Biasanya saat jam istirahat seperti ini Hesa akan langsung pergi ke kantin karna teman2 nya pasti sudah menunggu disana namun kali ini tak lama setelah bel istirahat berbunyi. Ia langsung pergi uks karna mendapat kabar bila Setta berada disana.
Benar saja, saat sampai semua temanya sudah berada disana.
"Kronologi nya gimana Set, kok bisa jatoh gini," ucap Hesa.
"Gak separah itu kok, Satya aja yang kirim chat nya berlebihan," ucap Setta yang berusaha menenangkan si kakak kelas.
"Gue liat loe jatoh glindingan di tangga," ucap Satya.
"Iya, tapi kan gak sampe ujung tangga juga, jadi nya gak ada benturan yang keras," ucap Setta.
"Maksudnya?" ucap Hesa.
"Tadi tu pas kbm masih jalan, gue sempet disuruh ngembaliin buku sama guru ke perpus nah kebetulan kan perpus ada di lantai atas jadinya gue kesana, pas ditangga mau balik ke kelas. Gue liat kembaran gue sendiri ada dibelakang gue dan dia dorong gue. Waktu gue lagi jatoh glindingan di tangga tu tiba2 ada yang nahan badan gue. Dia anak yang kemarin nolong Niki juga di rs." jelas Setta.
"Oh," Hesa mengangguk paham saja berusaha pura2 tak tahu pada Arkha yang sedang menatapnya.
"Kok bisa kebetulan banget ya dia nolong loe," ucap Joan.
"Bukan itu sih masalahnya, Setta bilang didorong sama kembaranya sendiri," ucap Arkha.
Semua reflek menoleh ke arah Hesa.
"Ehm ya, kalian bener kalo mereka masih neror kita," ucap Hesa.
"Kenapa loe gak bilang?" ucap Satya.
"Gue sendiri baru sadar waktu di rumah sakit kemarin, waktu denger ada seseorang mau bunuh Niki. Gue gak tau apapun lagi selain itu." ucap Hesa beralasan.
"Tapi semuanya udah kejadian, sebelum ada petunjuk apa2 soal teror, lebih baik berusaha jaga diri masing2," ucap Arkha.
~~~~~
Dan kembali lagi Hesa melihat hamparan awan dari rooftop sekolahnya setelah sebelumnya di selematkan Arkha dari rasa penasaran temanya saat di uks.
"Jadi, apa yang loe dapet kemarin pergi ke Sunshower."
Arkha memulai pembicaraan sembari memberikan minuman kaleng pada si kakak kelas agar lebih tenang.
"Gue sempet curiga kalo kematian Sakala ada campur tangan juga dari si copyan, mirip sama kematian Jihan. Tapi fakta yang gue dapet setelah kemarin pergi kesana, anak itu kemungkinan emang depresi aja dan pengen nyusul temen2 nya," ucap Hesa.
"Bentar, loe gak salah nyebut nama kan?" ucap Arkha.
Hesa tersenyum sekilas, lalu menunjukan foto di ponselnya.
"Ini Kaze, genk detektif yang terdiri dari tujuh anggota. Dion, Melvin, Hasta, Agantha, Yoga, Yoan dan terakhir... Sakala," jelasnya.
Arkha tertegun sejenak karna ia pernah mendengar nama2 itu dalam ingatan yang sepertinya di berikan Agantha.
"Bentar, jadi yang mati itu Sakala. Terus tetangga loe siapa?" ucapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Can't See Mee
FanfictionBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
