Kini hanya tersisa tiga dari tujuh member thirteen yang kini duduk bersama di meja kantin menikmati makanan saat jam istirahat.
"Kondisi Satya sama Setta udah mendingan, nanti pulang sekolah kita kesana buat jenguk mereka." ucap Arkha.
"Gue denger kondisi Jio sama Niki juga udah mulai stabil meskipun mereka belum bisa dipindah ke ruang rawat inap biasa," ucap Hesa.
"Seengaknya kita tau mereka bakal baik2 aja," ucap Arkha.
"Ya, semoga," ucap Hesa.
Mereka pun melanjutkan makan namun pandangan Hesa tertuju pada Joan yang duduk di sebrangnya, pemuda itu hanya diam menunduk menatap makanannya.
"Bentar lagi bel Jo, abisin makanan loe," tegurnya.
"Iya kak," jawab Joan seadanya.
"Loe ngelamunin apa?" ucap Hesa.
"G-Gue cuma kepikiran, gimana kalo diantara kita ada yang bakal luka lagi," ucap Joan.
"Jangan mikir gitu, berdoa aja semoga semuanya tetep aman," ucap Hesa.
Joan tak menjawab lagi, memilih untuk melanjutkan makan.
Namun tanpa disadari, justru hal inilah yang kini mengganggu pikiran Hesa.
Ia tahu bukan tanpa alasan Joan berkata begitu, dia pasti merasakan juga genk nya Heeseung sedang mengincar mereka semua dan berusaha membuat mereka celaka atau bahkan berusaha untuk membunuh.
"Kak Hesa,"
Hesa menoleh ke samping, melirik Arkha yang duduk di bangku sebelahnya.
"Kok loe ada di kelas gue," ucap Hesa.
"Gimana sih, tadi kan kita janjian ke rs bareng sepulang sekolah," ucap Arkha.
"Oya, gue hampir lupa," Hesa mulai memasukan buku2 nya kedalam tas.
"Lupa apa ngelamun, masa kelas udah kosong gini masih diem," ucap Arkha.
"Gue berusaha denial, tapi sekarang malah kepikiran lagi omongan Joan pas di kantin tadi," ucap Hesa.
Selesai membereskan buku, ia menoleh ke sekitar dan baru menyadari bila di kelas ini hanya tersisa ia dan Arkha.
"Loe gak bareng Joan?" ucap Hesa.
"Dia keperpus dulu, disuruh guru ngembaliin buku," ucap Arkha.
"Yaudah, kita samperin aja dia ke perpus, gue khawatir kalo dia sendirian," ucap Hesa.
"Ya, gue juga kepikiranya gitu," ucap Arkha.
Mereka pun pergi bersama ke perpus.
~~~~~
"Semoga aja gue gak ditinggalin."
Joan memasukan satu persatu buku ke rak, sambil sesekali melirik jam tangannya.
"Ni buku banyak banget, mana rak nya beda semua," gerutunya.
Ia mengambil ponsel untuk mengirimkan pesan pada Hesa agar menunggunya di depan sekolah nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Can't See Mee
FanfictionBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
