P r o l o g

12.8K 1.4K 68
                                        

Kabut malam kali ini nampaknya datang terlalu cepat di saat jarum jam masih menunjukkan pukul dua belas kurang satu menit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kabut malam kali ini nampaknya datang terlalu cepat di saat jarum jam masih menunjukkan pukul dua belas kurang satu menit.

Bukan sore hari, melainkan sudah tengah malam. Hampir memasuki dini hari, derap langkah yang baru saja keluar dari sebuah studio foto seolah tak merasa enggan ketika perlahan mendekat ke salah seorang gadis yang masih berdiri di pinggir jalan sembari mencoba untuk menghubungi seseorang.

Membenarkan letak ranselnya, memicing guna mengamati lebih lamat gadis yang baru saja berinteraksi dengannya beberapa menit lalu, kontan membuat hatinya tergerak untuk mendekat selepas motornya melaju.

"Mau pulang bareng?"

Tawaran dari sosok yang baru saja menghentikan motor di sebelahnya kontan membuat gadis dengan surau dikuncir kuda tersebut mendongak, sempat nge-freeze sesaat sebelum menggeleng pelan. "Lagi minta tolong sama temen buat jemput kesini, Kak," jawabnya, dengan tutur kata halus.

"Udah ada respon?"

Sambil memperhatikan ponselnya, gadis itu menggeleng ragu sebelum helm lain terulur padanya. "Naik." Sebuah perintah yang membuat gadis itu hampir pingsan jika harus menatap lama kerutan dahi dari sosok pemuda berbadan tegap, alis tebal, bola mata hitam pekat, dan jangan lupakan tatapan bak mata elang yang terkesan tengah menyorot tajam.

Sempat terpaku beberapa saat, akhirnya gadis itu memberanikan diri untuk menerima uluran helm tersebut dan naik ke boncengannya. Suasana tengah kota di malam hari rupanya berdampak dengan suhu dingin yang juga mulai menyeruak hingga bulu kuduk merinding.

Motor telah melaju sejak lima menit yang lalu, dengan seorang gadis berbeda yang kali ini berada di boncengannya, sang pemilik tak merasa keberatan jika ada gadis lain yang duduk di belakangnya meski sang kekasih pernah memberikan peringatan untuk tidak mempersilakan perempuan lain untuk duduk di sana.

Tapi, malam ini berbeda. Posisinya tengah genting, cowok itu tak mungkin meninggalkan seorang gadis sendirian di pinggir jalan dalam keadaan kebingungan mencari bala pertolongan.

Ya, mau tak mau, akhirnya sosok penolong tersebut hadir dan menjelma sebagai seorang pemuda yang diam-diam berhasil mencuri perhatian gadis di belakangnya sejak pertama kali bersitatap di koridor kampus.

Jalanan memang sedikit lenggang, meski di tengah malam, suasana ibukota seolah tak bisa tertidur dengan lampu-lampu jalan yang menyala disertai derum kendaraan yang berlalu lalang, termasuk mobil porche yang berhenti ketika traffic light berwarna merah. Ingin terus melaju, namun masih ada kendaraan lain yang melintas, sang pengemudi lantas memutuskan untuk berhenti sebelum menoleh ke arah jendela mobilnya.

Pergerakan refleks yang tak disengaja seolah menjadi petaka pada detik setelahnya bagi si pengendara motor tersebut, melaju tanpa berhenti, kontan membuat seseorang yang saat ini berada di dalam mobil membola, menggeram sesaat sebelum melaju pesat ke arah jalanan lurus yang mulai lenggang.

Derum mobil beradu dengan kecepatan motor yang melaju pesat tanpa menoleh ke arah belakang kala sang pengendara kendaraan beroda empat itu mulai menggeram sembari sesekali memuku-mukul setir mobil.

Memberanikan diri untuk menambah kecepatan, di jalan yang lumayan lenggang, mobil tersebut sengaja menyalip motor di depannya guna menghalangi laju kendaraan roda dua tersebut karena berhenti tepat di depannya, seolah tengah mengepung seseorang.

"Siapa, Kak?" tanya gadis di boncengan pemuda itu.

"Hmm.. bi-bisa turun sebentar?" jawabnya, menelan ludahnya susah payah, ketika sadar dengan plat mobil serta seorang gadis lain yang turun dari kendaraan tersebut dengan keadaan yang bisa dibilang, kacau.

-

-

"DIRGAAA!!"

****

Kayanya akuu revisi alur cerita ini deh, guysss! Tapi tenang aja, yaww, dijamin tambah seruww kok<3




***

Sequel of "Seriously, Tha?"

Sequel of "Seriously, Tha?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Come on, Ga!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang