haiii welcome back to my story'
.
.
.
.
"Rio ayam aku udah makin jago loh." Ucap abi yang sedang memakan cake nya.
"Kamu kasih makan ayam nya?" Tanya Sean.
"Iyalah!" Jawab Abi nyolot membuat sean mencebik kesal.
"Si jarot sekarang makin genit." Celetuk Sean lagi.
"Genit gimana?" Tanya Rio bingung. Bagaimana ayam yang genit pikir nya.
"Opa Darren kan ada ayam betina. Jarot tuh suka caper masa berkokok terus padahal gak pagi mentang mentang kandang nya gak jauh dari ayam betina opa." Jelas Sean sambil memakan eskrim nya. Tentu nya wajah nya sekarang sudah penuh dengan eskrim. Jika Rea melihat sudah pasti Sean kena omelan dari sang ibu.
"Ih ayam nya gatal." Ucap Abi memasang ekspresi aneh mendengar cerita dari Sean.
"Itu kan ayam dari kamu." Celetuk Rio lagi.
"Untung bukan ayam aku lagi." Sahut Abi lagi membuat Rio memutar bola mata nya malas.
Zero yang mendengar percakapan absurd mereka hanya menggeleng kecil. Ada saja pikir nya.
Tak lama terlihat Reno menghampiri mereka bertiga. Sean melihat itu berlari ke arah nya.
"Uncle Reno!" Pekik Sean membuat Reno kelimpungan takut jika ponakan hiu nya ini terjatuh.
"Heh cil! Lo jangan lari lari dong. Ntar jatuh ganteng lo bisa luntur." Sungut Reno kemudian menggendong ponakan nya.
Sean terkikik kecil sambil menutup mulut nya yang belepotan eskrim itu.
"Kegantengan Sean tidak akan luntur om." Jawab nya narsis. Oke, sekarang Sean semakin besar semakin narsis.
"Ini kok belepotan." Tanya Reno kemudian mengambil tisu yang di atas meja dan membersihkan wajah ponakan nya itu.
"Anak mommy Rea gak ada yang gembel kaya lo cil." Ucap nya yang masih membersih kan wajah Sean.
"Enak aja ngatain gembel." Sewot Sean marah, bukan nya takut tetapi terlihat lucu di mata Reno.
"Uncle Reno, aunty Abel dimana?" Tanya Sean saat tak melihat dimana Abel. Biasanya ia melihat Abel selalu bersama Reno.
"Aunty Abel lagi sama mommy sama aunty Zura tuh ngobrol. " Jawab Reno menunjuk 3 gadis yang asik ngobrol. Sesekali melemparkan tawa mereka.
Sean memperhatikan pandangan Reno ke arah Abel sedari tadi. Ia tersenyum jahil kemudian mencolek dagu Reno hingga sang empu menatap nya bingung
"Ciee suka Aunty Abel." Ucap Sean terkikik kecil lagi.
"Apa sih cil." Bukan nya takut Sean malah tertawa membuat Reno mendengus kesal.
"Sean ayo main kejar kejar an yang jaga Rio." Celetuk Abi yang tiba tiba datang bersama Rio. Mendengar nama nya di sebut untuk jaga membuat Rio melotok tidak terima.
"Enak aja!" Sungut Rio tidak terima
"Om turunin Sean. Sean mau main." Ucap Sean kepada Reno.
"Jangan nakal." Peringat Reno mengingat ponakan nya ini begitu aktif.
"Siap bos!"
"Let's go teman teman!" Seru Sean semangat.
***
Sean semakin aktif. Membuat kedua bodyguard nya kewalahan. Sedari tadi ia berlari kejar kejaran bersama Rio dan Abi. Sahabat sejati nya.
"Tuan muda, jangan berlari nanti terjatuh." Ucap Zero bersabar. Ingin rasanya ia karungi anak kecil ini, Namun ia masih sayang nyawa.
"Sst om berisik nanti Sean ketahuan sembunyi di sini." Ucap nya kesal sedikit berbisik. Saat ini ia sedang bersembunyi dari Rio. Zero menghela nafas pelan.
Sabar zer sabar, orang sabar gaji nya 3 digit.
Tak lama kemudian terlihat Alderald yang menghampiri Zero.
"Dimana anak saya?" Tanya nya saat tak melihat sean di kerumunan pesta ini.
"Sean di sini daddy." Sahut Sean yang keluar dari bawah kolong meja. Alderald terkekeh kecil kemudian menggendong anak laki laki nya itu.
"Son Daddy mau melaksanakan rencana kita tadi." Bisik Alderald membuat Sean terpekik bahagia.
"Okey Daddy semoga tidak di tolak." Jawab nya terkikik kecil membuat Alderald tertawa.
***
Lampu tiba tiba mati membuat semua tamu undangan bingung. Mereka bertanya-tanya. Acara seorang pengusaha kehabisan listrik apa?
Rea yang sedang berbincang dengan Azura pun ikut bingung. Rea menyapu pandangan nya mencari dimana anak dan kekasihnya itu?
Tak
Lampu hidup kembali. Dari arah yang berlawanan tampak seoang pria yang begitu tampan berjalan ke arah nya. Rea yakin itu adalah kekasih nya.
"Kak? Kenapa--" Ucapan Rea terpotong saat melihat sebuah kotak cincin yang keluar dari saku jas milik Alderald. Ia menutup mulut tak percaya. Jantung nya berdetak tak karuan.
"Re saya tau saya bukan laki laki yang baik tapi saya mohon izinkan saya menjadi laki di kehidupan kamu setelah sean..."
"...So will you marry me?" Alderald berjongkok memberikan sebuah cincin.
Rea menahan haru. Ia tak menyangka seorang Alderald mampu melakukan hal romantis di depan banyak orang ini.
Terima
terima
terima
Teriak seluruh tamu undangan membuat Rea tersenyum kemudian mengangguk kan pertanda setuju. Alderald tersenyum lega ia meraih tangan kekasihnya dan mengaitkan cincin di jari manis nya. Sungguh ini sangat indah.
"YES SEAN PUNYA DADDY KAYA!" Teriak sean bahagia membuat tamu undangan tertawa geli melihat bijak nya anak kecil yang baru saja berusia 4 tahun itu.
Alderald terkekeh kecil. Ia merangkul pundak gadis nya. Membuat Rea menatap hangat diri nya.
Selama nya aku selalu mencintaimu re
.
.
.
.
END
YES AKHIRNYAAAAAAAAA cerita young mommy tamat gayssss omooooo.
btw mau extra part nya gakkk????? komen yaahhhhh biar kita buat extra part nya.
SEE U DI CERITA BARU AKU GUYSSS ga kalah seru dengan cerita Young mommy okeyy??
GOMAWOOOOO><
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUNG MOMMY [ END ]
Teen FictionRea Arvaileen Rezila siswa kelas XII yang bersekolah di sekolah elit di jakarta karena bantuan beasiswa Pada suatu siang rea menemukan seorang anak lelaki yang tergelatak bersimbah darah di bawah pohon Dengan cepat rea menghubungi pihak rumah sakit...
![YOUNG MOMMY [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/285221166-64-k32953.jpg)