Ternyata tidak hanya Lucy yang datang lebih awal. Saat ia masuk ke dalam kelas, ia bisa melihat teman-temannya yang lain kecuali Serena. Di sana ada Khai yang masih menatapnya dengan tatapan tajam menyebalkan itu. Theo yang sedang mencari jawaban dari balik wajahnya yang tampak kusut. Dan Ian yang malah jauh lebih menyeramkan dari Khai. Kali ini Lucy menyadari jika mereka memang memiliki ikatan persaudaraan.
“Lo pasti udah tahu semua, kan? Kenapa bisa begini, hah? Katanya mau kerja sama, tapi lihat.” Lucy masih dengan wajah serius dan siap menghajar siapa saja yang menganggunya.
“Dia pantes dapet konsekuensinya,” jawab Khai.
“Gue tahu! Dia pantes. Tapi lo mikir gak? Selain kita ada yang tahu soal ini? Ada yang masuk buat ikut campur kasus Mr. Edgar? Ada yang mau bikin usaha kita gagal? Pikiran lo nyampe ke situ gak?” Sejauh ini, Lucy tahu jika hanya dia yang mengetahuinya. Dan dia sama sekali tidak mengungkapkan pada siapa pun.
“Berarti lo udah tahu duluan, dong?” tanya Khai.
“Ya. Dan engga usah muluk-muluk, deh Khai. Lo juga ada kepentingan di balik semua ini. Jangan lo bicara sama gue seolah gue yang paling jahat di sini. Akal sehat lo yang kurang bener.”
“Kita mau berantem gini terus?” Lucy menatap Theo kali ini. Dia tidak mengatakan apa-apa karena saat ini dia sedang menguji prasangkanya benar apa salah perihal yang ia bicarakan bersama dengan Ian.
“Gue engga minta lo semua ngebuka urusan lo. Tapi, kalian kenapa sih? Segede apa ambisi kalian sampe harus begini? Hah? Mau ngejar apa? Gini, ya ternyata. Semakin tinggi seseorang, semakin suka berbuat seenaknya.”
“Gue ngomong kayak gini, karena gue lihat lo semua cuma mentingin apa yang lo mau capai aja. Bisa gak buka mata lebih lebar? Banyak, loh yang harus kalian periksa. Gavin belum jadi saksi tapi dia udah kenak skandal begini. Paling engga, dia bisa menegaskan diri dia sendiri di pengadilan. Kalo begini, jadinya usaha gue dan lo semua buat apa?”
“Lo gak akan ngerti, Lucy,” kata Khai.
“Ya. Bener. Karena cuma gue yang fokus sama kasus ini. Bukan lo yang mau mengatasi permaslaahan lo itu.” Lucy langsung keluar dari kelas. Tapi saat ia baru saja keluar dari ambang pintu, dia melihat Serena yang berjalan dengan lunglai. Wajahnya sengaja ia tutupi dengan masker.
“Serena?” Gadis itu langsung menatap Lucy yang baru saja memanggilnya. Seketika mata Serena mengeluarkan bulir air mata. Yang membuat Lucy terkejut adalah gadis itu langsung tersungkur jatuh.
“Lo kenapa?” tanya Lucy panik melihat Serena yang begitu berantakan. Saat membuat masker Serena, Lucy langsung berteriak, terduduk di lantai dan menutup mulut sendiri saking terkejutnya.
Wajah Serena yang selalu menjadi paling cantik yang pernah Lucy lihat secara langsung, kini berubah menjadi begitu menyeramkan. Hidung Serena patah dan masih tampak lelehan darah yang sudah mengering. Bibirnya hancur, pipinya penuh dengan luka goresan yang Lucy sudah tidak bisa mendeteksi luka dari mana, saking terkejutnya.
Tubuh Serena bergetar hebat, matanya menyimpan banyak kesedihan yang tidak bisa ia bending lagi. “To-tolongin gue, Lucy,” ucapnya dengan tatapan memohon. Yang membuat Lucy sontak menangis.
Tiba-tiba saja, Serena tidak sadarkan diri. Lucy menangkup tubuh itu sambil menangis tidak terkendali. “TOLONG!” Lucy berteriak meminta tolong karena tidak sanggup menggangkat tubuh Serena seorang diri.
Teman-temannya yang berada di kelas, langsung keluar saat mendengar suara histeris Lucy yang mengudara memenuhi lorong kelas mereka. Bahkan beberapa siswa yang sudah datang ikut terpanggil saat mendengar suara keras Lucy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Worst Class
Misterio / SuspensoSeorang guru sekaligus donator berpengaruh di School of Ukiyo ditemukan meninggal dunia di sebuah ruangan kelas yang membuat satu sekolah gempar. Dan di waktu yang kejadian, polisi menemukan lima jejak kaki berbeda yang diduga bertemu dengan korban...
