Hai :)
Kali ini kayaknya hanya 16+ ya. Soalnya setting ceritanya sebelum mereka nikah? Bisa dibilang saat mereka berteman, jadi hubungan mereka masih berkembang dan kayaknya gak bagus untuk ngendorse pas lagi masa pedekate gitu hehe. Sekian..
Enjoy~
...
"Kalee.. Bosan." Kia menyandarkan tubuhnya ke arah Kale. Dibantingnya hpnya di atas sofa. Wajahnya tertekuk, bosan dengan aktifitasnya yang ituitu saja dari tadi.
Dia sudah memainkan ponsel pintarnya dari satujam yang lalu. Tidak ada satu aplikasipun yang tidak dia mainkan. Setelah semua dia jelajahi, dia mulai bosan memainkan ponselnya.
"Nyabut rumput gih biar ada kerjaan." Kale berkata sambil membalik halaman bukunya.
Kia mencibir mendengar perkataan Kale. Pria ini makin lama dia mengenalnya makin kurang ajar sikapnya. "Makasih ya sarannya. Lu pinter banget jadi manusia."
Kia bangkit sofa setelah mengatakannya. Dia berjalan ke arah jendela rumah Kale. Teriknya matahari membuat Kia bergidik. Dia membayangkan kalau dia keluar rumah sekarang dia bisa mati terpanggang, tapi kalau dia diam saja dirumah seperti ini. Dia juga akan mati kebosanan.
Kia berada di dua pilihan sulit. Mati dari dalam atau mati di luar.
"Peralatannya ada di belakang rumah." Kale berteriak masih dengan buku dipegangannya.
Sahutan Kale membuat Kia mantap dengan pilihannya. Kia berjalan melewati Kale dan menjambak kencang rambutnya.
"Sialan lu!" Ucap Kia yang langsung lari meninggalkan Kale yang berteriak menyumpahinya sambil memegang kepalanya.
......
"Lu beneran nyabut rumput Ki..?"
Kale bekata takjub. Selepas Kia pergi setelah menjambaknya, Kale pikir Kia hanya pergi ke kamar mandi. Kale menunggunya dengan dendam di hatinya. Dia bertekat akan membalas Kia saat wanita itu datang.
Dia menunggu masih dengan membaca buku. Buku yang di bacanya tentang trik bisnis yng Kale pertimbangkan akan dia pakai di bisnisnya. Tanpa sadar Kale terhanyut dalam lembaran demi lembaran halaman. Saat tersadar, Kale celingukan karna Kia tidak jug berada di sampingnya.
Kale panik berdiri dan mencari keberadaan Kia. Dia berlari keberbagai tempat, tapi tidak juga menemukan wanita itu. Kekhawatiran menghinggapinya, tidak mungkinkan Kia di culik di rumahnya.
Kale yang ingin mencari ke lantai dua seketika berbalik dan melangkah ke luar rumah. Kia wanita dewasa yang sudah bisa berpikir. Tidak mungkin dia mau ikut ajakan penculik. Tapi kemudian Kale sadar kalo Kia adalah wanita aneh yang...
Berkebun di tengah siang bolong dengan hanya menggunakan celana dan baju pendek.
Wanita gila mana lagi yang akan melakukan ini siang hari di musim panas?
Kia menoleh dengan tangannya bersarung tangan sudah kotor. Beberapa pot tanaman berada di sekelilingnya. Rumputrumput liar tertumpuk menyedihkan tak jauh dari sana. Ada skop di kanan dan pupuk di kiri wanita itu.
Hampir seluruh tubuhnya memerah. Merahnya bahkan sampai ke kaki karna Kia hanya memakai sendal jepit. Wajahnya dibanjiri keringat, Kia menyeka keringat di dahinya sekilas sebelum berbicara.
"Sini ikutan." Kia berkata sambil menaruh pupuk ke pot tanaman di depannya.
Kale memijat pelipisnya. Pusing dengan kelakuan Kia yang sulit di prediksi. Kale lalu pergi ke dalam lagi meninggalkan Kia yang terbengong melihat kepergian Kale.
Kia mengangkat bahunya masa bodo. Dia memilih untuk bercocok tanam dari pada berdiam diri di dalam. Menurutnya lebih baik mati terbakar diluar yang ketahuan cara mengobatinya, daripada mati gila didalam yang pengobatannya sulit dilkukan karna menyangkut mental.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot!
RomanceKumpulan cerita pendek atau oneshot. Dewasanya nyerempetnyerempet aja. Enjoy it! 20+
