"dengar, aku membenci seseorang yang menyukaiku hanya karena uangku. lebih tepatnya seorang wanita" -wang yibo
"tetapi bila yang menyukaimu bukan memandang uangmu? dan orang itu bukan pula seorang wanita bagaimana?" -xiao zhan
"apa maksudmu?" -wang...
"apasih haoxuan! jangan dorong-dorong ish!" ucap ziyi berusaha melepaskan diri
"hust! tetap diam! lihatlah xiao, dia sedang apa duduk seperti itu?" ucap haoxuan
"apa kau tidak tahu mengenai xiaomu itu haoxuan?"
"tidak"
"what? kau serius tidak tahu?"
"tidak"
"xiaomu itu kalau posisinya seperti itu artinya dia sedang ada masalah yang melanda otaknya, dan dia butuh kesendirian. masa kau tidak tahu itu? teman macam apa kau"
"aku kan baru berteman dengan xiao. aku teman baru kalian, bagaimana aku bisa tahu dalam tentang xiao?"
"oh iya juga"
"hm, kita hibur xiao saja agar dia merasa baik daripada seperti itu"
"oke ayo"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"zhan?" tepuk ziyi
"heum?" jawab xiao zhan tanpa mengalihkan pandangannya
"apa kau baik-baik saja?" tanya haoxuan
"ya seperti yang kalian lihat. aku baik-baik saja"
"kenapa denganmu zhan? apa ada masalah?"
"benar kata ziyi. ada apa denganmu xiao?" ucap haoxuan
"sungguh teman. kalian terlalu mempertanyakan pertanyaan yang rumit untukku"
"hah?" ucap ziyi, haoxuan bersamaan
"apa yang dia katakan? apa kau paham Ziyi?" tanya haoxuan
"Tidak, sepertinya yang bisa memahaminya saat ini ialah dirinya sendiri"
"gimana-gimana? aku tidak paham sama sekali" ucap haoxuan kebingungan
'bagaimana sikupret ini akan paham dengan zhan yang saat ini? dia saja tidak tahu siapa yibo, dan apa hubungannya zhan dengan yibo. bahkan dia saja tidak tahu yibo itu siapanya zhan' batin Ziyi
"kalian tidak ada kelas kah?" ucapan xiao zhan membubarkan lamunan mereka
"kita tidak kekelas dulu zhan untuk 1 hari ini" ucap Ziyi
"kenapa? apa karena aku?"
"bukan karena dirimu xiao. tapi bu guru yang menyuruh kami untuk menjagamu sampai benar-benar sembuh" ucap haoxuan
"aku sudah sembuh. kalian boleh melanjutkan pelajaran kalian lagi kok"
"astaga zhan, kau sangat polos sekali sih! heran.." ucap ziyi geram