Rin adalah seorang pemain sepakbola terkenal, dan bagaimana kalau kau menjadi pacar dari seorang pemain sepakbola terkenal.
Rin yang memiliki sikap dingin namun ia sangat lucu dan manja saat bersama dirimu. saat bersama dirimu sikap dingin nya menja...
"y/n kok lu gemesin sih anjir pengen gw gigit rasanya."
Besok masih ada kegiatan lagi huem apa gw ajak y/n nemenin gw latihan yak biar nambah semangat hehe.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Akhirnya gw bisa ngajak y/n nemenin gw latihan. y/n lu tuh tau gak sih lu tuh penyemangat gw"
Rin tersenyum dengan sangat semangat untuk latihan besok karena ada yang menemani nya.
"Lu tau gk sih y/n kalau gw tuh suka sama lu, tapi gw takut ngungkapin perasaan rasa suka ke lu"
Agrh bikin pusing aja lu y/n. Pusing gw gimana caranya biar gak mikirin lu terus.
POV Y/N
"Demi apa Rin ngajak gw nemenin dia latihan. Wahh gila siapa coba yang gak mau nemenin cowok kek dia latihan."
y/n mengsalting dan sulit untuk tidur. Ia hanya tersenyum terus, tidak sabar untuk hari esok.
POV SELESAI
keesokan paginya
Rin sudah sampai di depan rumah y/n. Dan ia segera memencet bel. Dan y/n yang mendengar nya langsung membukakan pintu
"Oh ternyata kau sudah sampai. Kenapa pagi sekali?"
"Huem tidak apa apa aku hanya terlalu bersemangat untuk hari ini" Tersenyum manis ke arahmu
"Owh ayo masuk. Apa kau sudah sarapan?"
Menggeleng
"Belum aku belum sarapan pagi ini"
"Baiklah kalau begitu ayo kita sarapan pagi dulu. Kau ingin makan apa hari ini, aku akan memasakkan nya untuk mu"
"Huem apa saja selagi itu kau yang memasaknya, pasti rasanya sangat enak"
"Eh baiklah"
Aku segera menuju dapur dan membuat sarapan pagi untuk aku dan Rin. Hari ini aku akan masak sasimi dan teriyaki, mengambil bahan bahan di dalam lemari es.
"Apa aku boleh membantu mu"
"Tentu saja boleh apa kau pernah memasak sebelumnya?"
"Pernah tapi aku lebih sering memesan makanan instan"
"Cih itu tidak baik buat kesehatan. Jangan sering sering membeli makanan instan"
"Haik haik. Tapi aku sudah lelah latihan dan malas untuk memasak"
"Mengapa kau tidak bilang, Aku yang akan memasakan sesuatu untukmu."
"Ah aku tidak ingin merepotkan mu"
"Bukankah kita teman, teman harus saling membantu"
"Baiklah baiklah, sekarang harus aku apakan daging ini?"