kenapa

487 32 1
                                    

"Akh.." badan tae tersungkur


"Kenapa appa.. kenapa..?"  Taehyung berteriak dengan suara gemetar, ia menatap punggung besar tinggi sang ayah sang sudah mulai berpaling meninggalkan dirinya.

"Apa salahku appa? Kenapaa kau lakukan ini padaku?!"


Taehyun yang sejak tadi berusaha membangun dinding tebal & tinggi untuk menahan emosinya yg lebih besar, seketika hancur . "kenapa?! Kau bilang kenapa?!"

Taehyun melayangkan tangan kanannya dan menghantamkannya ke wajah mungil taehyung

*Plak!

"Akh! Hiks.. hiks.. " Rintihan taehyung sambil memegang pipinya

Taehyun berjongkok dan mendekatkan wajahnya ke hadapan putra bungsunya. "Sudah berani meninggikan suara di hadapanku?"

Nafas tae terdengar tak beraturan karena melihat sang ayah yg mulai tak terkendali dengan mata merah lebar yang lekat menatapnya, setelah sekian detik mereka bertatapan.. taehyung memejamkan mata dan memalingkan wajahnya.

Taehyun mencengkram rahang taehyung dengan tangan besarnya dan mengarahkannya kembali ke depan wajahnya. Tae berkali2 memalingkan wajahnya, namun cengkraman sang ayah lebih kuat dari pada tenaganya.

"Lihat aku nak.." nada taehyun lembut namun menusuk.

Dengan polos tae mengikuti perintah appa dan menatapnya takut.

"Karena kau adalah pembunuh.. ingat itu baik2" gigi taehyun mengerat & bergetar menahan amarah saat mengatakannya.

Mata taehyung membulat lebar, bola mata hitam berhias kelopak mata yang merah dan sembab itu berkilau terkena pantulan sinar lampu. Mengingatkan taehyun akan masa lalunya. semakin ia tumbuh dewasa.. semakin terlihat sepertimu.. batinnya

Taehyun mengedip2kan mata seakan tersadar akan sesuatu hal dan menggelengkan kepala seolah mengusir sesuatu di benaknya.

Taehyun melepas cengkramannya begitu saja dan langsung pergi meninggalkan tae buru2 meninggalkan taehyung yang tersentak dengan kata2 ayahnya.

.
.

"H.. hyung..?" Panggilan jungkook yang berlari menghampiri taehyung dari balik lemari buku besar koridor. Anak kecil itu melihat lekat seorang namja yang sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya sendiri.

"Hyung tidak apa2?"

Jungkook menggoyah2 kan tubuh taehyung berkali2, namun tatapannya masih kosong

"Hyuuung?? Hyung?? Kau denagar aku"
"Hyungg?"

Tae menoleh sesaat dan mengangguk kecil sambil memegang pipinya yang masih terasa kebas. "Apa yang terjadi?"
Jungkook menitihkan air mata saat melihat wajah taehyung yang masih basah karena air mata

"Aniyo.."  jawab tae singkat

***

Taehyun memasuki kamarnya, ia mengunci pintu kamarnya yang terbuat dari kayu jati tinggi & kokoh dengan aksen alam itu supaya tidak ada orang yang mengganggunya di dalam.

Ia mengacak2 rambutnya frustasi, hingga tak sengaja dipandangnya sebuah foto berbingkai yang terpajang di atas sebauah lemari. Ia mengambil dan menatap dalam salah satu foto dari sekian banyaknya foto yang ada. Taehyun duduk di pinggir ranjangnya, ia mengusap2 wajah seseorang di foto tersebut  dengan ibu jarinya.

Sedih, marah, kecewa dan menyesal telah melebur menjadi satu di hatinya. Appa macam apa aku ini, maaf.. aku gagal~

Taehyun mengayunkan foto itu dan berniat membantingnya ke arah  lantai, namun seketika ia alihkan ke arah kasur. "Arghhh" ia benggeram kesal, ia menggosok wajahnya kasar & segera menuju kamar mandi.
.
.
.
Di wastafel ia bercermin menatap wajahnya frustasi dengan keran air dibiarkan menyala begigu saja. Taehyun membuka laci dan mengambil sebuah botol obat. Ia menuangkan 3 pil putih ke tangannya dan seketika menelannya.

***

📍kamar taehyung

Jungkook sedang berusaha mengobati taehyung yang babak belur dengan kompres yang ia buat sendiri dengan es batu.

"Aw! Shhh" tae mendesis kesakitan.

"Kookie.."

"Ne hyungie.."

"Berjanjilah jangan katakan hal ini pada siapapun"

Jungkook mengangguk pasrah sambil menempelkan kompres es batu buatannya ke leher & tengkuk taehyung.

"Apa masih ada yang sakit hyung?"

"Aniyo.. terimakasih kookie?"

Jungkook membuatkan secangkir cokelat hangat dan roti bakar untuk tae.. didalam kamar mereka menghibur diri dengan sebuah game,
Sejenak mereka bisa melupakan apa yang barusan terjadi

Tok tok tok..











Unfair (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang