Matahari bersinar cukup terik sejak pagi, seakan memberitahukan eksistensinya pada semua makhluk yang ada di bumi.
Haechan berjalan dengan langkah malas menuju ke kantin, ia berencana membeli roti dan susu stoberi kesukaannya untuk sarapan. Hari ini Alpha-nya, Mark tidak menjemputnya karena katanya Mark memiliki urusan keluarga yang penting dan tidak bisa ditinggalkan, Mark akan pergi selama 2 hari. Sebenarnya Mark tidak mau meninggalkan Haechan namun urusan yang satu ini tidak bisa ditinggalkan sama sekali. Dan sekarang Haechan hanya berjalan sendirian, Haechan akan menghampiri Jaemin karena kebetulan mata kuliah hari ini ia sekelas dengan sahabatnya itu.
Sejak Haechan mendapatkan Heat-nya dan aroma ditubuhnya melebur menjadi sangat harum, tidak ada lagi Alpha yang menghina dan mengejeknya, yang ada malah banyak Alpha yang menatapnya dengan tatapan lapar. Hanya saja mereka tahu apa yang akan terjadi jika berani mendekati Haechan. Semua orang disana tahu bahwa Haechan adalah mate dari Mark. Mark sendiri yang memperlihatkan kedekatan dan keintiman mereka di kampus, dan jangan lupakan tanda marking yang ada di leher Haechan. Jadi para Alpha itu tahu diri karena amukan Mark itu sangat mengerikan, banyak Alpha yang pernah merasakan pukulan Mark karena menggoda atau sekedar menyentuh Haechan. Walaupun Mark tidak ada, para Alpha tahu jika Mark tidak mungkin meninggalkan Haechan tanpa perlindungan, buktinya saja... Daritadi ada seorang Alpha bernama Hendery yang mengikuti Haechan tanpa sepengetahuan Haechan tentunya.
Well, Mark and his possessive mind.
-
"Nana! Ohh aku merindukanmu!" Haechan menghampiri sahabatnya dan duduk disebelahnya. Yang disapa hanya tersenyum tipis.
"Haechan, aku juga rindu.. sejak kau bersama Mark, rasanya ia selalu menempelimu kemana saja!" Jaemin merengut.
Haechan tertawa tanpa suara,
"Tenang saja Na, dua hari ini aku bebas! Mark sedang pergi entah kemana, katanya ada keperluan penting dan mendesak."
"Oh ya? Penting sekali ya sampai meninggalkan mate tersayangnya ini?" Jaemin nyengir lebar.
"Ahh sudahlah, bagaimana kalau kita pergi ke Dream Cafe pulang kuliah hari ini Na? Sudah lama rasanya aku tidak mengobrol panjang lebar denganmu."
"Uhm, tapi maaf Chan, hari ini aku sudah ada janji dengan Jeno. Besok, bagaimana?"
Haechan tampak sedikit kecewa, tapi tidak apa-apa! Masih ada hari esok kan?
"Iya, Na, tidak apa-apa! Janji ya besok kau pergi bersamaku." Haechan menyodorkan jari kelingkingnya dan Jaemin menyambutnya sebagai tanda janji. Lucu sekali sahabatnya ini.
Hujan turun cukup deras dan cukup menjadi alasan bagi Haechan tertahan di kampus hampir 2 jam lamanya. Astaga ini hujan terlama! Dan hari sudah mulai gelap, Haechan bingung karena ia tidak menemukan payung yang biasanya selalu ada di lokernya. Untuk sampai ke gerbang depan saja pasti membuat tubuhnya basah kuyup. Dan bagaimana dia naik bis dengan kondisi basah kuyup nanti? Haruskan memanggil kendaraan online? Biayanya pasti lumayan, dan Haechan harus berhemat, kau tahu?
Haechan tidak menyadari bahwa sedari tadi gerak geriknya diperhatikan oleh Hendery. Hendery melangkahkan kakinya mendekati Haechan dan mengulurkan tangannya membuat Haechan tersentak terkejut.
"Astaga, kau mengagetkanku dengan muncul seperti hantu!" Haechan mengelus dadanya karena kaget.
"Lucu sekali, kau mengira aku hantu begitu?" Hendery tersenyum.
"Ya, kukira begitu tadi. Kau... Apa yang kau lakukan disini? Ti-tidak pulang?" Haechan bertanya pada Alpha di sebelahnya, sebenarnya Haechan kenal kok dengan Hendery namun mereka sebelumnya tidak pernah bertegur sapa. Ini yang pertama.
KAMU SEDANG MEMBACA
SIGMA [END]
LobisomemHaechan. Omega yang memiliki aroma aneh yang tidak disukai para Alpha karena ada beberapa aroma yang tidak seharusnya omega miliki. Omega hanya bisa memiliki aroma manis bukan? Ah, karena usia Haechan belum genap 18 tahun sesungguhnya identitas seku...
![SIGMA [END]](https://img.wattpad.com/cover/344885459-64-k247042.jpg)