate [09-04-23] [END]
