Grauk grauk
Umh umh
Nyam nyam
Dia memakan makanan dengan cepat.
"Uhuk uhuk"
"Hei pelan pelan. Minum ini"ucapku membuka sebuah botol minum.
20 menit kemudian.
"Ah terimah kasih banyak"ucap dia tertawa.
Srrk
Jubah yang menutupi kepalanya terbuka karna angin dan terlihat rambut yang berwarna hijau pekat, yang merupakan ciri Dari seorang penyihir.
"Kau penyihir"ucapku
"Ah, apa kau kaget?"tanya dia tersenyum
"Yah aku sedikit kaget"ucapku.
"Apa kau tak akan melaporkanku kepala penjaga, kau akan mendapat bayaran yang besar lho"ucap pria itu tertawa.
"Hahah, kenapa aku harus melakukan itu"ucapku tertawa.
"Lagi pula, entah itu penyihir atau bukan. Mereka sama sama mahluk yang ingin hidup"ucapku
"Baru kali ini aku mendengar kata kata itu, kau benar benar orang yang aneh"ucap penyihir itu.
"Aneh?, Yah daripada aneh. Aku sudah di panggil orang orang dengan sebutan 'iblis' sejak kecil"ucapku mengembalikan warna rambutku.
Pria itu terlihat tak kaget dengan warna hitam yang begitu pekat itu.
"Hahah sepertinya kita sama sama sudah mengalami hal yang buruk yah"ucap pria itu tersenyum.
"Hei cari disana"terdengar suara orang orang.
"Aku harus pergi sekarang"ucap pria itu tersenyum.
"Yah hati hati"ucapku.
"Sebelhm itu"ucap dia tiba-tiba mengambil sehelai rambut berwarna biru tua dari pakaianku dan mengambil sehelai rambutku juga.
"Ini balasan untuk makanannya "ucap dia tersenyum lalu menyentuh perutku.
"Ukh" rasanya panas dan sakit.
"Apa yang kau lakukan?"tanyaku menyentuh perutku yang terasa panas.
"Itu hadia, jaga dia baik baik"ucap pria itu tersenyum.
Zrrttt
Pria itu menghilang dengan cepat.
_
Perlahan rasa sakit di perutku memudar.
"Sebenarnya apa yang dimaksud pria itu"gumamku.
Saat itu aku tidak tahu, kalau penyihir aneh itu menciptakan seseorang dengan 2 helai rambut itu.
--
Beberapa Minggu kemudian.
"Para utusan yang terhormat setelah beberapa minggu akhirnya festival penen pembasmian monster telah berakhir dengan lancar tanpa korban jiwa"ucap kaisar negara Abdildon yang berbicara.
"Ahhh bosaan"ucapku menguap.
"Mari nikmati pesta kemenangan kita kali ini bersulang"teriak kaisar mengangkat gelas berisi anggur.
"Bersulang"teriakan para bangsawan lain.
Lagu mulai di putar dan dansa pertama pun di mulai.
Aku hanya duduk di sebuah kursi sambil memangku daguku.
"Membosankan"ucapku.
Tap tap terdengar langka perlahan dari belakang.
"Saya memberikan hormat kepada tuan Devilsman utusan dari negara Agran"terdengar suara perempuan dari samping kananku.
Aku hanya melirik sedikit keara wanita itu.
Wanita berambut merah cerah dengan mata berwarna merah pekat.
"Emh, siapa?"tanyaku.
"Hahah, lihatlah lady beniaf, berani sekali dia mendekati utusan dari negara Agran"bisik bisik orang orang.
"Yah benar benar tak tahu malu, setelah di tolak oleh Duke Belion dia mendekati utusan termudah menggelikan sekali"bisik bisik.
"Ah maaf, perkenalkan nama saya Velia beniaf, saya putri pertama dari keluarga beniaf"ucap wanita itu yang membungkuk sembari melebarkan gaunnya.
"Lalu?"tanyaku.
"Saya ingin anda berdansa dengan saya untuk lagu pertama"ucap wanita itu tersenyum dengan bangga.
"Tidak mau, enyahlah"ucapku.
"Saya suda mene– apa?, Apa maksud anda?"tanya wanita itu.
"Kau pasti tuli yah, aku tadi mengatakan 'aku tidak mau' padamu"ucapku.
"Hahah, lihat lah itu hahah"bisikan dengan tertawaan mulai terdengar.
"Benaraninya anda menghina saya, apa anda tidak tahu kalau keluarga saya berpangkat Marquis. Bangsawan rendahan seperti anda pasti akan menderita"teriak wanita itu padaku.
"Marquis yah"gumamku sambil meminum segelas koktail di hadapanku.
Tingkatan bangsawan
1. Kaisar/pangeran/keluarga kerajaan
2. Duke
3. arcduke
4. Marquis
5. Count
6. Viscount
7. Baront.
"Lalu jika keluargamu berpangkat Marquis, aku harus apa?. Berkata'wah keren', atau 'aaa menakutkan'. Jangan bercanda "ucapku sedikit tertawa.
