" tuan wiliam " ucap arvin ya orang itu adalah wiliam.dan hal itu mmembut wilaim tersenyum. Dan ravin pu langsung berdiri menyambuat tuan wilaim.
" apa kabar tuan wiliam " ucap arvin sambil berjabat tangan dengan wiliam dan hal itu di sambut wiliam dengan baik.
" saya baik tuar arvin seperti yang ada lihat " ucapa wiliam.
" silah kan duduk tuan wiliam " ucap arvin dan wilaim pun langsung duduk di kursi yanga da di ruang kerja arvin.
" sela kamu tolong bilang bagian obe untuk menyiapkan kopi untuk tuan wiliam " uacap ravi pada sekertatinya itu.
" baik pak kalo begitu saya permisi " ucap sela dan langaung keluar dari ruangan arvin.
" oh ya arvin saya langsung ke intinya saja jedatangan saya ke sini saya ingin menagih janji kamu untuk melunasi hutang kamu " ucap wiliam. Dan hal itu membaut arvin terkejut.
" maksud tuan wiliam " ucap arvin tidak paham.
" kamu tentu tau maksud saya arvin " ucap wiliam sambil menatap arvin.
" maf tuan wiliam saya mohon berikan saya waktu lagi untuk melunasi hutuang saya tuan " ucap arvin sambil memohon pada wiliam. Dan membuat wiliam berpikir.
"Bagaimana kalo mengajukan perjanjian pada kamu " ucap william.
" perjanjian maksud tuan " ucap arvin tidak mengertin sebenarnya maksud wiliam.
" saya akan mengangap hutang kamu lunarsdengan syarat kamu harus menjodohkan putri kamu dengan putra saya " ucap wiliam.
Dan hal itu membuat arvin sangat terkejut dengan persyaratan william.
" menjodohkan putra putri kita tuan? " tanya arvin.
" iya bagaimana menurut mu " tanya wiliam. Hal itu membuat arvin bingung.
" maaf sebelunya tuan untuk masalah itu saya mintak waktu tuan saya akan bicaran hal ini dengan istri dan anak saya dulu " ucao arvin.
" baiklah saya kasih kamu waktu sampai besok senin bagimana ?" tanya wiliam
" baik tuan terima kasih karna anda mau memberi saya waktu " ucap arvin dan dapat anggukan dari wiliam setalh itu pun mereka langsung membahab soal perusahaan dan tidak lama wiliam langsung ijin pulang pada arvin.
Setelah kepergian wiliam arvin di buat bingung denagn perjanjian william. Dian akan bertanya pada istrinya, waktu sudah menunjukan jam 6 sore arvin pun langsung bergegas pualang ke rumah saat sampai di rumah dia langsung menuju kamar nya.
" papa sudah pulang " ucap elina.
" iya ma " ucal arvin
" ada yang ingin papa bicarakan pada mama tapi sebelum itu papa kan membersih kan diri dulu " ucap arvin.
" baiklah pa " ucap elina.
Dan arvin pun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah beberapa saat dia pun selesai dan langsung menuju ruang ganti setelah selesai dia langsung menyusul istri nya.
Dan teryata istri sedang mwmbaca majalah di kursi dekat jendela. Dan dia pun langsung duduk di sebelah istri nya. Elina yang menyadari kedatangan suami nya pun langsung meletak kan majalah nya di meja.
" MA ada yang ingin papa bicaran pada mama " ucapa arvin
" ada apa pa " tanya elina.
" tadi tuan wiliam datang ke kantor dan dia menagih hutang papa ma " ucap arvin.
" APA tuan wiliam datang ke kantor lalu bagiman ini pa " tanya elina terkejut.
" tapi tadi tuan wiliam sempat membuat perjanjian " ucap arvin. Dan membuat elina heran.
" perjanjian apa pa? " tanya elina
" tuan wilaim berjanji akan menganggap hutang papa lunas jika dena menikah dengan putra nya ma " ucap arvin dan hal itu membuat elina sangat terkejut dengan peryataan suaminya.
" apa menikah pa " ucap elina.
" dena tidak mau pa " ucap dena sambil masuk kedalam kamar orang tuanya itu.
Dan hal itu membuat arvin dan elina terkejut.
" dena sayang " ucap elina.
" dena tidak mau menikah dengan anak tuan wiliam pa karna dena sudah mempuyai kekasih dan dena dengar anak dari tuan wiliam itu sangat kejam pa " ucap dena.
" ayolah dena kamu menikah dengan putra tuan wiliam dan putuskan saja kekasih mu itu " ucal arvin.
" tidak pa sampai kapan pun dena tidak akanmau menikah dengan putra tuan wiliam. " ucap dena.
" sudah lah pa kamu tidak usah memaksa dena untuk menikah dengan putra tuan wiliam mama juga tida setuju dena menikah dengan putra tuan wiliam mama tidak mau dena menderita pa " ucap elina.
"iya pa lagian dena itu sangat mencintai kekasih dena pa dena tidak mau putus dengan pa " ucap dena memohon
" lalu bagimana ini ma agar hutang papa pada tuan william lunas " tanya arvin.
" bagaimana jika ara saja yang menggantikan aku menikah dengan putra keluarga wiliam pa ma " usul dena. Sambil terseyun.
Dan membuat mereka melihat dena.
" iya itu ide yang bagus pa biar ara saja yang menggantikan putri kita " ucap elina setuju.
" baiklah itu ide yang bagus karna sebenarnya papa juga tidak setuju kamu menikah denangan putra tuan william papa juga sebenar nya tidak setuju putra tuan william meinikah dengan mu " ucap tuan arvin. Dan membuat dena dan elina tersenyum.
" baiklah beson kita bicarakan denagan ara " ucap eliana dan dapet anggungkan dari arvin dan eliana "
Flasbak off
sampai sini dulu ya maaf lama up nya
