Ada sebuah mitos yang terkenal di masyarakat luas. Kalau kamu sedang berada di hutan jangan sekalipun masuk dalam sebuah lingkaran. Lingkarang yang di buat alami oleh alam yang dikatakan akan membawamu kedalam dimensi lain.
Dunia yang sangat berbeda dengan duniamu sekarang. Dimana penghuninya bertelinga lancip dan tinggi sampai dua meter. Mereka berteman dengan alam dan bergantung dengannya. Mereka disebut Elf.
.......
"Aghh.."
Mata sayu Hailee menatap pria di atasnya. Pria itu penuh dengan keringat, wajahnya tirus dengan bulu mata putih yang selaras dengan rambut panjangnya. Matanya berwarna biru, namun kali ini berkesan gelap. Tangannya tanpa sadar mengusap alis pria itu. Mata biru itu beralih dari dada Hailee ke matanya.
Pria itu mengambil tangannya dan menahannya di samping kepala Hailee. Wajahnya maju dan mereka kembali berciuman.
Hailee mengerang. Lidah pria itu panas seperti bara api. Meliuk-liuk didalam mulutnya dan menghisapnya seakan menemukan oasis. Sesekali lidah itu mengenai langitlangit mulutnya, menghantarkan listrik dan geli secara bersamaan.
Tidak kuat dengan sesnsasinya. Hailee mengepal di bawah tubuhnya. Pinggulny menggeliat karna di tempa kesenangan bertubitubi.
Aksi Hailee membawa raungan kesenangan dari pria itu. Tangannya tidak lagi menahan Hailee, malah kini memegang pinggul Hailee. Pria itu bangkit dan membawa Hailee ke pangkuannya.
Pria itu berhenti bergerak. Dia hanya mengelus punggung Hailee dan menciumi lehernya. Memberi bekas kemerahan yang mekar seperti bunga.
Hailee kembali mengeliat, dia hampir sampai, tapi kenapa pria ini malah berhenti. Hailee menggapai surai putih pria itu yang acakacakan, berpangku pada pundak pria itu, Hailee bergerak sendiri.
"Ce-path.." Suara Hailee serak. Terlalu keras ia berteriak membuat suaranya bergetar hebat.
"Han.. Panggil aku Han." Han menjauhkan tubuh mereka sedikit.
Hailee berhenti. Mata biru di depannya menatapnya serius. Terkesan tajam namun ada sisi lembut yang di sembunyikan mata itu. Mata sebiru langit itu membuainya.
Tanpa sadar Hailee maju dan mencium Han sambil berbisik di depan bibir Han. "Han.."
Panggilan Hailee membuat Han membeku sejenak. Perlahan seringai kecil terukir di wajahnya. Han menggerakan pinggulnya pelan. Ditidurinya Hailee kembali di kasur, gerakan yang awalnya pelan lama kelamaan cepat. Kali ini dia tidak akan menahan dirinya.
Hailee mendesah kencang. Tubuhnya terguncang hebat hingga derit kasur terdengar. Bunyi basah yang di keluarkan dari pertemuan memenuhi rumah pohon. Kejantaan panas Han yang keluar masuk tubuhnya mengenai bagian terdalam tubuhnya. Hailee kesakitan namun yang dikeluarkan mulutnya malah desahan kenikmatan.
Rangsangan yang di dapatnya bertubi-tubi membawanya ke ujung jurang. Hailee mengerat, meremas benda yang sedari tadi membawanya ke kesenangan.
Gigi Han beradu. Haile menyempit, menggigit dan melumatnya di bawah sana. Kepalanya pusing. Pinggul Han makin cepat bergerak. Han mencium kecil pipi Hailee sebelum bersembunyi di ceruk lehernya.
"..Sebut namaku,"
"Ha..-an"
Hailee memeluk Han, erat. Tubuhnya bergetar hebat dan pandangannya memutih. Hailee klimaks dengan keras hingga kesemutan.
Seruan Hailee di sambut kegilaan Han yang membabibuta membenturkan pinggulnya ke Hailee. Sepuluh tumbukan setelah Hailee klimaks, Han ikut mencapai kepuasannya. Dia menyembunyikan wajahnya di leher Hailee, menciumi sambil mengigitinya sesekali. Sedikit menyalurkan sensasi kesenangan yang di raihnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot!
RomansaKumpulan cerita pendek atau oneshot. Dewasanya nyerempetnyerempet aja. Enjoy it! 20+
