Judul Awal : From Rigel To Alpha
Adhara Soraya hanya jatuh cinta kepada Revan Alfa Samantha--sang Pianis tuli--yang tak sengaja ia lihat tengah memainkan violin di waktu senja. Raya semakin jatuh cinta, ketika Revan menawarkan pertemanan dan menunju...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Haiiiiiii!!! Author ngaret datang again. Wkwk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi itu, matahari sedang cerah-cerahnya. Angin berembus lirih, meniup dedaunan dan bunga-bunga yang tertata rapi di depan kios yang penuh dengan berbagai jenis bunga. Semerbak harumnya menguar dan membuat siapa saja merasa nyaman.
Di sana terlihat Raya yang tengah merangkai sebuah bunga dengan telatennya. Sesekali tangannya yang lincah akan memotong batang yang terlalu berkepanjangan. Gadis tomboy itu juga sesekali tersenyum, kala ia puas melihat rangkaian bunganya. Iya, Raya memang jauh dari kata anggun, tetapi untuk urusan bunga dia selalu suka.
"Raya!" seru sosok perempuan yang muncul dari arah belakang.
"Kak Fara!" Raya terlihat tersenyum, sembari tangan putihnya tetap merangkai bunga dengan lincahnya.
Gadis berambut sebahu dengan tas selempang yang menggantung di bahunya itu, tampak mencium bunga yang dirangkai oleh Raya. Lantas matanya berbinar dengan senangnya. "Ini punya gue, kan?"
Raya mengangguk sebagai jawaban. "Kenapa Kak Fara selalu bawa bunga peony tiap hari sabtu?"
Sosok cantik dengan riasan tipis itu tersenyum penuh arti, dan mengambil bunga dari genggaman Raya. "Bunga ini buat temen lama gue yang pernah pisah dan sekarang ketemu lagi."
Raya melirik sosok pemilik toko itu dengan curiga. "Temen, apa sosok yang Kakak sukai?"
Gadis bernama Fara itu, tampak tersenyum malu sembari memainkan buket bunga peony yang dipegangnya. "Dulunya gue cuma nganggap adik. Tapi pas tiba-tiba dia jadi maba di sini, dan kebetulan gue komdis pas osjur ... gue jadi lihat dia bukan sebagai adik atau temen. Tapi sebagai cowok."
"Tunggu, dia maba pas Kakak jadi komdis. Jangan bilang dia seangkatan sama gue?" tanya Raya dengan ekspresi terkejut.
"Correct! Gue suka sama berondong! Haha." Gadis itu tertawa sembari menutup mulutnya. "Ya ... untungnya dia inget sama gue. Jadi dia mau respon gue. Kapan-kapan gue kenalin, deh." Raya hanya menjawabnya dengan mengangguk riang. "Gue berangkat dulu, ya."