Yo~
Back to Rey
Rey memperhatikan kelompok Yoojin yang menjauh dari parkiran Mall, menggerutu pelan sebelum mengenakan helem nya dan mulai menjalankan motornya menjauh.
'Gua sumpahin yang masukin gua ke looksim hidupnya ga tenang', Rey bergumam dengan kesal sebelum mempercepat laju motornya dan segera menyalip mobil yang digunakan oleh Yoojin.
Melirik mobil yang baru saja ia salip Melalui kaca spion sebelum menambah kecepatan motornya dan melesat pergi menuju apartemen miliknya.
•
•
•
•
•
Skip sampai apartemen
Rey menghela nafas lelah setelah berhasil memasuki apartemen miliknya, melepaskan Jaket yang ia gunakan sebelum menjatuhkan dirinya ke atas kasur.
"Siapa sangka... ", ia bergumam lelah sambil menatap langit-langit kamarnya, sejujurnya mentalnya sangat terguncang setelah mengetahui fakta jika dia isekai ke dalam lookism tanpa sistem ataupun pemandu seperti cerita cerita di dalam aplikasi oren.
" Yang bener aja, selama ini gua berharap masuk anime tapi malah masuk manhwa?! Mana kaga ada pemandu atau temen lagi", Rey berdecak kesal sebelum kembali duduk, memikirkan langkah yang akan dia ambil, mengingat dirinya hanya seorang diri di dunia itu.
Ia terus bergumam dan beberapa kali melempar makian saat memikirkan kemungkinan yang akan terjadi jika dia terlalu ikut campur dalam plot, ia tidak ingin mencolok tapi tetap dapat menikmati alur yang akan terjadi....
"Alright, selama ini gua cuma halu dan sekarang semuanya jadi kenyataan jadi sebaiknya gua nikmati tontonan lika-liku kehidupan Park Hyunseok secara langsung....", Rey bergumam pelan setelah memikirkan apa yang akan ia lakukan, seringai tipis muncul di wajahnya.
" Jadi, ayo hidup dengan nyaman tanpa harus terlibat perkelahian dan hanya menonton seperti NPC sejati!", Rey berteriak dengan semangat, senyum puas muncul di wajahnya ketika mengatakan hal itu.
Dia segera mengambil handphone miliknya dan segera mengirim pesan pada Daniel untuk mendaftarkan dirinya masuk ke SMA Jaewon.
"Sebenarnya mau lanjut masuk SMK tapi ini demi nonton live action! ", ia bergumam pelan sebelum meletakkan handphonenya di atas meja dan kembali berbaring, bersiap untuk tidur.
•
•
•
•
•
06:50
Sinar matahari merembes masuk Melalui sela-sela korden yang terbuka dan langsung menyinari wajah pemuda yang masih nyaman tertidur sementara pria yang lebih tua berdiri di pinggir kasurnya dengan tatapan lelah.
"Tuan muda", Daniel berkata dengan suara tenang sembari menggoyangkan bahu Rey mencoba membuatnya terbangun sementara Rey terus berada di alam mimpi dan tidak bergerak sama sekali.
Daniel menghela nafas lelah melihat majikannya yang tidur seperti orang mati, meletakkan seragam yang semula dia pegang di meja sebelum menarik kaki Rey dengan cepat hingga terjatuh dari atas tempat tidur dengan bunyi gedebuk renyah.
Sang taruna yang menjadi korban langsung terbangun setelah merasakan rasa sakit akibat terjatuh dari atas kasur, lantai yang dingin langsung menyambutnya dan membuatnya tidak lagi mengantuk.
"Sialan.... " Rey menggerutu kesal sembari duduk, mengusap kepalanya yang terbentur lantai sambil menatap tajam ke arah Daniel, siap untuk memarahinya.
"Itu cara efektif untuk membuatmu terbangun", Daniel segera berbicara terlebih dahulu sebelum mendapatkan ceramah tidak berguna dari Rey, sedangkan Rey yang mendengar itu hanya menggeram kesal dan berdiri.
" Kau benar-benar menjengkelkan ", Rey berkata dengan kesal sebelum teralihkan oleh seragam yang terletak di atas meja, ingatan malam sebelumnya langsung menyerbunya.
" SMA Jaewon, sesuai perintah ", Daniel berkata dengan tangan setelah menyadari tatapan Rey, mengambil seragam itu dan menyerahkannya pada Rey.
" Hari pertama, jangan sampai terlambat, tuan muda", Daniel kembali berbicara tanpa menunggu Rey bereaksi ataupun menjawab.
Rey hanya Menggerutu kesal sebelum mengambil seragam itu dan langsung melangkah pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara Daniel hanya memperhatikan Rey dalam diam sebelum berjalan pergi keluar dari kamar Rey untuk menyiapkan sarapan.
•
•
•
•
•
07.25
Rey berjalan keluar dari kamar mandi dengan seragam yang sudah terpasang rapi di tubuhnya, bersemangat karena dapat melihat karakter lookism secara langsung.
"Anjayy", Rey bergumam dengan semangat sambil mengambil sepatu dari dalam lemari, duduk di tempat tidur sambil memakai nya, bersenandung pelan karena tidak sabar untuk bertemu karakter Lookism.
" cowok cakep pacarnya Jennie BlackPink, siap menjalani kehidupan baru ", Rey berkata dengan penuh percaya diri sambil berdiri dan segera meraih tas nya yang tergeletak di lantai yang hanya diisi dengan satu buku dan satu pulpen sebelum segera melesat keluar dari kamarnya.
Berjalan menuruni tangga dengan kunci motor yang dia mainkan di tangannya dan langsung disambut dengan pemandangan Daniel yang berdiri di samping meja makan, menunggu sang tuan muda untuk datang.
" Morning, saudara sebangsa dan sen
Tanah air", Rey berkata dengan nada main-main sambil berjalan mendekati Daniel, seringai mengejek terpampang di wajah tampan nya.
"Berhenti bermain-main lalu segera habiskan sarapan mu dan anda dilarang mengendarai motor ke sekolah", Daniel berkata dengan nada datar sembari mengambil kunci motor di tangan Rey sebelum melangkah mundur untuk mempersilahkan Rey duduk.
Rahang Rey terjatuh mendengar perkataan dari Daniel, sebelum dia sempat protes dia kembali dibungkam setelah melihat tatapan yang diberikan Daniel padanya yang membuatnya kicep dan memilih untuk segera duduk di kursinya dan segera memakan sarapannya dengan cepat.
Jangan lupa vote dan comment, yeorobun :)
KAMU SEDANG MEMBACA
looksim × reader
De Todo"𝙂𝙞𝙡𝙖,𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙜𝙞𝙡𝙖!", 𝙆𝙖𝙞𝙯𝙚 𝙍𝙚𝙮 𝗦𝗲𝗺𝘂𝗮 𝗴𝗮𝗺𝗯𝗮𝗿 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗽𝗶𝗻!
