Haechan. Omega yang memiliki aroma aneh yang tidak disukai para Alpha karena ada beberapa aroma yang tidak seharusnya omega miliki. Omega hanya bisa memiliki aroma manis bukan? Ah, karena usia Haechan belum genap 18 tahun sesungguhnya identitas seku...
Mindlink dari serigala yang ada di dalam tubuh Jaehyun dan Jeno terdengar dalam benak keduanya, tepat sesaat setelah Jaehyun dan Jeno menghirup aroma dari pheronome Haechan.
Jaehyun dan Jeno sekarang berada di lapangan parkir dekat kampus. Mereka memilih untuk tidak masuk kelas dan mengobrol di mobil.
"Jen, Haechan itu, mungkinkah seperti yang kita pikirkan?"
"Aku tidak tahu, Hyung. Tapi melihat reaksi alami kita berdua tadi, kurasa kemungkinan itu memang ada. Iris netra-ku tidak pernah berubah tiba-tiba seperti tadi kecuali saat aku mating bersama Jaemin."
Jason kau mating namun tidak menandai Omega-mu? Ayolah, Zero.. kau tidak mengingatkan Jason?
Mindlink serigala dari Jaehyun tertawa meremehkan. Saat ini baik Jaehyun dan Jeno sedang melakukan open mindlink sehingga mereka dapat saling mendengar satu sama lain.
Aku sudah mengingatkannya, Jeff. Kau tahu dia bilang kalau Jaemin bukan Sigma yang dia cari. Menggelikan. Tapi, bukankah Jay juga sama saja?
Zero, serigala Jeno menjawab.
"Memang begitu kenyataannya, guys come on! Aku memang mencintai Jaemin, dia Omegaku. Tapi dia cuma Omega biasa. Tidak akan bisa untuk berada di sisi kami kelak."
Jeno terkekeh sinis. Berbanding terbalik dengan matanya yang membentuk bulat sabit indah, senyumnya justru nampak mengerikan.
"Sigma ya, apa mungkin Haechan itu yang kita cari? Tapi aroma tubuhnya terlalu kuat dan tidak sesuai, apa ya.. rasanya bercampur dengan tidak beraturan. Aku paham kenapa Alpha biasa tidak menyukai aroma pheromone yang tercampur aduk seperti itu. Hanya karena kita, kita bisa memilah wangi tersebut sehingga tidak menganggu indra penciuman kita. Lagipula jika apa yang dikatakan tetua itu benar, bukankah Sigma memang memiliki beragam pheromone?"
Jay, mungkinkah anak itu belum mendapatkan Heat nya?
Jeff, serigala Jaehyun menyela.
Jaehyun dan Jeno terdiam. Tingkat 1 seharusnya sudah 18 tahun. Atau dia memang belum genap? Itu bisa menjadi alasan kenapa wangi tubuhnya tidak beraturan dan menguar tanpa saturasi yang tepat. Bagi omega yang memiliki pheromone lebih dari 1 aroma, biasanya wangi yang tercampur akan memiliki saturasi yang tepat dan melebur setelah mengalami heat dan akan menghasilkan aroma manis terbaiknya.
"Aku harus memastikannya pada Jaemin. Mereka satu angkatan bukan? Tidak lucu kalau ternyata ia adalah seorang Alpha! Mengingat Haechan juga memiliki pheromone yang mirip denganku dan denganmu Hyung."
Kupikir dia terlalu manis dan tubuhnya terlalu indah untuk ukuran Alpha, Jason.
Zero merespon ucapan Jeno.
"Pastikan secepatnya, Jen. Aku tidak mau kita salah sasaran. Kita harus mencari Sigma kita. Tetua terus mendesak dan kita tidak bisa diam saja."
"Baiklah Hyung. Malam ini aku akan menghampiri Jaemin di apartemennya. Damn, aku menginginkannya padahal aku baru bertemu dengannya, bukankah itu terdengar cukup gila?"
"Hmm? Siapa? Kau menginginkan siapa Jen?"
Jaehyun tersenyum miring. Adik kembarnya itu memang sedikit banyak tidak dapat menahan diri dari godaan dunia yang berasal dari Omega.
"Bocah manis tadi Hyung. Haechan..."
Jeno menyandarkan tubuhnya di jok mobil. Terlalu malas untuk kembali masuk kelas. Mungkin hari ini Jeno akan memilih untuk membolos saja.
"Kheh! Lucu sekali karena sesungguhnya aku punya pikiran yang sama denganmu."
Jaehyun terkekeh dan Jeno memiringkan kepala sambil menaikkan satu alisnya. Tidak heran karena mereka kembar. Elder kembar.
---
"Haechan? Hai kita bertemu lagi."
Haechan mendongak dan melihat Mark di depan mejanya tersenyum.
"Oh, ha-hai.. Mark-ssi. Kau di kelas ini juga?" Haechan tersenyum canggung.
"Ya benar, aku duduk di sampingmu ya. Dan hei, aku suka wangi tubuhmu. Seperti pelangi."
Haechan tersedak liurnya sendiri. Apa dia tidak salah dengar? Menyukai wangi tubuhnya? Alpha ini pasti sedang mengerjainya.
"Ha-ha.. uhm kau lucu Mark-ssi, ini pertama kalinya aku mendengar ucapan seperti itu."
Haechan membuang wajahnya yang tanpa dia sadari merona. Haechan belum pernah dipuji oleh Alpha sebelumnya!
"Aku serius. Baru kali ini aku bertemu Omega dengan pheromone sepertimu."
Mark tersenyum dengan alis camarnya.
"Ti-tidak mungkin. Aku bau. Aku tahu kok, ka-kau tidak usah menghiburku. Dan aku berharap aku bukan Omega."
Haechan merengut memikirkan betapa menderita dirinya jika ia memang Omega, tidak akan ada Alpha yang menyukainya. Dan Omega itu tidak bisa hidup tanpa Alpha, apa seumur hidupnya nanti Haechan akan sendiri? Haechan berharap ia menjadi Beta saja.
"Kau belum mengetahui identitas sekundermu? Memang berapa usiamu sekarang?"
Haechan mendengus pelan, malas menjawab sebenarnya.
"Ya, aku belum 18 tahun. Aku ikut kelas akselerasi saat SHS. Dan aku akan genap 18 tahun se-minggu lagi."
Mark terdiam dan tampak memikirkan sesuatu. Sudut matanya berkedut dan ujung bibirnya terangkat sebelah.
"Wah tenang saja Haechan, apapun identitas sekundermu, kurasa aku tetap akan menyukai aroma tubuhmu."
Haechan menoleh ke arah Mark yang tersenyum memandangnya kemudian menggelengkan kepala, mustahil.
Mark terkekeh dalam hati melihat Haechan yang tampak salah tingkah di depannya.
Lucu sekali.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Iya Mark, Haechan emang kiyowok semua juga tau!
Noona baru sadar pas revisi, chapter ini pendek bangetttt hahaha.. maafkan Noona karena ini story pertama Noona jadi belum stabil jumlah words per chapternya.