"KA kau, berani sekali kau menghina keluargaku"ucap wanita itu mengangkat tangannya hendak menamparku.
Slap
Tangan wanita itu di tangkap oleh seorang pria paru baya.
"A ayah"ucap wanita itu.
"Maafkan putri saya ini tuan"ucap pria tua itu.
"Ayah, apa yang kau lakukan. Pria ini tadi menghinaku. Bukanka harusnya kau membunuh dia"teriak wanita itu.
"Tutup mulutmu venia"ucap pria tua itu.
"Maafkan anak saya tuan, dia masih kurang terpelajar"ucap pria tua itu.
"Hoooh begitu yah hahah"aku tertawa.
" Kalau begitu Marquis bukanka sudah saatnya anda tunjukan pada Putri Anda cara meminta maaf dengan benar itu seperti apa"ucapku tertawa.
Marquis beniaf terdiam lalu
Srrk
Dia bersujud di kakiku.
"A ayah"ucap wanita itu.
"Diam venia, dan minta maaflah kepada orang ini"ucap pria tua itu.
"Tidak mau, aku tidak mau"teriak wanita itu.
"Venia,kau"teriak pria tua itu.
"Marquis jangan paksa putrimu untuk bersujud di kakiku"ucapku tersenyum lalu berdiri.
Tap tap
Aku melangkah mendekat keara wanita yang masih berdiri dengan tegak itu.
"Tu tuan Duke, mo mohon maafkan putri saya ini"ucap pria tua itu.
Zrrt
Aku menarik pedang yang tersaring di pinggangku.
"Kau perna dengar tentang aku yang membunuh seluruh pelayan dan pangeran pangeran di negara asalaku bukan"ucapku tersenyum
"Tu tuan Duke apa yang ingin anda lakukan?"tanya wanita itu mundur.
"Yah hahah, manusia bertambah setiap harinya. Jadi tak masalah bukan jika kita membunuh 1 orang yang tidak berguna"ucapku tersenyum.
Bruk wanita itu terjatu.
"Kyaaak, dia berteriak keras dan membuat semua mata tertuju padaku.
"Aaaah, padahal aku ingin mengakhiri ini dengan damai. Tapi ya sudahla"ucapku tersenyensum mengangkat pedangku.
"Gyaak"
Tap
"Apa yang anda lakukan Duke divilsman"ucap Duke Belion menahan tanganku.
"Lepaskan"ucapku menatap pria itu dengan tajam.
Krak
Dia meremas pergelangan tanganku dengan keras.
"Apa yang anda lakukan Duke Belion"ucapku.
"Bukanka saya yang harus bertanya. Untuk apa pedang itu tuan Duke Devilsman"ucap pria itu menatap ku.
"Hhahah, itu yah"
Brak
Aku menendang kepalanya dengan kaki kananku.
Tapi dia menahan kakiku.
"Tendangan yang bagus, kalau orang yang anda tendang bukan saya dia pasti sudah pingsan. Tapi itu jika bukan diriku"ucapnya
Grab dia memegang pergelangan kakiku.
Bruk dia melemparku dengan keras ke meja berisi makanan.
"Ohhh jadi begini keinginan anda"ucapku berangkat dari meja yang sudah terbela itu.
"Anda akan menyesal"ucapku menyentuh pedang di pinggang kiriku.
Ting
Tiba tiba para prajurit mengacungkan semua pedangnya padaku.
"Uwaah keren keren"ucapku tertawa.
Tang
"Jangan bergerak"ucap Lina.
Semua mata tertuju pada Lina.
"Jika kalian berani melukai tuan Duke, aku akan membunuh raja kalian"ucap Lina yang sudah mengacuhkan pedangnya di leher kaisar.
"Yang muliah"ucap Duke Belion.
"Hahah, sepertinya sedikit gawat yah. Turunkan pedangmu gadis mudah"ucap kaisar pada Lina.
"Kalau begitu, perintahkan para kesatriamu menurunkan pedangnya pada tuanku"ucap Lina tanpa berkedip.
"Hahah"kaisar tertawa lalu mengangguk.
"Tapi yang muliah kaisar"ucap Duke Belion.
"Hahah ini adalah pesta yang bahagia jadi tidak perlu ada darah malam ini bukan"ucap kaisar tertawa.
Duke Belion mengangkat tangannya.
Dan para ksatria menurunkan pedangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You And Me (BL) TAMAT
Fantasiseorang undaed seorang DarkElf Seorang biarawati dan Seorang Necromancer seorang anak laki laki terlahir dengan rambut hitam di negara yang menganggap rambut hitam adalah simbol dari iblis. pergi, dasar iblis menjijikan cerita bl dicampur aksi, yan...
