Para Copyan tengah berkumpul di depan meja makan berbentuk bundar, hawa dingin serta ekspresi serius mengesankan mereka sedang membicarakan sesuatu penting.
'Masang kamera pengawas udah kan.' tanya Heeseung memastikan sembari melirik rekan-rekanya.
'Udah dong.' ucap Riki, kebetulan ia yang bertugas untuk itu.
'Loe ngawasin pake Drone juga kan?' ucap Sunghoon.
Riki mengangguk sebagai balasan.
'Sekarang kita tinggal ngamatin permainan ini aja kan.' ucap Jay.
'Tapi gue ngerasa kurang seru kalo kita mantau doang, gimana kalo kita jadi algojo?' ucap Jake.
'No, algojo ada di permainan berikutnya.'ucap Jungwon.
'Kita cuma penonton aja karna permainan kali ini bergantung ke seseorang.' Heeseung melirik rekan di sebelahnya.
'Yap, gue pemeran utamanya.' ucap Sunoo dengan bangga.
'Emang loe mau bikin keributan apa?' ucap Riki penasaran.
'Gue bakal bilang sama orang yang nemuin gue kalo selama ini Arka selalu bully gue di belakang mereka.' ucap Sunoo.
'Woahh. itu topik yang sensitif bukan?' ucap Jake.
Mereka semua tertawa, lebih tepatnya mentertawakan apa yang sudah terjadi di masa lalu.
'Siapa yang loe harapin dateng nemuin loe,' Sunghoon melirik Sunoo.
'Jio.' Balas Sunoo enteng.
'Kenapa Jio?' ucap Jungwon.
'Dia punya sifat tempramental, gampang banget di hasut tapi dia juga termasuk tipe orang yang royal sama temen deketnya, jadi menurut gue bakal seru kalo dia yang berhasil gue pengaruhin.' jelas Sunoo.
'Hm menarik.'ucap Heeseung setelah mendengarkan kesimpulan Sunoo.
'Btw. kenapa loe nakutin Arkha dengan bilang obat yang loe suntikin ke dia itu bisa nyebabin halusinasi padahal kan itu cuma obat tidur biasa,' ucap Jungwon pada Jake yang duduk di sebrangnya.
'Iseng doang sih,' ucap Jake santai.
'Aelah, gue pikir loe emang buat obat begituan,' ucap Riki sedikit kecewa
'Tapi kayanya seru sih kalo jadi nyata.' ucap Sunghoon.
'Kurang seru lah, karna kita gak turun tangan secara langsung,' ucap Jay.
'Paling jadi pembantu doang.' ucap Sunoo.
'Gue suka sama ide obat halusinasi,' Heeseung tersenyum membayangkan reaksi korbanya bila diberikan obat tersebut.
Mendengar perkataan Copyan Hesa tentu membuat mereka jadi ingin membuat obat itu untuk mewujudkan keinginan si ketua.
'Siapa diantara kita yang mungkin bisa bikin.' ucap Jungwon, ia melirik semua rekanya.
'Kayanya loe,' Riki balik melirik Jungwon.
'Eh iya kan, yang biasa ngeracik obat loe,' tambah Sunghoon.
'Sejauh ini gue cuma ngeracik obat tidur atau obat bius.' ucap Jungwon merasa tak yakin.
'Mungkin loe bisa bahan apapun yang punya racun kaya gitu, gue bantu loe kalo loe mau," usul Riki.
'Oke kalo gitu, gue bakal coba bikin obat halusinasi.' ucap Jungwon.
'Simpen aja buat nanti,' ucap Heeseung.
'Maksud loe?' ucap Jongseong.
'Kita punya waiting list,' ucap Heeseung.
'Hah siapa?' ucap Sunoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Can't See Mee
FanfictionBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
